
Zio yang telah menyelesaikan acara mandinya keluar dari kamar mandi dan mendapatkan istrinya yang sedang duduk di meja makan dengan kepalanya di letakan di atas meja dengan beralaskan tangan sebagai penyangga kepalanya.
zio yang melihat Zahra tertidur di meja makan tidak tega untuk membangunkannya. zio langsung mengendong Zahra menuju kamar yang sebelumnya di tempati Zahra.
zio meletakan tubuh Zahra di tempat tidur setelah itu zio juga langsung membaringkan tubuhnya di samping Zahra
Zahra yang terbangun pukul 5 pagi merasa ada benda keras yang menimpa perutnya. Zahra yang melihat tangga kelar sedang memeluknya langsung membalikan badannya untuk melihat siyapa pemilik tanggan tersebut
"astagfirullah ko mas zio bisa tidur barang aku yah?" monolok Zahra.
Zahra yang melihat zio masih tertidur pulas membuyarkan ya untuk tetap tidur Zahra memutuskan bangun untuk melaksanakan mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh.
Zahra kembali ke dalam kamar dan membangunkan zio untuk melaksanakan sholat subuh
"mas.. mas zio bangun sholat subuh dulu" Zahra
"hum..." jawab zio sambil menggeliat
"mas zio sholat subuh ngak?" tanya Zahra
"ini jam berapa? " tanya zio dengan mata masih tertutup matanya enggan untuk terbuka
"udah mau pagi mas, udah Jam 5 lewat, bangun nanti waktu Subuh ya abis" kata Zahra
zio yang mendengar perkataan Zahra langsung membuka matanya dan melihat Zahra yang sudah siap dengan mukemahnya "kamu sudah sholat?" tanya zio
"belum ini habis nge bangunin mas zio baru saya sholat"kata Zahra
"ohh tunggu saya ambil wudhu dulu setelah itu kita sholat subuh barang" kata zio sambil berjalan ke arah dapur
Zahra yang melihat zio keluar, langsung menyiapkan keperluan sholat zio
"mas itu sarungnya buat sholat, tapi maaf di sini ngak ada baju kokoh buat mas zio" kata Zahra
__ADS_1
"iya ngak apa mas punya baju kokoh ko buat sholat, mas selalu bawa baju kalau mau ke mana-mana" kata zio
"yaudah ayo keburu waktu sholatnya habis" kata Zahra.
setelah sholat subuh Zahra keluar untuk membersihkan rumah dan menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua
zio yang di dalam kamar menelpon bibinya memberitahu bahwa dirinya belum bisa untuk berkunjung ke rumahnya.
setelah berbicara dengan bibinya zio berjalan menuju ke luar kamar tetapi belum sampai di pintu suara henpondnya kembali berbunyi
"halo ada apa?"
...,
"gue belum bisa balik cepat mungkin gue di sini beberapa bulan dulu sambil mantau kerjaan di sini, Lo hendel deh kerjaan gue yang di sana" kata zio
...
....
"iya ntar gue telpon mami yang penting kalau mami nanya ke Lo bilang kerjaan gue di sini masih banyak,,, udah dulu" kata El langsung memutuskan sambungan telpon tanpa mendengar tanggapan lawan bicaranya
Zio yang membuka pintu di kagetkan dengan Zahra yang sudah berdiri di depan pintu kamar
"astagfirullah kamu ngagetin tau" kata zio
"maaf mas tadi Zahra mau masuk buat manggil mas zio buat sarapan "kata Zahra
"ya sudah ayo"ajak zio
Zahra mengikuti zio di belakangnya "maaf yah mas Zahra cuman bisa buat nyediain ini, Zahra belum belanja buat keperluan dapur" kata Zahra
"iya tidak apa" kata zio
__ADS_1
Zahra langsung menyendokan nasi goreng ke dalam piring zio "mas ini nasinya SE gini atau nambah?" Zahra
"segitu aja" zio
Sarpan pagi mereka pun telah selesai Zahra membersihkan sisa peralatan dapur yang di pake tadi sedangkan zio masuk ke dalam kamar bersiap untuk berangkat bekerja
zio keluar dari kamar dengan baju kaos dan celana panjang.
zio tidak memakai pakaian yang sering iya pakai untuk ke kantor karna iya tidak membawa baju, iya berencana nanti setelah sampai ke kantor baru iya akan Menganti bajunya
" mas mau kerja?" tanya Zahra yang melihat zio dengan baju rapinya
"iya saya mau masuk kerja"kata zio
"ohh hati-hati yah mas,, oh iya mas Zahra mau izin yah buat ke pasar buat belanja bahan dapur" kata Zahra
zio yang mendengar perkataan Zahra seketika menoleh melihat Zahra dan berkata "ha ko ke pasar belanjanya?"
"ha emang ke pasar mas kalau mau belanja bahan dapur" kata Zahra
zio yang mendengar perkataan Zahra hanya diam iya malas untuk banyak komen lagi, karna iya sudah terlambat untuk bekerja "terserah kamu deh saya berangkat dulu saya sudah terlambat, takutnya bos saya marah-marah" kata zio
" iya hati-hati yah" kata Zahra mengantar suaminya sampai di depan pintu.
zio yang sudah bersiap untuk membuka pintu mobil tiba-tiba terhenti oleh suara Zahra "mas zio" panggil Zahra
zio yang mendengar namanya di panggil menoleh melihat Zahra "iya ada apa lagi?" kata zio "Salim dulu"kata Zahra
"astaga kenapa bukan dari tadi?, ini sambil menyodorkan tangannya.
kalian pada suka ngak? sama ceritanya? kalau suka jangan lupa komen yah🤗 like, dan votenya🤗
insya Allah aku bakal usahain buat sering-sering up
__ADS_1