
Adi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat wajah Sonia yang seperti baru saja mengalami kerugian besar.
Tetapi dia tidak peduli, hanya sebuah televisi saja, biasanya dia juga tidak begitu menonton televisi, lagipula asalkan dia mau, dia bisa saja memindahkan seluruh televisi yang ada di semua toko elektronik.
Saat itu Christy berjalan ke arahnya, Sonia yang melihatnya langsung berkata, “Putriku, kamu baik sekali pada kami, sampai beli TV yang begitu mahal, aku dan Ayahmu senang sekali.” ujar Sonia.
“Benar, sekarang putri kita sudah hebat, sebagai orang tua kami merasa sangat bersyukur.” kata Irwan menimpali.
Christy sangat kebingungan, televisi ini sama sekali bukan dia yang beli.
“Ibu…” Christy ingin menjelaskan pada mereka.
“Sayang, Ibu tahu ini maksud baikmu, dan karena kamu adalah putri kami jadi kami juga tidak akan sungkan menerimanya. Memiliki putri seperti dirimu merupakan berkah buat kami, tidak seperti Adi manusia tidak berguna itu, makan dan minum dari keluarga kita tetapi sama sekali tidak memberikan kontribusi sedikitpun.”
Sonia tidak memberikan Christy kesempatan untuk bicara, lalu dia melanjutkan kata-katanya, “Televisi yang kamu belikan untuk kami begitu mahal, jadi mulai sekarang jangan biarkan Adi menyentuhnya, jika sampai televisinya rusak, aku pasti akan sakit hati sekali.”
“Ibu, televisi ini…” Christy merasa panik, televisi ini Adi yang membelinya, jika tidak membiarkannya menyentuhnya, itu sungguh keterlaluan.
“Sudahlah, Christy, Ibu mengerti maksudmu, jangan dibicarakan lagi, aku dan Ayahmu mau menonton televisi sebentar, kamu kembalilah ke kamar dan istirahat.” Sonia sama sekali tidak memberikan kesempatan Christy bicara.
Lalu dia menolehkan kepalanya dan melotot pada Adi, dan bergumam, “Benar-benar orang tidak berguna, kenapa dia bisa menikahi orang tidak berguna sepertimu.”
Christy melihat Adi dengan wajah penuh rasa bersalah.
Adi tersenyum kepadanya, menunjukkan kalau dia sama sekali tidak peduli dan berkata, “Mari kembali ke kamar.”
Sesampainya di kamar, Christy mengerutkan bibirnya dan menatap Adi, dengan perasaan yang tidak enak berkata pada Adi, “Maaf, Ibuku seperti itu, jelas-jelas televisi itu kamu yang membelinya.”
“Tidak apa-apa, siapapun yang membelinya sama saja, tidak usah pusing karena masalah sepele seperti ini.” kata Adi.
Lalu, dia pun pergi membereskan kasurnya di lantai.
“Terima kasih.” Kali ini Christy dengan tulus berterima kasih pada Adi, beberapa hari ini dia telah banyak membantunya dan telah bekerja keras, sedikitpun tidak mengecewakannya.
Mengingat kinerja Adi yang cukup bagus, bagaimana kalau….membiarkannya tidur di tempat tidur?
__ADS_1
Saat berpikir sampai disini, jantung Christy berdetak dengan sangat kencang, wajahnya merah merona
Jika membiarkannya tidur di tempat tidur, apakah dia bisa melakukan sesuatu padaku.
Kalau nanti dia tidak bisa menahan diri, dan aku di…..
Lebih baik nanti saja, lagipula jika dia benar-benar tidak bisa menahan diri, dia harusnya akan merangkak naik ke tempat tidur dengan sendirinya.
Sudah menikah begitu lama, jika dia benar-benar menginginkannya, juga bukan tidak boleh jika memberinya....
Setelah membayangkan hal tersebut, Christy lalu berbaring di tempat tidur, tidak lama kemudian dia pun tertidur.
Keesokan harinya, Adi menemani Christy pergi ke Vila kediaman keluarga Kusnadi untuk mencari Harry untuk mengadukan perbuatan Michael.
Mereka berdua berjalan sampai ke depan gerbang kompleks, Adi lalu berjalan menuju gerobak mie ayam.
“Bos, tolong buatkan dua bungkus mie ayam.” kata Adi.
Pria paruh baya tersebut mengangguk dan mulai membuatkan mie ayam.
“Tidak perlu berterima kasih, kalian suami istri saling mencintai, aku tidak ingin melihat sesuatu terjadi pada kalian.” kata pria baruh baya tersebut sambil tersenyum.
