
Agate memasuki aula desa tersebut selepas berbicara dengan gadis berjubah,memasuki aula tersebut.terdapat umino di atas panggung tersebut dan sedang menenangkan para warga yang resah terhadap kejadian yang lalu.
Agate menepuk pundak umino dan berkata "giliran aku yang berbicara".selepas agate berkata seperti itu umino mengiyakan nya lalu menepi di samping panggung sambil mendengarkan ia.
Terdapat mana di bawah yang sedang menenangkan ibu agate dan menjaga nya dengan baik.selepas observasi itu agate menjawab.
"kerajaan ini,tempat ini,sudah tidak aman lagi!"agate.
Seluruh warga yang berada di aula desa terkejut akan pernyataan agate,seakan tidak percaya salah satu warga bertanya kepada agate.
"Apa yang kamu maksud? Kenapa kamu tahu kerajaan ini tidak aman!"warga.
Warga itu bertanya soal pernyataan agate sebelum nya,agate menjawab dengan tenang.
"Warga warga sekalian,aku tahu ini adalah desa kalian,rumah kalian,tapi kalian tidak dapat selalu disini lagi para purify sudah membahayakan desa ini,tidak lama lagi akan ada pembantaian disini"agate.
"Kami tidak percaya,buktikan kalau kamu benar!"warga.
Warga berseru menjawab "iya" karena pernyataan salah satu warga dan ketidakpercayaan warga.
Agate langsung menjelaskan nya kepada warga warga di aula,di sisi mana dia terlihat tersenyum tenang melihat agate yang antusias tersebut.
"Ibu memiliki anak yang hebat ya"mana.
Seru mana terhadap ibu agate yang mendengat penjelasan agate,lalu ibu agate menjawab balik.
"Dia sudah seperti ayah nya,meski sedikit berbeda tapi dia benar benar pahlawan"ibu agate.
Ibu agate tersenyum bahagia sambil menengok ke arah mana dan berkata.
"Ibu bahagia dapat melahirkan anak seperti dia"ibu agate.
Mana sedikit terkejut dan menenangkan dirinya lagi lalu menjawab.
"Iya"mana.
Kebaikan agate terkadang tidak terlihat karena ekspresi yang dikeluarkan selalu serius,namun hati nya sangat baik meskipun tertutupi oleh kegelapan.
Jika saja aku tidak pernah bertemu agate mungkin aku tidak akan merasakan kejadian seperti ini berkat dirinya aku tau apa yang baik dan yang buruk.
Aku yang dulu berbeda dengan yang sekarang,ini awal mula diriku sebelum bertemu agate.
~
~
~
Aku dilahirkan oleh keluarga yang unik di dalam sebuah hutan tempat tinggal para elf,aku terlahir dengan campuran darah elf dan manusia.
Berbeda jenis dengan yang lain terkadang keluarga ku dan diriku dikucilkan oleh elf lain sebab ada kebencian antara elf dan manusia dulu kala.
Waktu itu aku berusia 4 tahun aku berbicara dengan ibuku dan bersenang senang dengan nya yang sednag duduk di bangku depan rumah,ibuku sangat cantik.senyuman nya yang ramah dan mata yang sangat cerah serta rambut hitam yang indah itu.
"Ibu! Ibu! Masakan malam kali ini apa?"aku bertanya kepada ibuku soal masakan malam,waktu itu aku benar benar suka dengan masakan ibuku.
"Apa ya... Hmm... Bagaimana kalau.."ibuku ingin menjawab pertanyaan ku namun dicela oleh ayah dengan menyebut.
"Sup kelinci kesukaan ayah!"ayah berseru dengan senyuman sombong nya,ayah ku adalah seorang manusia dengan perawakan sedikit terlatih.
"Bagaimana kalau semur jamur?"ibu mencela balik dengan menyebutkan makanan lain yang membuat ayahku murung seketika.
Jongkok dan menundukkan sedikit kepala nya ayahku terlihat sedih,namun dia bangkit lagi dan berkata.
"Baiklah,aku yakin makanan buatan mu pasti enak"ucap ayah dengan sosok keren nya itu.
Aku tertawa kecil dan memeluk ibuku.
"Kalau begitu ayah keluar dulu,ada keperluan"ayah ku pamit dan langsung berjalan keluar dengan santai.
"Aku akan menunggu masakan mu"dia berteriak lalu berjalan kembali.
