
Di tengah malam yang sunyi, agate terduduk diam di kasur nya melihat mana yang sedang tertidur lelap. Dia merasa cemas karena melihat orang tercinta nya tidur.
"Aku masih mengkhawatirkan soal tadi siang, ketika aku pergi apakah ada yang akan menyerang mana? Sungguh buruk sekali"agate.
Suara langkah kaki terdengar dari luar ruangan, berjalan kearah kamar mereka berdua. Agate terlihat waspada dan bersiap akan sesuatu.
*Tok... Tok... Tok..
"Maaf jika menganggu, aku hanya ingin mengecek setiap kamar"???.
"Siapa kamu?"agate.
"Aku adalah pelayan baru disini yang berjaga di malam hari, izinkan aku masuk"pembantu penginapan.
Dia memperkenalkan diri sebagai pembantu yang baru bekerja disini, agate dengan kewaspadaan membuka kamar nya dan melihat keluar.
"Ternyata tuan belum tidur, apakah ada masalah?"pembantu penginapan.
Pembantu yang cantik dengan kulit putih cerah, wajah yang datar, dada yang sedikit besar, mengenakan pakaian yang banyak aksesoris, namun terlihat seperti pembantu. Dia membungkuk kepada agate dan dipersilahkan masuk ke dalam kamar miliknya.
"Maaf jika menganggu"pembantu penginapan itu mengecek setiap tempat dan furnitur-furnitur yang ada di dalam kamar agate bahkan melihat mana juga, sambil begitu dia juga sambil memperkenalkan nama nya.
"Nama ku Fina, Fina Ainhart"fina.
"Baiklah... Aku agate, murasa agate"agate.
"Nama yang bagus untuk seorang pahlawan"fina.
Agate terkejut dan menoleh dengan waspada yang semakin tinggi, dia bersiaga jika terjadi sesuatu dan menyiapkan sihir.
"Tenang lah, agate. Dia bukan musuh"miyuki.
"Miyuki?"agate.
"Hei.. hentikan ini, corrupted. Kau terlalu berlebihan untuk bercanda"miyuki.
Wajah fina kesal dan mulai tersenyum lalu menoleh ke arah agate dan mengatakan.
"Kau selalu menganggu ku, miyuki. Tidak bisakah sesekali untuk tidak menganggu hah..."Corrupted.
"Corrupted, tapi mengapa? Bukankah kau ada tugas dan hal semacam nya?"agate.
"Hah... Tugas ku sudah selesai, aku hanya ingin beristirahat dan menemui mu awalnya tapi karena aku mendengar celetuk mu tadi aku jadi menyamar agar bisa mendengar semua nya"corrupted.
"Dan menyamar adalah hal terbaik untuk menerobos pertahanan musuh, iya kan miyuki?"corrupted.
Miyuki dan corrupted tersenyum bersama seakan sudah saling akrab, agate sampai tidak dapat berkata apa-apa.
Di malam hari sunyi ini masih ada yang terbangun, agate, corrupted, dan miyuki. Mereka di ruangan yang sama dan di tempat yang sama.
"Jadi apa yang kau sebut aku adalah pahlawan?" Agate menanyai corrupted dengan kebingungan, namun corrupted langsung tersenyum dan mengatakan kata-kata yang sulit untuk dipahami.
"Seperti itulah yang ku sebut, karena akan ada bencana besar datang sebentar lagi" corrupted.
Bencana besar, ya pernah terjadi di masa lalu. Bencana besar adalah sebutan untuk kehancuran di perang tartarus pertama da tartarus kedua, untuk perang tartarus kedua terjadi karena iblis dan manusia tapi ini berbeda.
"Ini akan mengulangi perang tartarus pertama, aku yakin akan seperti itu" corrupted.
__ADS_1
"Perang... Tartarus pertama?.... Tapi itu sudah terjadi 17 abad yang lalu, kenapa kau berkata seperti itu?" Agate panik dengan pernyataan itu karena tidak mungkin perang tartarus akan dimulai lagi semenjak kedamaian berlangsung.
"Hah... Aku tidak tahu, yang terpenting kau harus maju, karena para hasutan ku sudah maju untuk mengalahkan mu" Ucap corrupted membuat agate langsung kaget dan berpikir keras, namun dia masih dapat tenang karena melihat mana yang tertidur pulas walaupun mereka sedang ribut.
"Baiklah aku pergi dulu"corrupted.
"Sebentar!" Agate mencela kata corrupted dan menyuruh nya untuk berhenti, corrupted menoleh kearah agate karena mungkin akan terjadi hal menarik.
"Ada apa?" Corrupted menanyai agate.
