
Cindy terlihat sangat marah, dan Christy sama sekali tidak terlihat emosional, dia tidak akan perhitungan dengan orang seperti itu, sedangkan Cindy sebaliknya.
Dia memelototi Wanita itu, lalu berkata, “Kenapa kamu berbicara seperti itu, atas dasar apa kamu menyuruh kami minggir? Apa mal ini milik keluargamu?”
Wanita itu tertawa terbahak-bahak, lalu berkata, “Atas dasar apa? Atas dasar aku sanggup membeli barang-barang ini, dan kalian tidak sanggup!”
Kata-kata Wanita itu langsung menusuk ke hatinya, dan dia tidak bisa memikirkan kata-kata untuk menyanggah perkataan Wanita tersebut.
Melihat Cindy yang tidak bisa mengatakan apa-apa, wanita itu semakin tidak terkendali, lalu dengan arogan berkata, “Orang-orang miskin seperti kalian, tidak seharusnya datang ke tempat ini, kalian pergilah melihat-lihat di tempat kosmetik murahan, daripada membuang waktu semua orang disini.
“Kamu!” dada Cindy naik turun menahan emosi
Wanita itu tidak merasa ada yang salah dengan sikapnya, menurutnya menghadapi orang miskin memang harus begitu.
“Aku lihat kalian berdua sangat cantik, jika mencari pria kaya, kalian mungkin bisa membeli kosmetik yang ada di sini, tetapi sepertinya kalian sudah tidak bisa mendapatkan pria seperti itu.”
Sambil berkata, dia sambil menatap ke arah Adi, tatapan matanya semakin sinis.
“Lelaki ini, sekali melihatnya saja sudah tahu kalau dia tidak punya kemampuan apa-apa, siapa dari kalian yang menikahinya, seumur hidup ini jangan berharap bisa membeli kosmetik yang ada di sini.” Gumam wanita itu.
Walaupun Cindy sangat tidak senang melihat wanita yang ada di depannya itu, tetapi menurutnya kata-kata wanita itu tadi memang tidak salah.
Dia lalu menoleh ke arah Adi dan memelototinya, lalu berkata, “Yang dia katakan memang benar, jika saja kamu punya sedikit kemampuan, Christy tidak perlu menerima perlakuan seperti ini.”
Adi benar-benar tidak berdaya, tidak peduli ke mana pun dia pergi, bahkan tidur pun dia selalu menjadi sasaran.
Christy menarik lengan Cindy, lalu berkata, “Sudahlah, kita tidak perlu banyak perhitungan dengan orang seperti itu, jika sekarang kamu belum mau membelinya, nanti kita baru kembali lagi ke sini.”
“Cih, nanti kembali lagi juga sama saja, kalian juga tidak akan sanggup membelinya, wajah cantik juga sama saja, tidak ada lelaki yang bersedia mengeluarkan uang untuk membelikan kosmetik ini untuk kalian.” Wanita itu mengoceh tiada henti.
Pada Saat ini, kepala penjaga toko berjalan menghampiri mereka, saat Wanita itu melihatnya, dia langsung berjalan ke arahnya dan berkata, “Kalian cepat usir tiga orang miskin ini dari sini, agar tidak mempengaruhi mood belanjaku.”
__ADS_1
Kepala penjaga toko itu melirik wanita itu dan wajah yang tidak ramah, lalu berkata dengan nada dingin, “Maaf, jika kamu tidak sopan pada pelanggan VIP kami, orang yang akan kami usir adalah kamu.”
Mendengar kata-kata kepala penjaga toko tersebut, dia langsung tercengang, Cindy dan Christy juga terlihat sangat bingung.
Pelanggan VIP?
Apa yang terjadi?
“Apa maksudmu, tiga orang miskin itu, sama sekali tidak sanggup membeli kosmetik yang ada di sini, bagaimana bisa jadi pelanggan VIP kalian, aku adalah pelanggan yang datang untuk membeli produk kosmetik kalian, melihat sikap kalian yang seperti itu, aku tidak jadi lagi membelinya.” Kata wanita itu dengan sangat marah.
Penjaga toko tersebut tidak menggubrisnya, wanita ini sama sekali bukan pelanggan besar jika dibandingkan dengan Adi.
Ada orang yang khusus memberi pesan padanya, jika dia bisa membuat Adi dan dua wanita di sampingnya bahagia, mereka akan mendapatkan bisnis yang besar.
“Tiga pelanggan terhormat, kami sungguh minta maaf karena telah menyusahkan kalian, selama ini toko kami tidak pernah mengusir pelanggan yang datang untuk melihat-lihat, demi untuk menunjukkan ketulusan kami, dua set kosmetik ini, kami berikan untuk kalian.”