"Ayahmu terkadang terlihat keren,namun juga kadang terlihat bodoh,begitulah dia"ibu menceramahi suami nya sendiri di depan anak nya.
"Hehehe iya"aku bahkan ikutan tertawa mendengar kata kata ibu ku.
"Kalau begitu ibu akan mengecek bahan di dalam apakah masih ada atau tidak"ibuku lalu berdiri dari bangku nya dan masuk kedalam rumah untuk mengecek bahan bahan,aku duduk sambil memperhatikan setiap tempat yang mungkin saja akan terjadi hal seru.
"Hmmm!! Membosankan! Tidak adakah hal seru yang terjadi?"aku berseru menginginkan hal seru waktu itu karena dulu aku cepat bosan.
Suara grusuk semak semak terdengar saat itu,hal itu membuat ku terkejut dan melihat ke semak semak itu.
Aku yang waktu itu masih belum mengerti apa-apa mencoba mengikuti arah suara gusruk itu,tanpa menyadari ada sebuah keburukan setelah nya.
Selang beberapa menit mengikuti suara itu aku tidak menemukan apa apa"aneh,padahal tadi aku mendengar suara dari sekitar sini"
"Jangan-jangan,ga mungkin ada roh di hutan ini"ucap ku waktu itu.
Dalam kebingungan di dalam hutan datang seseorang dari dalam pohon"Oya~ Oya~ ada nona muda kecil yang sedang tersesat disini"
Seorang wanita bugil tanpa busana yang hanya ditutupi dedaunan keluar dari pohon dan bertanya kepada ku waktu yang ku kira dia adalah roh hantu.
"Uwaahhh!!! Hantu!"teriak ku yang langsung bersembunyi di semak-semak terdekat.
"Ehhhhhh,aku bukan hantu!"lantang wanita tersebut dengan bersedih.
"Aku adalah roh suci agung penjaga pohon,Dryad"ucap wanita itu dengan bangga.
"Dryad?"ucap ku kebingungan apa itu dryad pada masa itu.
"Iya,dr... Gawat,nona kembali lah ke rumah mu secepat nya"ucap dryad yang tiba tiba khawatir.
Aku yang waktu itu kebingungan tidak tahu apa yang dia maksudkan langsung saja mengikuti perintah nya dan berlari ke jalan setapak yang aku lewati sebelum nya.
Sesampai nya aku mendapati desa elf di serang goblin dengan brutal,padahal para elf adalah penyihir terbaik namun bisa kalah dengan goblin,aku yang panik waktu itu langsung berlari ke rumah ku.
Disaat itu aku panik,tegang,frustasi.
Akhirnya aku sampai dan dengan tergesa-gesa aku membuka pintu dan memanggil"ibu!... Ibu?".
Tidak ada jawaban dan aku mengecek setiap tempat,membuka pintu ke dapur aku mendapati ibuku mati mengenaskan disana,kedua tangan yang tertusuk,jantung yang terambil,aku yang waktu itu tertekuk lutut dan depresi mendapati hal ini.
__ADS_1
"Padahal sebelum nya tidak begini,ibu.. ibu.."ucap ku yang tidak menerima kejadian ini.
Aku bersedih tersedu saat itu karena tidak dapat menerima apa yang terjadi,hingga beberapa waktu datang seseorang,meski bukan ayah tapi seorang elf datang dan membawa aku pergi dari sana dengan paksa.
"Disini tidak aman,ikuti aku"ucap lelaki itu dan membawa paksa aku.
"Tapi... Ibu"jawab aku yang masih sedih.
"Tenang saja,ibumu pasti senang kalau kamu selamat"jawab balik dia sambil menggendong ku lari.
Dia berlari dan di jegat beberapa goblin,tanpa takut dia menggunakan sihir,sihir di keluarkan terus menerus.
Di samping itu aku melihat sesosok orang berjubah hitam dan dia pun sama menengok ke arah ku,hal itu membuat ku takut lalu menutupi wajah dan berpegang erat ke elf lelaki yang sedang menggendong ku.
Sesampai nya ke tempat teraman,dia akhirnya lega lalu menurunkan ku dari gendongan nya dan mengatakan sesuatu padaku.
"Kamu tunggu disini ya,paman akan berbicara dengan atasan"ucap lelaki tersebut.
"I.. iya"ucap ku yang menuruti elf itu.
