Menantu Terkaya

Menantu Terkaya
PENERUS GENG PENGEMIS


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Christy menata kembali suasana hatinya, dan dengan cepat dia sudah melupakan masalah tersebut.


Lagipula Michael Kusnadi dan Wani Kusnadi juga sudah mendapatkan hukumannya, walaupun hukumannya sangat ringan tetapi yang Christy mau hanyalah sebuah hasil.


Wani Kusnadi dikurung selama tiga bulan, tanpa izin dari Harry Kusnadi siapapun tidak boleh membiarkannya keluar.


Michael Kusnadi beberapa lagi akan berangkat ke Surabaya.


Untuk waktu yang lama, Christy tidak akan melihat kedua orang ini, tentu saja otomatis juga akan mengurangi masalah baginya.


Lagipula gajinya juga dinaikkan dua kali lipat, jabatan di perusahaan juga dinaikkan, kondisi di rumah jadi jauh lebih ringan.


Di hari keberangkatan Michael Kusnadi ke Surabaya, Adi menelepon Jonathan.


“Kirim orang untuk mengikuti Michael Kusnadi, tunggu sampai dia tiba di Surabaya, lalu suruh orang kita yang ada disana untuk memberinya pelajaran.” Kata Adi


“Kakak Adi, perlukah aku menyuruh orang untuk mematahkan tangan dan kakinya?” tanya Jonathan dengan bersemangat.


“Tidak perlu, buat saja agar dia trauma, cari cara agar bisa memasukkannya ke dalam pekerjaan marketing, biarkan dia dipukuli beberapa kali, atau buat dia jadi pengemis selama beberapa waktu juga boleh.” Kata Adi


Michael Kusnadi memperlakukan Christy dengan cara seperti itu, tentu saja Adi tidak mungkin bisa membiarkannya hidup tenang dan nyaman di tempat lain.


Dan mereka akan lebih gampang mengurusnya jika Michael Kusnadi meninggalkan Kota Bandung,


Dia menyuruh orang untuk membuatnya menjadi pengemis dalam beberapa waktu dan keluarga Kusnadi juga tidak akan mendapat kabar ini dalam waktu dekat.


Saat keluarga Kusnadi menemukan Michael Kusnadi, hukuman yang dia terima seharusnya sudah cukup untuk menebus kesalahannya kali ini.


Mengenai Wani Kusnadi, Adi sudah meminta Jonathan untuk mencari orang khusus mengintainya, jika dia berani menyelinap keluar dari rumah, Adi akan membuatnya merasakan apa yang dinamakan dengan nasib sial.


Di Kota Surabaya


Michael Kusnadi membawa koper berjalan keluar dari stasiun kereta api, wajahnya terlihat sangat tidak puas dan tidak senang.


“Brengsek, Christy sialan, jika bukan karena Wanita ****** itu, aku tidak perlu datang ke tempat seperti ini, temperamen Paman ketiga sangat jelek, sedikit-sedikit mau memukul orang, kali ini aku pasti akan sangat menderita.”

__ADS_1


Michael sambil bergumam sambil berjalan keluar


Saat dia melewati suatu gang kecil, tiba-tiba beberapa orang keluar dari dalam gang, mereka langsung menutupi kepala Michael Kusnadi dengan karung, tanpa mengatakan apa-apa mereka langsung memukulinya.


“Siapa kalian, aku ini tuan muda keluarga Kusnadi, jika kalian memang hebat tunjukkan wajah kalian padaku!”


Michael Kusnadi tidak menyangka, dia yang baru saja sampai di sana sudah langsung dipukuli dan dia juga lupa kalau keluarga Kusnadi hanya terkenal di Bandung dan termasuk keluarga nomor dua di sana, tetapi di kota ini jika menyebut nama Kusnadi sama sekali tidak ada gunanya


Orang-orang tersebut sama sekali tidak mempedulikannya, mereka menekannya di lantai dan menghajarnya dengan keras.


Orang yang mengutus mereka menginstruksikan untuk menangkapnya dan memukulinya dengan keras, asalkan tidak membunuhnya, akan lebih baik jika bisa memukulinya sampai tangan dan kakinya patah, dengan begitu saat mengemis akan lebih gampang.


Michael Kusnadi dipukuli sampai pingsan, saat dia terbangun kembali, dia mencium adanya aroma bau busuk disekitarnya, sangat menjijikkan.


Dia kemudian melepaskan karung yang ada di kepalanya, lalu membuka matanya dan menemukan kalau dia sedang tidur di atas tumpukan sampah, dan di sekelilingnya ada belasan geng pengemis yang sedang menatapnya dengan mata melotot.


“Ka… kalian siapa, tempat apa ini?” Michael Kusnadi sangat ketakutan.


Saat itu, seseorang yang terlihat seperti ketua geng pengemis berjalan ke arahnya, rambut orang tersebut terlihat seperti sarang burung, badannya juga sangat kotor.


