Melonia Az-Zahra Ramadani

Melonia Az-Zahra Ramadani
30


__ADS_3

Zio yang telah menyelesaikan acara mandinya keluar dan masih melihat Zahra yang sedang duduk di kursi meja makan.


"Ra kamu lagi mikirin apa sih?" tanya zio


"mas, " pangil Zahra kepada suaminya


"kenapa? masih memikirkan masalah tadi? sudah ya ngak usah mikirin Masalah itu lagi yah"kata zio


"tapi mas bagaimana kalau teman kamu tiba-tiba minta uangnya secepatnya?" tanya Zahra


"ngak teman mas ngak akan meminta uang itu secepatnya" jelas zio "sudah mending kamu masak buat makan siang kita" perintah zio


Zahra yang mendapatkan perintah dari suaminya langsung memasak untuk makan siang mereka. setelah memasak Zahra langsung memanggil Zio untuk makan siang


"mas ayo makan siang" pangil Zahra


Zio langsung menuju meja makan setelah mendengar panggilan Zahra "mas maaf yah aku cuman masak ini saja, soalnya aku belum belanja" jelas Zahra


"iya ngak apa-apa"zio


setelah makan siang Zio masuk ke kamar dan menerima telpon dari seseorang.


"halo,,


"Zio belum bisa buat balik sekarang zio masih mantau perusahaan cabang di sini sambil mencari orang yang zio bisa percayai" ucap zio


"iya zio akan usahakan buat secepatnya, ya sudah sudah dulu Zio ada urusan lagi" kata zio langsung mematikan sambungan telpon secara sepihak. sedangkan orang di sebrang mati-matian menggerutu karna telponnya di matikan secara sepihak.


setelah zio mematikan sambungan telponnya zio langsung keluar dari kamar dan mencari keberadaan Zahra

__ADS_1


"Ra,,, Zahra"zio


"iya mas di belakang" sahut Zahra


zio yang mendengar suara Zahra yang berasal dari belakang langsung menemuinya


"ada apa mas?" tanya Zahra


"ayo kita keluar buat belanja bulanan" ajak zio


"emang mas lagi ngak sibuk?"tanya Zahra


"ngak saya lagi tidak sibuk, sana cepat kamu siap-siap saya tunggu di ruang depan" ujar zio


"iya mas tunggu sebentar" Zahra yang mendapat kan perintah dari suaminya langsung bergegas untuk bersiap-siap.


"mas kita belanjanya di pasar yah" kata Zahra


"mas belanja di pasar itu juga bagus sayurannya juga pada segar-segar ko, dan lebih murah" ucap Zahra


"oke ya sudah kita belanja ke pasar" putus zio mengikuti kemauan Zahra


"mas mau ikut turun atau mau nungguin aku belanja?"tanya Zahra


"saya ikut kamu lah" zio


"yakin mas mau ikut? di dalam rame loh" Zahra


"iya" zio

__ADS_1


sebelum turun zio menahan Zahra memberikan dompetnya agar Zahra yang memegang dompetnya


"loh mas ini apa?" tanya Zahra


"pegang kan kamu mau belanja di bahan-bahan makana" zio


"tapi mas ngak usah, mas aja yang pegang dompetnya saya punya uang ko"tolak Zahra


"uang kamu simpan saja pake uang yang ada di dalam dompet itu, saya tidak menerima penolakan kamu" jelas zio dengan tegas


akhirnya Zahra mengalah berdebat pun akan tetap zio yang Menang.


Zahra memilih milih sayuran sedangkan Zio masih senantiasa mengikuti di belakangnya sambil membawa beberapa belanjaan yang telah di beli oleh Zahra


"mas kita beli daging dulu yah" ucap Zahra


"hum" zio yang sudah mulai cape mengikuti Zahra hanya menyahut saja


"mas dagingnya se kilo berapa yah?" tanya Zahra


"500 ribu neng" ucap penjual


"ngak bisa kurang mas, nanti sy langanan di sini" tawar Zahra


"waduh ngak bisa neng ini sudah murah saya Kasikan neng"ucap pedagang


"ya mang ini mang saya ambil banyak deh kal..."Zahra


"mang bungkus saja se kilo sesuai apa yang di minta oleh istri saya tadi"zio

__ADS_1


ucapan Zahra tadi langsung terputus oleh suara zio tadi, zio yang sedang berada di belakang Zahra langsung menyahut, zio inggin cepat-cepat pulang di rumah iya sudah cape mengikuti Zahra yang sedang berbelanja


__ADS_2