
James sedang duduk di sofanya dengan bangga menatap televisi seharga 78 juta rupiah yang ada di hadapannya, dia merasa sangat senang.
Seumur hidupnya, dia baru pertama kali melihat televisi yang begitu mahal, walaupun banyak sekali yang tidak dia mengerti, tetapi dia tahu kalau barang yang mahal pasti sangat bagus.
“Sonia wanita bodoh itu, ternyata percaya kalau aku akan memberinya 82 juta untuk membeli televisi ini, demi untuk mendapat keuntungan empat juta, dia dengan tidak sabar memberikan televisi ini untukku.”
“Televisi ini akan aku gunakan dulu, jika mereka meminta uangnya, aku akan mengatakan belum ada, empat atau lima tahun kemudian aku akan mengembalikan televisi ini pada mereka, dengan begitu aku bisa memakai televisi ini secara gratis.”
James sangat bangga dengan kecerdasannya, beberapa tahun ini, dia sering sekali memakai cara ini untuk menipu orang
Saat dia menonton televisi dengan santai, tiba-tiba ada yang menggedor pintunya, dia berdiri dan berjalan sampai ke pintu, setelah melihat kalau orang yang ada di depan pintu itu adalah Adi, dia langsung menutup kembali pintunya.
Adi tidak menyangka kalau James ternyata begitu tidak menganggapnya, lalu dia pun mengetuk pintunya sekali lagi.
James dengan tidak sabar membuka kembali pintunya, dengan nada ketus berkata, “Kenapa kamu menggedor pintuku? Apa begitu mendesak? Aku tidak menerimamu di sini, kamu cepat pergi dari sini.”
Tidak ada orang Bandung yang tidak mengetahui reputasi Adi, sebagai seorang penipu, James juga tidak pernah menganggapnya.
“Paman Wang, aku datang untuk menagih uang televisi sebanyak 80 juta , kamu sudah memindahkan televisinya, harusnya kamu juga sudah harus menyelesaikan pembayarannya.” Kata Adi
“Kamu itu siapa, beraninya datang ke sini untuk meminta uang padaku? Adi, siapa yang tidak tahu bagaimana kedudukanmu di keluarga Kusnadi, apakah mungkin Sonia menyuruhmu datang ke sini untuk menagih uang? Aku lihat kamu datang ke sini untuk menipu uangku.” Kata James merendahkan.
Adi mengerutkan dahinya, dalam hati berpikir, James ini memang benar-benar penipu, kata-katanya sedikitpun tidak mempedulikan perasaan orang.
“Paman Wang, tidak peduli siapapun yang datang menagih uang ini, kamu harus membayarnya." kata Adi dengan sabar.
Sebenarnya dia berpikir kalau James bersedia memberikan uangnya dengan jujur, dia tidak perlu lagi menyuruh Jonathan dan yang lainnya untuk maju, tetapi jika dia tidak mau memberikannya, jangan salahkan kalau dia tidak sungkan lagi terhadapnya.
James sebenarnya ingin memarahi Adi, tetapi saat itu dia tiba-tiba memutar bola matanya, dan tersenyum kepada Adi.
“Baiklah, aku mengerti, melihat kamu yang sudah khusus datang kesini, aku akan mengantarkan uang itu kepada Sonia malam ini.” Kata James
__ADS_1
Adi terkejut, tidak disangka James bisa tiba-tiba berubah pikiran, dan berinisiatif untuk mengantarkan uang tersebut.
Dia awalnya mengira kalau James akan berdebat dengannya, dan tidak akan memberikan uangnya.
Tapi ternyata dia malah setuju memberikan uangnya, jika begitu dia tidak perlu lagi menyuruh Jonathan dan yang lainnya naik ke atas.
“Kalau begitu, maaf kalau sudah merepotkanmu.” Kata Adi.
“Oh ya, Adi, coba kamu lihat sebentar televisinya, aku tidak begitu bisa menggunakannya.” Kata James.
Adi berjalan masuk kedalam, mengajari James bagaimana menggunakan televisi itu, setelah itu dia dia lalu turun ke bawah.
Jonathan dan lainnya melihat Adi turun dari rumahnya, langsung menghampirinya dan bertanya, “Kakak Adi, bagaimana? Apa perlu kami naik ke atas?”
“Sementara tidak perlu, kalian pulanglah dulu, jika ada masalah aku akan menghubungi kalian.” Jawab Adi.
Jonathan menganggukkan kepalanya, lalu membawa orang-orangnya pergi dari tempat itu.
