
Dia maju,dia mulai menyiapkan sebuah sihir dengan rapalan yang sedikit sulit,kordinasi sihir mulai keluar dan itu tahap lima sihir tahap menengah yang sangat sulit untuk di hancurkan bahkan banyak pelindung di tahap lima.
"Keluarlah dari tidur mu,api terkutuk"
Api terkutuk,sihir tingkat tinggi yang dapat mencelakakan sekitar,guru ard terkejut dan menyuruh setiap murid untuk merunduk.
"Hei apa yang kau lakukan?! Ini di luar batas"ard.
"Tenang saja guru,ini tidak seburuk yang kau kira"agate.
Sihir itu keluar namun entah kenapa tidak mengenai mereka dan tidak merusak sekitar hanya merusak boneka target.
Ternyata selama ini agate telah menggunakan sihir pelindung di sekitar boneka target agar tidak mengenai dampak sekitar.
"Lihat kan?"agate.
*Menghela nafas
"Terlalu berbahaya untuk menggunakan sihir tadi,jadi jangan terlalu menggunakan sihir tersebut"ard.
"Pelajaran hari ini selesai kalian dapat pulang ke asrama dan melanjutkan ini besok"ard.
Semenjak agate mengeluarkan sihir tahap lima dan berakhir nya pelajaran sekolah,dia akhirnya dapat kembali untuk beristirahat.
Sedikit informasi bahwasanya akademi ini ternyata memfasilitasi sebuah tempat istirahat yaitu asrama,agar murid tidak kelelahan bulak balik dari rumah ke akademi jadi akademi menyiapkan asrama untuk mereka yang sekolah disana.
"Hah.....! Istirahat istirahat!"alesteir.
Alesteir mulai berbaring di atas kasur dengan langsung melontarkan tubuh nya ke kasur tersebut sambil mengeluh kelelahan.
"Tidak kusangka,akademi ini memfasilitasi sebuah asrama.... Dan.. kenapa kau juga sekamar dengan ku?!"agate.
Agate terkeju karena menyadari bahwa tidak hanya satu kelas melainkan dia jyga satu kamar dengan alesteir.
"Padahal aku ingin sekamar dengan mana!"agate.
Agate mengatakan itu sambil berhalusinasi sekamar dengan mana.
"Tidak tahu,mungkin sudah disiapkan oleh setiap guru"alesteir.
"Tapi bagaimana ya kabar mana? Apakah dia baik baik saja?"alesteir.
Sempat sebelum alesteir menanyai soal mana,terdapat suara ketukan di depan pintu mereka dan ternyata mereka mendapati bahwa mana berada di depan pintu mereka,seperti yang orang orang katakan "panjang umur!!" Begitu.
"Hei hei hei ada apa ini?"alesteir.
"Ah,maaf mengganggu tapi guru menyuruh ku untuk tinggal bersama kalian karena tidak ada yang menginginkan diriku bersama para perempuan"mana.
Mana sedikit terpukul akan kenyataan bahwa dia di usir secara langsung oleh sesama perempuan,dia mengeluarkan air mata namun agate langsung menghapus air mata tersebut dan menjawab.
"Kau bisa tinggal di kamar kami, tidak apa apa anggaplah kamar sendiri"agate.
Alesteir langsung dengan sigap membalik badan kan agate dan diri nya lalu bertanya.
"Hei hei, kamu boleh berlagak sok pahlawan tapi bagaimana? Kamar ini hanya memiliki dua kasur"alesteir.
"Tenang! Aku punya ide"agate.
Perbincangan agate dan alesteir membuat mana kebingungan bukan hanya tidak mendengar melainkan tidak mengerti apa yang mereka bincangkan.
Sesudah kesepakatan untuk membiarkan mana tinggal di kamar mereka,agate langsung mengeluarkan rencana nya yaitu.
Membiarkan kedua teman nya tidur di kasur dan dirinya tidur di lantai,sungguh ide yang bagus tapi tidak dapat dibagi rata.
Alasan baginya karena masalah ini adalah "aku tidak kuat melihat wajah polos mana harus merasakan kedinginan di lantai!!" Seperti itu.
"Oi inikah yang kamu maksud?"alesteir.
__ADS_1
"Tidak apa apa kamu berada di bawah,agate?"mana.
"Iya! Aku baik baik saja karena sudah malam jadi waktunya tidur,selamat malam!"agate.
Agate langsung tertidur tanpa basa basi,mereka berdua kehabisan pikiran soal perihal rencana agate dalam membagi ratakan tempat tidur.
~
~
~
Pagi hari telah tiba,agate terbangun dan terkejut.
Kenapa? Karena melihat kedua teman nya berada di lantai dan tidur di sebelah agate,mereka berdua juga tidak ingin agate sendiri yang mengalami nya jadi mereka ingin merasakan nya juga karena itu lah teman.
"Hei kalian berdua.. hah... Tidak habis pikir"agate.
"Selamat pagi,agate"mana.
"Yo"alesteir.
Agate juga tidak habis pikir perihal tersebut.pagi telah tiba waktunya mereka belajar di akademi,hari kedua agate berada di akademi.
"Ngomong ngomong agate,bagaimana cara nya kamu menggunakan sihir sebesar itu tanpa rapalan?!!"mana.
Tanpa basa basi mana langsung menanyai perihal kemarin dengan wajah polos dan keingin tahuan nya,lalu alesteir juga mengatakan yang sama.
"Iya ya,aku juga tidak tahu kalau sihir juga dapat tidak dirapal"alesteir.
"Soal itu..."agate.