“Kamu bisa mengetahui kalau ada orang yang sedang mengincar kami, seharusnya kamu juga bukan orang biasa.” kata Adi
Dulu saat pertama kali melihat pria paruh baya tersebut, dia sudah merasa kalau pria ini tidak sederhana, dan kejadian kemarin membuatnya semakin yakin dangan perasaannya.
“Apa yang bukan orang biasa, aku hanya seorang penjual mie ayam.” kata pria paruh baya tersebut.
Melihat pria paruh baya yang enggan mengakuinya, Adi pun tidak meneruskan lagi kata-katanya.
Setelah mengambil mie ayamnya, Adi pun pamit pada pria paruh baya tersebut, lalu berbalik badan dan berjalan ke arah Christy, lalu keduanya bergegas pergi ke vila keluarga Kusnadi.
……
Michael dan Wani sudah datang ke vila keluarga Kusnadi pagi-pagi sekali.
__ADS_1
Harry masih belum turun dari lantai atas, mereka berbicara dengan suara pelan.
“Kak, kamu yakin kalau Christy sudah di…oleh Harimau Gunung” tanya Wani.
“Apakah hal ini masih perlu diragukan? Walaupun kemarin ada sedikit masalah, Adi si idiot itu mengetahui kalau anggur tersebut dimasukkan obat, tetapi akhirnya Harimau Gunung datang dan turun tangan sendiri, dan Adi si orang tak berguna itu pasti tidak akan bisa mengalahkan Harimau Gunung.” kata Michael yakin.
“Lalu kejadian di belakangnya, kamu lihat?” tanya Wani.
“Tidak, setelah Harimau Gunung datang, aku langsung pergi, tapi kamu tidak perlu meragukan cara kerja Harimau Gunung, dan lagi kalau dia tidak berhasil melakukannya, dia pasti akan menghubungiku, kemarin teleponku seharian tidak berdering, mungkin saja sekarang, dia masih bersenang-senang dengan Christy.” kata Michael.
Tiba-tiba terlihat senyuman sinis di wajah Wani, dia berkata, “Christy si wanita ****** ini, menikah begitu lama saja tidak membiarkan Adi menyentuhnya, malah sekarang dipakai Harimau Gunung semalaman, aku sangat ingin tahu bagaimana perasaannya sekarang.”
“Mungkin dia sudah ketagihan, dan bersedia menjadi anjing betina Harimau Gunung.” Michael juga tertawa menghina.
Tidak lama kemudian, Harry turun dari atas, Michael dan Wani langsung mulai menfitnah Christy di depannya.
“Kek, Christy si wanita ****** itu, kemarin malam dia tidak pulang ke rumah demi bisa menyenangkan Harimau Gunung, dia sungguh mempermalukan keluarga Kusnadi.” kata Wani.
“Jangan bicara sembarangan, aku sangat tahu jelas Christy orang seperti apa, kamu jangan menfitnahnya.” kata Harry setelah mendengar kata-kata Wani dengan nada dingin.
“Kek, apa yang Wani katakan itu memang benar, kemarin malam aku melihat dengan mata kepala sendiri kalau Christy sedang makan malam bersama dengan Harimau Gunung, itulah yang mereka berdua bicarakan, dan juga Christy terus-menerus menempelkan badannya pada Harimau Gunung, itu yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri.”
Harry tiba-tiba menggebrak meja dan langsung berdiri.
“Apa! Beraninya dia melakukan perbuatan yang mencoreng nama baik keluarga Kusnadi! Benar-benar membuatku marah! Sekarang juga suruh dia ke sini, aku akan bertanya secara langsung kepadanya, jika memang benar begitu adanya, selamanya jangan berharap untuk menginjakkan kaki di rumah keluarga Kusnadi!”
“Kek, mungkin saja Christy belum turun dari tempat tidur Harimau Gunung.” kata Wani.
Tangan Harry mulai gemetaran, “Bagaimana dia bisa bersama dengan Harimau Gunung? Keluarga Kusnadi selama ini tidak pernah berurusan dengan orang seperti Harimau Gunung, Christy benar-benar mencoreng wajah tuaku ini.”
“Apa Kakek lupa, saat kita mengadakan pameran barang antik waktu itu, kita menangkap orang-orang Harimau Gunung, mungkin Christy takut Harimau Gunung balas dendam, makanya dia sengaja pergi untuk menyenangkannya.” kata Michael, dia berkata seolah-olah kejadian waktu itu tidak ada hubungannya dengannya.
“Hmph, benar-benar bikin emosi!” Harry berkata dengan suara penuh amarah.
Lalu pada saat itu, asisten rumah tangga keluarga Kusnadi berlari masuk dan berkata, “Tuan besar, Christy dan Adi sudah datang, mereka mengatakan ingin menemui Anda.”
__ADS_1