Sonia yang melihat kedatangan James dan mengira kalau dia datang untuk membayar uang televisi langsung menyambutnya dengan gembira.
James duduk di sofa, sedikitpun tidak merasa asing, dia langsung mengambil makanan yang ada di meja.
Setelah dia kenyang, dia berjalan melenggang ke sofa dan duduk bersandar di sana, seolah-olah seperti rumah sendiri.
Sonia melihat dia yang seperti itu, sedikit merasa cemas, lalu mencoba bertanya padanya, “Kakak Wang, kamu sudah membawa pergi televisiku selama dua hari, uangnya…”
“Apa!” James tiba-tiba berteriak, “Kamu masih ada muka untuk membahas tentang televisi dan juga uang itu denganku,? Sebenarnya aku berencana memberimu uang, tetapi sekarang, aku tidak akan memberikannya padamu sepeserpun.”
Mendengar perkataannya, hati Sonia mulai berdegup kencang, Christy dan Irwan Kusnadi langsung menghampiri mereka, ingin mengetahui apa yang telah terjadi.
“Kakak Wang, ada apa ini, televisiku itu adalah televisi baru.” Kata Sonia dengan panik.
__ADS_1
“Televisimu itu memang televisi baru, dan aku liat masih sangat bagus, awalnya aku berencana untuk memberimu uang malam ini.” Kata James.
“Lalu, kenapa?” tanya Sonia dengan bingung.
James menoleh ke arah Adi, dan berkata, “Seharusnya televisinya masih baik-baik saja, tetapi hari ini Adi datang ke rumahku, dia ingin menagih uang dariku, aku mengatakan kalau akan memberikan uang itu kepadamu, lalu dia pergi menyentuh televisi itu sebentar, dan hasilnya pada saat aku mau menonton ternyata televisi itu sudah rusak.”
Sonia dan Christy membelalakkan matanya, tidak menyangka akan begitu.
Dan Adi saat ini baru mengerti, kenapa tadi James tiba-tiba berubah pikiran, dan menyuruhnya membuka televisi tersebut, tidak disangka ternyata dia mau menjebaknya.
“Dan Juga, aku harus mengatakan padamu kalau Adi ini orangnya penuh niat jahat, hari ini dia datang untuk menagih uang dariku, apakah kamu mengetahui hal ini?” Tanya James.
Sonia menggelengkan kepalanya, amarahnya naik sampai ke ubun-ubun.
“Adik, orang ini mengatakan kalau kamu yang menyuruhnya ke tempatku, aku lihat dia ingin menelan uang itu sendiri, melihatku tidak mau memberikannya, dia lalu merusak televisi tersebut, menurutmu orang seperti dia bukankah hatinya busuk sekali, kenapa kalian memelihara orang seperti ini di rumahmu.” James menambahkan bumbu dalam perkataannya.
Sonia langsung berdiri dan mengarahkan jarinya ke wajah Adi dan berteriak, “Adi, kamu memang bajingan! Keluarga Kusnadi memberimu makanan dan pakaian, tidak disangka kamu masih mengincar uang keluarga Kusnadi, aku memang sudah buta, memelihara sampah sepertimu!”
“Ibu, dengarkan dulu penjelasanku,” kata Adi.
Christy juga tidak percaya kalau Adi bisa berbuat seperti itu, lagipula televisi tersebut juga Adi yang membelinya, jadi jika dia pergi managih uang tersebut adalah hal yang sangat wajar.
“Apa yang mau kamu jelaskan lagi, Kakak Wang sudah mengatakannya, apa semua perkataannya itu palsu?” Kata Sonia dengan putus asa.
“Ibu, jangan panik, dengarkan dulu penjelasan Adi, dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu, lagipula televisi itu…” Christy membantu Adi memberi penjelasan.
“Lagipula apa, aku sudah mengatakan kalau orang ini tinggal di rumah kita karena punya niat busuk, dan sekarang akhirnya ekor rubahnya sudah keluar.”
Sonia menolehkan kepalanya melihat kearah Adi, dan bertanya, “Aku tanya padamu, tadi pagi apakah benar kamu pergi ke rumah Kakak Wang?benarkah kamu menyentuh televisi itu?”
Adi menganggukkan kepalanya dan berkata, “Iya.”
__ADS_1
Sonia langsung menganggap kalau Adi membenarkan kata-kata James, lalu berkata pada Christy, “Dia sendiri juga sudah mengakuinya, sekarang apa lagi yang mau dijelaskan, Christy, besok kamu pergi mengurus perceraian dengannya, kita tidak bisa membiarkan pembawa bencana ini tinggal di rumah kita.”