Aku menunggu dengan duduk di sebuah shelter atau tempat perlindungan yang ramai dengan elf,namun aneh kenapa pandangan elf itu begitu merendahkan ketika melihat ku.
Aku yang waktu itu tidak mengerti kenapa mereka memandang ku seperti itu karena aku juga tidak tahu kenapa.
Namun kegaduhan terjadi selepas elf tersebut keluat dari ruangan.
"Aku harus menjaga dia,bagaimana pun dia adalah anak adik ku"ucap dari elf lelaki yang mengatakan bahwa dia adalah kakak dari ibu mana.
"Tapi tuan,anda tahu kan adik anda bukan lah semacam kita,dan dia juga sudah bukan ras kita lagi"ucap seorang elf yang berbicara dengan elf tersebut sambil membicarakan soal ras.
"Tapi bagaimana pun dia adalah anak adik ku,aku harus menjaga dia dan kau jangan membuat dia berbeda hanya karena setengah elf"elf tersebut marah dan memalingkan pandangan dan tubuh nya lalu berjalan ke arah diriku yang masih ketakutan karena pandangan orang-orang padaku.
Elf itu memberikan tangan nya kepada ku waktu itu dan mengatakan "ayo" sambil tersenyum,aku pun menyentuh tangan nya dan berdiri.
Kami berdua pergi keluar dari tempat tersebut dengan santai,lalu aku yang tenang pun berbincang sedikit dengan elf tersebut.
"Paman, paman siapa? Kenapa paman baik kepadaku?"ucap ku yang kebingungan dengan elf lelaki pada waktu itu.
"Siapa ya?... Ah.. Paman adalah penjahat yang suka membawa anak kecil... Ehehe bercanda,paman adalah kakak dari ibumu"dengan postur membungkuk dan berwajaj seram dia menakuti ku,selepas itu dia berdiri dan berbicara dengan tenang.
Namun aku tidak aku yang waktu itu masih takut dengan hantu seketika menggigil ketakutan"p-p-paman bercanda kan?".
"Bercanda bercanda,paman itu kakak dari ibumu,dia memberi surat harus menjaga kamu kelak,pas itu paman gatau maksud dari surat itu,sekarang paman tau ternyata ini yang dia maksud... Paman sedikit sedih kalau tau ini yang di maksud"ucap nya dengan raut wajah sedih tesedu.
Paman terlihat sedih,aku harus mencari cara agar paman dapat bahagia.
"Paman..."ucap ku sambil berhenti dan menoleh ke arah paman.
"Duduk lah"aku memerintah paman untuk duduk dan paman melakukan nya"seperti ini?"ucap paman dan aku dengan santai langsung memeluk paman dengan senyuman.
"Hei,hei... Ternyata ini yang..."seketika paman sedih dan menangis sambil memeluk mana,aku yang memeluk nya mencoba menenangkan paman dengan tepukan punggung dan berkata "seperti itu,keluarkan lah"ucap ku.
~
~
~
"Kita akan tinggal bersama manusia,karena paman punya teman manusia juga di luar sana"ucap paman tersenyum sambil berbicara seperti itu.
"Baik"aku mengiyakan nya dan terus berjalan sambil memegang tangan paman.
Sesampai nya disana paman berjalan jalan di desa sambil menyapa orang orang disana,orang orang sangat ramah kepada paman dan paman juga ramah kepada mereka.
Benar ini adalah desa agate tempat tinggal dia yang sekarang sedang di landa keterpurukan.
"Kita akan tinggal disini,mana"ucap paman sambil mengatakan nama ku.
"Baik"jawab balik ku.
Tahun demi tahun berlalu dan pada umur 7 tahun aku sudah terlihat bahagia,aku yang waktu itu suka sekali bertemu dengan dryad.
"Paman aku pergi dulu"ucap ku untuk pamit pergi ke suatu tempat,paman menjawab balik"hati-hati disana".
Aku yang berjalan riang menuju hutan dengan hati bahagia.
"Disini saja"ucap ku setelah itu aku mengepalkan kedua tangan ku yang saling berpegang satu sama lain dan menutup mata ku lalu bernyanyi merdu.
Nyanyian merdu yang sangat indah bahkan hutan hutan pun terlihat senang dengan nyanyian diriku waktu itu.
*Kreekkk
Aku terkejut dan menoleh ke suata ranting pohon tersebut dan menyadari bahwa ada anak laki-laki yang berada di balik semak-semak.