"Bisakah kamu membantu ku untuk melindungi mana? Aku sedikit khawatir karena di kota ini ada organisasi yang menculik orang akhir-akhir ini" ucap agate dengan kekhawatiran nya.
Corrupted langsung menghela nafas karena ujaran dari agate dan menatap agate lalu mengatakan.
"Dia akan aman, karena dia sangat kuat. Aku yakin kau tidak mengetahui nya tapi dia sangat kuat" cakap corrupted dengan serius membuat agate pun terkejut.
"Kalau begitu aku pergi ada urusan lagi yang mengganggu" melambaikan tangan kepada agate dan langsung pergi melewati portal itu kembali.
"Malam ini terlalu melelahkan" ujar kelelahan agate dengan lesu.
"Ya, aku terbangun karena corrupted. kau bisa tidur sekarang" cakap miyuki dan menyuruh agate untuk beristirahat hari ini, agate menerima nya dengan langsung tidur di kasur di belakangnya.
~
Pagi hari tiba dengan sangat cerah, mana terbangun lebih duluan sebelum agate dan membereskan kamar dengan kasur nya, agate masih saja tertidur tenang. Mungkin dia kelelahan karena pembicaraan larut malam kemarin.
Namun anehnya dia bangun dengan mata tertutup dan membuka mata, bukan agate yang terbangun tapi miyuki.
"Selamat pagi, mana!" Ucap selamat miyuki yang menyapa mana dengan penuh senyuman.
"Pagi, miyuki" ucap jawab mana dengan senyuman manis nya di awal pagi, sayang agate tidak dapat melihat senyuman manis di pagi hari milik mana.
"Ah... Mana kamu sudah bangun dan juga miyuki, kau bangun lebih cepat ya miyuki" ujar cemburu dari agate kepada miyuki dan miyuki malah menjawab dengn cengir.
"Kalau begitu aku akan memesan makanan, kau mandi dulu saja mana" ucap wibawa agate dengan penuh semangat di pagi hari.
"Iya, aku duluan ya agate"ucap senyum mana.
"Baiklah" jawaban yang diberikan agate.
Agate berjalan kebawah tangga dengan santai dan mana memasuki kamar mandi di kamar nya, namun karena disini tidak ada genre yang hal-hal bersifat itu jadi kami tidak dapat memberitahu apa yang terjadi di dalam kamar mandi.
Agate sudah menuruni tangga dan bertemu dengan thiana dan gerald yang sudah berada di pagi hari ini.
"Selamat pagi, ibu thiana dan tuan gerald" ucap selamat pagi milik agate dan miyuki kepada mereka berdua, tapi mereka terkejut karena ada dua suara dalam satu orang.
"Hei, hei.. kenapa dengan mata mu itu dan juga suara mu" ucap kebingungan gerald sambil menunjuk kemata agate.
Agate dengan santai menjelaskan apa yang terjadi dan apa yang sekarang dia miliki dia dengan tenang menjelaskan.
"Jadi seperti itu, baiklah" ucap ibu thiana yang memahami masalah yang terjadi kepada agate.
"Kalau begitu aku ingin memesan makanan untuk dua orang" agate memesan makanan kepada ibu thiana dan ibu thiana menerima nya lalu pergi kedalam dapur, agate berbalik arah dan bertatapan dengan gerald.
"Ada apa? Ah... Kau ingin tahu tentang kota ini?" Ucap nya seperti tahu apa yang diinginkan agate, dia menjelaskan kepada agate.
Kota yorkdania, kota indah yang memiliki banyak sekali daun menari di sekitar nya, tapi selain itu kota ini memiliki yang nama nya serikat yaitu serikat dungeon, karena akhir-akhir ini ada banyak sekali lubang dalam yang jika dimasuki akan berada di perbatasan dunia bawah dan atas. Maka dari itu kota ini menyiapkan serikat dungeon untuk para petualang dan setiap buruan yang di dapat dapat ditukar menjadi kepingan, namun baru-baru ini ada organisasi yang mulai bergerak di dunia atas dan membuat orang-orang tidak keluar untuk beberapa saat selain itu raja sedang sibuk dan depresi karena anak nya diculik.
__ADS_1
"Jadi disini ada serikat dungeon, baru pertama kali aku mendengar itu" ujar dari agate sambil mendengar penjelasan dari gerald.
"Kalau begitu bisakah aku menjadi petualang di serikat?" Cakap nya semangat ingin menjadi petualang.
"Tentu, karena keadaan sekarang dungeon jadi banyak sekali dan petualang semakin sedikit karena masalah yang terjadi" ucap gerald kepada agate dengn senang hati.
"Baiklah makanan sudah siap" ibu thiana datang dengan membawa makanan kepada agate dan tepat disana mana pun sudah selesai mandi.