Dia menatap Michael lalu berkata, “Kami adalah geng pengemis, mulai sekarang kamu adalah salah satu anggota kami, dan kamu harus pergi mengemis setiap pagi, lalu kamu harus menyerahkan setengah dari uang yang kamu hasilkan kepadaku, dan jangan coba-coba untuk melarikan diri karena anggota kami banyak sekali jadi kamu tidak akan berhasil, jika kamu melarikan diri sekali saja, aku akan mematahkan kakimu!”


Apanya yang penerus geng pengemis, bukankah hanya sekelompok pengemis bau.


Dulu Michael Kusnadi pernah mendengar kalau ada orang yang dengan sengaja mematahkan tangan dan kaki orang untuk dijadikan sebagai pengemis, tidak disangka dia bisa bertemu dengan orang-orang seperti itu disana.


“Kakak, lepaskan aku, aku adalah keturunan dari keluarga Kusnadi, jika kamu melepaskanku, aku akan memberimu dua miliar.” Michael Kusnadi memohon pada mereka


“Keluarga Kusnadi? Keluarga Kusnadi apa itu, aku tidak pernah mendengarnya, kamu jangan menggunakan uang untuk menebus orang, aku sekarang sedang mencari penerus untuk geng pengemis, kamu jangan tidak tahu diri.


Sudah cukup, sekarang bawa dia pergi mengemis, jika tidak patuh pukul saja.”


“Ketua pengemis”, setelah selesai berbicara, dia lalu berbalik badan dan berjalan menuju kursinya yang ada di sebelah tumpukan sampah.


Michael Kusnadi menangis pilu, tetapi tidak ada seorang pun yang memperdulikannya, orang yang bertanggung jawab membawanya, melihatnya terus berteriak tiada berhenti, langsung memasukkan kaos kaki ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Saat ini, karir “Geng Pengemis” Michael Kusnadi pun telah resmi dimulai.


Adi mengendarai motor listrik pergi ke perusahaan untuk menjemput Christy.


Saat melewati gerbang komplek, dia melihat pria paruh baya yang menjual mie ayam tidak ada disana, gerobak makanannya terlihat kosong.


Akhir-akhir ini Adi selalu ke sana untuk membeli mie ayam, bukan karena pria itu pernah memberi peringatan padanya, tetapi karena mie ayamnya memang sangat enak.


Sekarang melihatnya sudah tidak ada disana, Adi merasa seperti kehilangan sesuatu.


Sejak kejadian waktu itu, Christy mulai mengizinkannya untuk Mengantar jemput dirinya ke kantor


Dia berbuat demikian juga karena ingin punya waktu berdua dengan Adi, bagaimanapun perasaan bisa muncul karena dipupuk, dia sekarang merasa kalau Adi jauh lebih bisa diandalkan dibanding dulu, jika Adi bisa menunjukkan kinerja yang baik, dia tentu akan menerima Adi.


Mereka berdua sudah sampai di rumah, Sonia terlihat sedang duduk menonton televisi seharga 78 juta, walaupun hanya iklan tetapi Sonia tetap saja menonton dengan sangat serius.


Tetapi begitu dia melihat Adi yang sudah pulang, dia buru-buru mematikan televisinya, seolah-olah dia sangat rugi jika Adi ikut menonton televisi tersebut.


Melihat sikap Sonia, Christy lalu berkata, “Bu, Adi adalah bagian dari keluarga kita, kenapa sikapmu seperti sedang menangkal maling.


“Dia belum pantas menjadi bagian dari keluarga kita, dia hanya bawahan keluarga kita saja, kamu begitu berbakat, tunggu kalau kamu sudah bercerai dengannya, ibu akan mencarikan seorang pria yang baik untukmu.” Kata Sonia dengan jijik.


Christy tidak tahu harus berkata apa, dia melihat Sonia lalu meletakkan barang-barangnya dan pergi ke dapur untuk membantu Adi untuk menyiapkan makan malam.


Setelah selesai makan malam, mereka berdua bersama-sama balik ke kamar, Christy lalu meregangkan badannya, wajahnya terlihat sangat capai.


Belakangan ini karena jabatannya di perusahaan sudah naik, maka otomatis pekerjaannya juga semakin banyak dan melelahkan, beberapa hari ini dia menderita sakit pinggang dan punggung.


Dia langsung berbaring di tempat tidur, meletakkan tangannya di punggung dan memukul punggungnya dengan tangannya.


Melihat kelakuan Christy, tiba-tiba muncul ide yang berani dalam pikiran Adi


Linnus. Dia berjalan sampai ke tepi ranjang, lalu meraih lengan Christy.


Christy sangat kaget, segera membalikkan badannya dan langsung duduk di tempat tidur.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan!” Christy menatap Adi dengan sedikit gugup, dalam hatinya berpikir apakah pria itu sudah tidak tahan.


Adi tertawa dan berkata, “Aku lihat beberapa hari ini kamu sangat lelah, aku bisa  beberapa teknik pijat, jadi aku akan memijitmu, kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan hal yang di luar batas.


__ADS_2