"Eh... Aku tidak bermaksud menakuti mu"ucap lelaki itu,namun aku yang kaget langsung berlari dan menggunakan sihir yang di ajari paman ku.
Aku berlari sampai rumah paman ku dengan panik,selepas sampai di rumah paman ku,paman ku terkejut karena aku berlari lalu aku memeluk paman ku.
"Ada apa mana? Kau tampak panik"ucap paman ku yang bingung.
"Tadi,tadi ada anak laki-laki manusia yang menghampiri ku jadi aku berlari karena takut"ucap ku yang ketakutan.
"Ahahahahaha... Mana,di desa yang kita tinggali ini mereka semua baik,kamu tenang saja kalau memang mereka berniat jahat kamu bisa menggunakan sihir mu,kalau begitu kamu mandi dulu badan mu berkeringat karena berlari"ucap paman ku yang tertawa lalu menasehati ku,aku pun mengiyakan nya lalu pergi mandi.
Di dalam kamar mandi yang banyak busa itu aku bergumam sendiri selepas kejadian sebelum nya.
"Dia.... Kenapa dia tahu aku berada di sana?"aku bergumam sendiri dan bertanya akan kejadian sebelum nya."tapi dia seperti nya orang baik".
Keesokan hari nya,paman ku bertemu dengan anak laki-laki sebelumnya yang seperti nya girang dan ingin berlatih sihir,aku diam-diam lewat rumah belakang untuk pergi ke dalam hutan.
"Anak itu ada lagi,apakah dia juga di desa ini? Entah lah yang penting aku ingin bertemu dryad"ucap ku sambil berjalan menuju ke dalam hutan.
"Cuaca hari ini cukup sejuk hutan jadi terasa dingin,apakah besok akan baik baik saja ya?"gumam ku.
Hari itu memang sejuk namun ketika dua hri setelah nya hal mengerikan terjadi,kembali.desa di kejutkan dengan serangan goblin sama seperti tempat tinggal ku dulu,namun sekarang berbeda.
"Mana pergilah ke hutan dan berlindung dengan dryad"ucap paman panik dan menyuruh aku untuk berlari menuju hutan.
Waktu itu tempat ini penuh dengan api dan teriakan para warga,aku yang panik mencoba lari secepat mungkin dan malah tersandung oleh akar pohon.
__ADS_1
Hal ini membuat ku ketakutan,aku terjebak dan di kelilingi goblin yang siap membunuh ku,aku yang waktu itu menangis dan menutup mata sambil mengucapkan"tolong aku... Siapapun itu"ucap ku.
Goblin mendekat dan nengangkat sebuah kapak ke arah ku di saat dia benar-benar ingin menjatuhkan nya,sebuah sihir datang melesat dan mementalkan kapak itu.
Anak laki-laki itu datang dan menahan mereka dengan sihir,aku terkejut dan menanyai"kenapa kamu menyelamatkan ku?"ucap ku.
"Aku... Tidak mau menyesali untuk kedua kalinya,itu sebab nya aku menyelamatkan mu, sekarang pergi lah... selamatkan dirimu"ucap lelaki tersebut dan menyuruh ku untuk lari.
Aku yang lari akhirnya bertemu dengan dryad yang memeluk ku lalu membuat sihir proteksi dan datang sebuah ledakan besar dari tempat anak tersebut.
"Tidak,tidak,dryad apakah dia baik baik saja? Dryad,dryad"ucap ku panik ketika mengetahui sihir bunuh diri ini,dryad dengan tenang mengatakan"dia aman tenang saja,ayo kita kesana"ucap dryad.
Kami mendekati anak tersebut dan dengan panik aku berlari ke arah nya yang terlihat kesakitan karena terlihat bekas luka bakar yang besar di punggung dan leher anak itu.
"Biarkan aku sembuhkan dia"ucap dryad yang mendekat ke anak itu dan menyembuhkan nya dengan sihir pure sambil mengatakan.
"Kamu tidak akan mati disini,bahkan sebaik nya kamu tidak perlu mati di dunia ini"
Ucap dryad yang sedang menyembuhkan luka parah itu,seketika anak tersebut tenang dan mulai di gendong oleh dryad sambil mengatakan.
"Mana,kamu pergi duluan aku akan membawa anak ini ke tempat yang aman,jangan sampai ada orang yang melihat kamu"ucap nya dan aku mengiyakan sambil berjalan ke jalan yang berbeda.