"Mana, mari kita makan dahulu" ucap agate mengajak mana untuk makan terlebih dahulu.
~
Setelah makan di penginapan milik ibu thiana dia pamit untuk sementara dan mengikuti gerald yang ingin menunjukkan serikat dungeon kepada agate dan mana.
Mereka berjalan tidak jauh dari penginapan milik thiana dan terlihat bentuk dari serikat itu memiliki sebuah tameng dan dua pedang menyilang sebagai lambang dan dua pilar batu di samping sebagai penahan dan pintu koboi sebagai alat masuk nya.
"Selamat datang di serikat dungeon" seru dari gerald dan didalam nya banyak orang bersorak karena ada tamu baru, agate dan mana cukup gugup akan itu. Namun ada beberapa orang yang terlihat sangar kepada mereka.
Agate dan mana berjalan ke arah resepsionis yang ada disana dan menyapa resepsionis.
"Halo, selamat datang di serikat dungeon" ucap resepsionis tersebut menyapa ramah agate dan mana.
"Perkenalkan nama ku mary" dengan tenang dia memperkenalkan mana nya sebagai mary.
"Senang kenal dengan mu, mary. Nama ku adalah murasa agate dan dia adalah nirvana mana" dengan ramah agate memberi namanya kepada mary.
"Kami ingin mendaftar sebagai petualang" ucap singkat agate kepada resepsionis tersebut dengan santai.
"Baiklah, silahkan cek peran yang kamu bisa dengan cermin ini" dia menunjukkan cermin hitam pekat yang ada di samping nya dan membawa nya keluar, seketika orang-orang sekitar bersemangat dan mulai fokus kepada mereka.
"Eh... Kenapa dengan mereka?" Ucap agate kebingungan dengan kelakuan orang-orang disana, namun mary menanggapi nya dengan tenang.
"Bagi mereka, ini adalah pertunjukkan yang menarik, karena tidak banyak yang memiliki kekuatan dahsyat jadi mereka terlihay bosan setiap saat, tapi mungkin mereka sedang optimis kali ini" ucap mary dengan tenang.
Agate meminta mana untuk menjadi yang pertama, awal nya mana ragu tapi dia memberanikan diri dan menyentuh kaca dari cermin itu. Sesuatu terjadi dengan guncangan dan sebuah angin terasa dari kaca, lalu cermin itu memperlihatkan sebuah tulisan kuno yang bertuliskan.
"Pahlawan wanita dengan hati yang lembut"
Orang-orang terkejut dan bersorak karena kejadian sebelum nya, kemungkinan mereka senang karena mendapat kejadian menarik.
"Dengan itu nirvana mana, kamu berada di dalam peran penyihir cahaya" ucap mary yang melihat arti dari kata tersebut, mana senang dan tersenyum kepada agate, agate ikut tersenyum lalu maju kearah cermin.
Dia mengangkat lengan nya menuju cermin namun waktu terhenti dalam beberapa detik dan suara terdengar di kedua kupinh agate.
"Apakah kau yakin? Jika kau melakukan nya sekarang maka tidak akan berubah. Kau mungkin saja akan di cap mengerikan oleh mereka" suara mengerikan yang terdengar , anehnya seperti familiar, agate baru menyadari nya bahwa yang berbisik adalah salah satu di dalam dirinya.
"Ancient demon"
"Aku tidak tahu akan terjadi apa, tapi aku yakin takdir tidak akan seburuk itu" dengan senyuman berani nya dia menanggapi kata-kata ancient demon dengan keren.
Lalu waktu berjalan dan agate mulai menyentuh kaca cermin awalnya tidak ada respon apapun bahkan cermin seakan tidak memperlihatkan apapun.
"Apaan dah? Cewek nya bagus tapi cowoknya kayak gitu? Hahahaha" orang-orang mulai tertawa karena tidak ada respon dari cermin nya, namun.
Getaran dahsyat dari cermin mulai terasa dan membuat beberapa meter dari sana ikut bergetar, seakan gempa mereka kaget dan berpegang kepada sesuatu, lalu sambaran petir gelap pekat namun memiliki cahaya merah keluar, tapi belum sampai situ beberapa elemen ikut keluar : cahaya, kegelapan, air, api, angin, bumi. Mereka ikut keluar dan mengguncang cermin sehingga hampir retak hal ini membuat orang-orang panik dan bersiaga namun guncangan berhenti dan keluar tulisan di dalam cermin yang mengejutkan agate, mary, bahkan mana.
"Seseorang penghancur yang di cintai dewi kematian dan leluhur-leluhur nya"
__ADS_1
"A, apa maksudnya ini?" Kejut agate seakan tidak percaya akan ini.
[Bersambung]