Kemudian penjaga toko tersebut berbalik badan dan menyuruh yang lain untuk mengambilkan dua set kosmetik yang dibungkus dengan kemasan yang indah dan memberikannya kepada Christy dan Cindy.
“Ini… tas dan make up mewah terbaru dari Chanel?” Cindy menelan ludahnya.
“Benar, produk kosmetik ini sangat cocok dengan karakter kalian berdua, aku percaya setelah kalian menggunakan produk ini, pesona kecantikan kalian akan semakin terpancar.” Kata kepala penjaga toko sambil tertawa.
“Tetapi harga satu set produk ini ratusan juta, kalian begitu saja memberikan kepada kami?” seru Cindy.
“Benar, dua set produk make up ini kami berikan untuk kalian berdua, mohon diterima.” Kata kepala penjaga toko dengan hormat.
Wanita yang berdiri di sampingnya tiba-tiba merasa sedikit iri, dia lalu berjalan kehadapan kepala penjaga toko dan berkata, “Berikan juga satu untukku.”
Walaupun wanita ini cukup kaya tetapi dia juga tidak rela membeli kosmetik semahal itu, dia datang ke toko tersebut juga hanya membeli produk yang paling biasa.
Sekarang melihat kepala penjaga toko tersebut memberikan produk tersebut kepada Christy dan Cindy secara cuma-cuma, dia tentu saja merasa kagum, iri dan benci.
__ADS_1
“Maaf, bagian Anda tidak ada.” Sikap kepala penjaga toko tiba-tiba berubah menjadi dingin.
“Atas dasar apa mereka dapat dan aku tidak dapat? Aku adalah pelanggan tetap kalian, kalian berbuat seperti itu, apa ingin kehilangan pelanggan sepertiku? Mereka berdua pasti tidak akan bisa menjadi pelanggan tetap kalian.” Kata wanita itu seolah-olah merasa kalau dia orang penting.
“Maaf, bagianmu tidak ada, kosmetik mereka berdua sudah ada orang yang membayarnya, jika kamu menginginkannya, kamu harus membayarnya sendiri.” Kata kepala penjaga toko
“Sudah ada yang membayarnya? Siapa yang membayarnya?” Cindy buru-buru bertanya.
“Maaf, kami tidak bisa mengatakannya.” Kata kepala penjaga toko tersebut, lalu diam-diam melirik pada Adi.
Christy tanpa sadar juga melihat ke arah Adi, seingatnya, Adi memiliki uang pribadi yang tidak sedikit."
Wanita itu baru saja mengatakan kalau Cindy pasti tidak dapat menemukan pria yang bersedia mengeluarkan uang untuk membeli kosmetik untuknya, dan sekarang tiba-tiba ada yang memberinya dan Christy satu set produk make up termahal, bisa dibilang hal itu secara langsung menampar wajahnya.
Melihat satu set alat make up yang ada di tangan Cindy dan Christy, dia merasa sangat iri dan geram.
“Hari ini kalian harus memberiku satu set kosmetik yang sama dengan mereka, kalau tidak… kalau tidak aku tidak akan lagi membeli produk kalian.” Wanita itu memukul dadanya dan mulai menggunakan segala cara untuk mendapatkannya.
Melihat kondisi seperti ini, kepala penjaga toko langsung memanggil petugas keamanan yang ada disana, dan berkata,” Usir wanita pembuat onar ini pergi dari sini, beritahukan pada toko cabang lain, kedepannya produk kita satupun tidak akan dijual kepadanya.
Petugas keamanan itu kemudian langsung mengusir wanita itu dari sana tanpa belas kasihan.
Melihat tampang wanita itu yang memalukan, Cindy dan Christy tertawa dalam hati, merasa kalau dia memang pantas mendapatkannya.
“Hmph, tadi berlagak begitu sombong, sekarang kenapa tidak bisa bersuara lagi. Mata anjing melihat orang lain rendah, sekarang semua toko Chanel tidak akan menjual produknya padamu lagi, aku mau lihat apakah kedepannya kamu masih bisa begitu arogan.” Kata Cindy dengan gembira.
Setelah melihat wanita itu diusir keluar, lalu Cindy kembali menatap produk kosmetik yang ada di tangannya, dan mengingat kembali hadiah yang dia dapat saat siaran tadi, di dalam benaknya muncul pikiran yang membuatnya sangat bersemangat.
Apakah jodohku benar-benar sudah mau datang?
Dia melihat ke arah Christy dan bertanya dengan penuh semangat, “Menurutmu, apakah orang yang membayar alat make up kita ini adalah pangeran berkuda putihku?”
__ADS_1