Hal itu yang mungkin ku sebut takdir dan tahun ke tahun aku berumur 16 tahun dan bertemu lagi dengan nya yang menabrak tembok,sedikit lucu karena dia lalai dan malah menabrak tembok.
"Oo.. aw"ucap ku yang ikut tertabrak di belakang nya.
"Apakah kamu baik baik saja?"lelaki itu menanyakan ku dengan wajah khawatir.
"Aku baik-baik saja,kamu bagaimana?"ucap ku menanyakan balik.
"Aku baik-baik saja,maaf ya"ucap nya sambil meminta maaf,suara bell berbunyi aku yang waktu itu ingin menanyakan nama nya namun suara bell itu membuat ku kaget dan tidak jadi menanyakan nya.
"Ah..suara bel berbunyi,aku harus cepat,maaf ya soal tadi"ucap lelaki itu sambil berlari masuk ke dalam akademi tersebut.
Itu adalah perkenalan pertama ku dengan nya dan menjadi teman setelah nya.
Waktu ke waktu berlalu dan banyak sekali rintangan yang menyerang kita,bukan aku penyebab nya tapi anak tersebut seperti punya masalah dengan banyak hal.tapi hati dia murni dan baik,hanya saja wajah nya sellu serius.
~
~
~
Perdebatan selesai dan masa lalu yang indah selalu terukir di dalam hati mana,agate yang berhasil meyakinkan warga lalu berpikir.
"Tapi dimana warga desa harus tinggal setelah ini?"agate.
"Biar aku yang urus!!"???.
Suara teriakan dari atas aula terdengar dan tiba tiba saja atap aula hancur dan datanglah zero dari atas atap dan terjatuh ke bawah sambil mengatakan "aw!".
"Zero? Ada apa kesini?"agate.
"Ah... Aku hanya ingin membantu dirimu,kan sudah ku bilang kita pasti akan bertemu lagi"zero.
"Warga sekali ikutlah dengan ku karena aku mengetahui kerajaan yang akan membantu kita disini"zero.
"Apa kau yakin?"warga desa.
"Yakin 100%"zero.
Warga desa tampak senang dan segera lah mereka bersiap untuk pergi,zero pun terlihat senang juga,lalu berbalik arah ke agate.
"Kau sangat hebat,tidak salah menjadi muridku"zero.
"Dia itu muridku,lagian kamu lagi kenapa selalu datang di waktu yang tepat"umino.
Umino sebal dan memotong pembicaraan, namun pembicaraan mereka seperti sudah mengenal satu sama lain.
"Hoho... Umino sudah lama tidak bertemu"zero.
"Kalian saling kenal?"agate.
Agate terkejut akan hal ini,yang lebih nya lagi mana di belakang agate juga terkejut akan hal itu juga.
"Aku terkejut paman mengenal guru zero"mana.
"Mana,ibuku dimana?"agate.
"Tenang saja,ibumu sudah baik baik saja dan mulai mengikuti warga dan naik kereta kuda"mana.
"Mana? Sudah lama tidak ketemu"umino.
"Paman pun,bagaimana kabar paman?"mana.
Perbincangan hangat ini seperti keluarga seorang guru dan murid saling bertemu kembali,seakan mimpi ini seperti hadiah dari masalah-masalah yang terjadi.
"Kalau begitu kami serahkan hal ini kepada kalian, zero dan guru"agate.
"Ehhh.. aku juga kan guru kenapa tidak di sebut guru?"zero.
"Hihihi"agate.
"Kemari,mana"agate.
Agate menjulurkan tangan nya ke mana dan tersenyum,hal ini mengingatkan nya akan sesuatu.
("Mari mana,kita akan pergi dari sini"agate.)
Hal yang sama ku alami,aku mencintai nya karena hati baik yang ia miliki,dia adalah orang baik yang pernah ku temui,ibu,ayah aku bahagia sekarang.
[Bersambung]
(QnA akhir volume)
"Wahahaha selesai juga volume ke 3 ini,bagaimana? Keren kan kaz?"author fuyu.
"Menurut ku ini sedikit menarik,namun kamu harus mengedit dan mengatur kata kata yang bagus,kali ini kamu sedikit salah dalam kata kata"kazudo.
"Hehehe,di tunggu ya guys volume selanjut nya,volume 4 corrupted"author fuyu.
__ADS_1
"Denger ga sih-_-"kazudo.