Agate kebingungan namun dia mencoba melihat ke arah mana yang masih memasang muka yang sama,agate tidak dapat menolak untuk mengajari mereka karena mana.
"Ahahaha... Nanti akan ku beritahukan ketika istirahat"agate.
Akhirnya mereka sampai di depan kelas dan memulai pelajaran nya,pelajaran demi pelajaran di berikan,teori demi teori dimiliki dan akhirnya waktu istirahat tiba.
"Agate,ayo kita latihan sihir"mana.
"Ayo!"agate.
"Jangan tinggalkan aku!"alesteir.
Mereka berjalan keluar kelas dan pergi ke taman akademi,disitu mereka sudah tepat di pohon yang biasa nya mana tempati untuk bersantai.
"Kali ini kalian harus tahu, selain sihir itu sangat kuat namun sihir juga dapat dipatahkan dengan cara mudah"agate.
"Baru tahu... Padahal belum diajari"alesteir.
"Iya,beritahu kami agate bagaimana cara mematahkan sihir"mana.
Agate mulai memberitahu cara mematahkam dan kordinasi sihir itu apa,dia memberitahu dengan rinci.
"Jadi sihir itu bagaikan sebuah tali,dapat diputus dengan mudah namun setiap tahap memiliki kesusahan nya masing masing. Yang pertama sihir itu memiliki celah pemutus,jika kalian merapal kalian akan melihat bentuk rapalan kan?"agate.
"Iya?"mana dan alesteir.
"Sebuah rapalan dapat bagus untuk memperkuat sihir,namun mudah untuk di pecahkan oleh ahli sihir,jadi ada yang di maksud tanpa rapalan,tidak sekuat dengan rapalan namun ada cara terbaik untuk membuat sihir tanpa rapalan semakin kuat"agate.
"Beritahu kami"mana dan alesteir.
Mereka berdua terlihat girang dan gemilang karena ingin mengetahui bagaimana cara memperkuat sihir tanpa rapalan.
"Sangat mudah untuk dikatakan namun susah untuk di lakukan,cara nya adalah kalian pikirkan apa yang ada di dalam diri kalian,bayangkan sihir apa yang kalian inginkan lalu kalian keluarkan di titik tubuh yang biasa digunakan untuk melakukan sihir dengan menerobos menggunakan mana,seperti ini"agate.
Agate mengeluarkan api dari jari nya dan itu membuat alesteir dan mana terkejut,tidak hanya itu agate juga mengeluarkan api yang begitu besar.
__ADS_1
"Kalian bisa mengatur sihir,dengan cara menerobos lebih kuat dengan mana kalian"agate.
"Cobalah kalian lakukan seperti instruksi yang ku bilang"agate.
"Baik"mana dan alesteir.
Mereka memejamkan mata,dan mulai berpikir.
"Bagus,pikirkan sihir yang kalian ingin keluarkan lalu terobos dengan mana kalian"agate.
*Woosh
Mana mengeluarkan sihir angin di jari nya yang membuat dirinya kegirangan bahwa sihir tanpa rapalan sangat menakjubkan.
"Agate! Agate! Lihat aku bisa mengeluarkan sihir"mana.
*Zeep
"Lihat agate,aku bisa mengeluarkan sihir petir dengan mudah"alesteir.
Alesteir nampak bangga dengan sihir tanpa rapalan yang ia pelajari.
"Nah,maka dari itu sihir tanpa merapal juga memiliki kegunaan yaitu musuh tidak dapat dengan mudah menghancurkan kordinasi sihir kita"agate.
"Wohoho keren sekali"alesteir.
"Hmp hhmpp"mana.
Alesteir takjub dan mana mengangguk ngangguk kegirangan,namun agate sedikit kebingungan.
"Namun aku sedikit kebingungan"agate.
Mana dan alesteir terkejut dan menanyai apa yang membuat nya kebingungan.
"Apa yang membuat mu kebingungan agate?"mana.
"Di dunia sihir ini memiliki 6 sihir kuat yaitu air,api,angin,tanah,cahaya, dan kegelapan namun aku belum dapat menggunakam sihir kegelapan dan cahaya,meski sudah mempelajari sihir tingkat lima di 4 sihir terkuat"agate.
"Ah... Aku juga tidak tahu,pak ard hanya mengajari sedikit tentang sihir"mana.
"Kalau soal itu aku tahu siapa yang harus kamu temui agate"alesteir.
Dengan raut wajah kebingungan dia menoleh ke alesteir dan berkata.
"Iya kah? Dimana dia?"agate.
"Ikuti aku"alesteir.
Agate dan mana mengikuti alesteir berjalan di lorong akademi,terus berjalan hingga mencapai tempat yang tepat di depan alesteir berhenti.
"Disini dia"alesteir.
"Perpustakaan? Apa yang kita lakukan di perpustakaan?"agate.
"Masuk saja"alesteir.
Agate,mana, dan alesteir terus berjalan di perpustakaan lika liku itu dan akhirnya berhenti di depan seorang wanita yang sedang membaca buku.
Wanita dengan pakaian yang terlihat narsis,menggunakan topi sihir,jubah sihir dengan pernak pernik yang berkilauan dan dengan santai membaca buku sambil duduk.
"Kenalkan dia adalah kenalan ku,amethyst zero"alesteir.
"Apa yang membuat mu jauh jauh datang kemari membawa dua bocah ke sini?"zero.
Dengan raut wajah malas dia menanyai alesteir dengan kata kata yang penuh kelancangan.
[Bersambung]
__ADS_1