
Selama Cindy melakukan siaran langsung, ini adalah pertama kalinya dia melihat ada konglomerat level kaisar masuk ke dalam ruang siarannya.
Jadi dia sangat memberi perhatian pada Matahari Pagi ini, dengan penampilannya, walaupun berada dalam sekelompok penyiar wanita, dia termasuk yang terbaik, jika Matahari Pagi ini adalah seorang pria, dia pasti tidak akan menolaknya
Sejak masuk ke ruang siarannya selain menekan tanda mengikuti, Matahari Pagi tidak mengucapkan sepatah katapun, hal ini membuatnya sedikit gugup dan curiga kalau Matahari Pagi hanya datang untuk melihat-lihat saja.
“Kakak Matahari Pagi ayo cepat bicara, Bunga Teratai sangat bahagia kamu datang berkunjung ke ruang siaranku, kita bisa menjadi teman.” Cindy menggodanya.
Dia baru menyelesaikan kata-katanya, lalu tiba-tiba layar ruang siarannya dipenuhi dengan pesawat luar angkasa.
Dan saat dia melihat ke pojok atas layar yang menunjukkan jumlah pesawat luar angkasa yang tadi diberikan untuknya, Cindy langsung tercengang.
Tidak hanya dirinya, tetapi semua orang yang ada di ruang siarannya juga sangat terkejut melihat hadiah tersebut, tidak sedikit orang yang sampai meragukan apa yang mereka lihat.
“Ya Tuhan, apakah mataku sudah buta, sampai melihat ada seratus pesawat luar angkasa?”
“Ini pasti hanya mimpi, bagaimana mungkin dalam sekali kirim bisa memberikan hadiah sebanyak itu, apakah ponselku kemasukan virus.”
“Ponselmu tidak kemasukan virus, aku juga melihat ada seratus pesawat luar angkasa.”
Christy yang duduk di sampingnya, melihat wajah Cindy yang tercengang lalu bertanya, “Kamu kenapa, apakah pesawat luar angkasa ini sangat mahal?”
Cindy menoleh dan melirik ke arah Christy, dengan suara gemetar berkata, “Satu buah pesawat luar angkasa harganya 10 juta.”
Christy mengangguk, dalam hati berpikir mahal sekali, tetapi tidak sampai tahap di luar batas wajar.
“Orang ini menghadiahkan seratus pesawat luar angkasa padaku.” Lanjut Cindy
Chirsty langsung membelalakkan matanya, dengan wajah yang sangat takjub berkata, “100 pesawat berarti… satu miliar?
Cindy juga tidak berani percaya dengan angka tersebut, tetapi di layarnya tertulis dengan sangat jelas, seratus pesawat luar angkasa, tidak mungkin salah.
“Kakak Matahari Pagi, terima kasih atas hadiahnya, kamu benar-benar membuat orang-orang terkejut dan takjub, aku cinta padamu.”
Mulut Cindy manis seperti madu, dia ingin sekali mencium matahari pagi yang ada di layarnya.
“Tetua, Anda sungguh luar biasa, hadiah seharga satu miliar, seumur hidupku saja aku juga tidak bisa menghasilkan uang sebanyak itu.”
__ADS_1
“Kakak Matahari Pagi sangat murah hati! Benar-benar tidak terkalahkan!”
“Hebat! Hebat! Hebat!”
“Sial, beginikah kehidupan orang kaya?”
“Khusus datang ke sini karena mendengar ada yang memberi hadiah seratus buah pesawat ruang angkasa?”
“Benar-benar luar biasa, aku sedang menonton pertandingan, lalu melihat ada yang memberikan seratus pesawat luar angkasa sebagai hadiah.”
“Sial, aku dari ruang siaran gadis bodoh datang untuk melihat-lihat ke sini, konglomerat seperti apa itu, apakah keluarganya memiliki tambang.”
“Teman peri lewat…”
Pesan yang muncul pada layar ruang siaran yang awalnya hanya ada beberapa puluh komentar, tetapi sejak Adi memberikan hadiah penghargaan, tiba-tiba layarnya dihujani oleh banyak komentar.
Pengaruh dari seratus hadiah pesawat luar angkasa sangat besar, dalam sekejap mata, popularitas Bunga Teratai langsung bertambah menjadi ratusan ribu penonton
Melihat fansnya yang bertambah begitu banyak, dia jadi sangat bersemangat, hadiah Matahari Pagi kali ini, tidak hanya membuatnya mendapatkan setengah keuntungan dari, seratus pesawat ruang angkasa tetapi juga memberi efek iklan yang bisa membuat acara siaran langsungnya semakin membaik.
Dia bahkan sudah mulai berandai-andai saat-saat dia berpacaran dengan tuan muda dari keluarga konglomerat tersebut.
Dia sama sekali tidak tahu kalau hadiah tersebut adalah pemberian Adi untuk Christy Kusnadi.
Saat dia tersadar kembali dari, Cindy lalu mengirim pesan pribadi kepada Matahari Pagi, “Kakak, ini adalah nomor whatsappku, ke depannya kita bisa sering keluar bersama.”
Adi melihat pesan tersebut dan sama sekali tidak menggubrisnya.
Melihat komentar-komentar di ruang siaran, dia merasa sangat lucu, tidak lama kemudian dia pun keluar dari ruang siaran tersebut.
Melihat Matahari Pagi yang tidak membalas pesannya, dan langsung keluar dari ruang siarannya, membuatnya merasa sedikit kecewa .
Tetapi dia berpikir, orang tersebut bisa memberikan hadiah semahal itu kepadanya pasti karena menyukainya.
Sekarang orang itu tidak menggubrisnya, pasti karena dia sedang sibuk dan tidak sempat membalas pesannya.
Kalau dipikir-pikir, konglomerat seperti itu pasti sibuk bekerja, ke depannya pria itu pasti akan datang mencarinya.
__ADS_1
Mengingat hal itu, Cindy tersenyum bahagia, dia sangat menantikan saat-saat pria konglomerat itu datang menemuinya.
“Christy, aku merasa jatuh cinta.” Cindy menatap Christy dengan ekspresi wajah penuh hasrat.
Christy tertawa melihatnya dan berkata, “Pada konglomerat yang memberi hadiah padamu?”
“Benar, aku rasa dia adalah pangeran berkuda putih yang ditakdirkan untukku, suatu hari nanti, dia pasti akan datang menjemputku dengan mobil mewahnya.” Cindy berkata dengan mata yang berbinar-binar.”
“Sampai saatnya nanti aku harus makan yang banyak, aku tidak akan membiarkanmu diculik begitu saja olehnya.” Christy berkata sambil tertawa.
Dalam hatinya, dia sangat iri pada Cindy, bagaimanapun tidak ada orang yang akan membenci uang, jika ada orang yang tiba-tiba memberinya begitu banyak uang, dia juga pasti juga akan senang sekali.
Tetapi saat teringat hadiah kalung seharga 100 miliar yang diberikan Adi untuknya maka jika dibandingkan pesawat luar angkasa ini tidak ada apa-apanya, dia jadi tidak merasa iri.
Jika Christy tahu kalau hadiah yang diberikan Adi kepada Cindy itu sebenarnya adalah untuknya, dagunya pasti akan turun sampai ke lantai karena terkejut.
“Mulai hari ini, aku harus mempersiapkan diri dan menunggu pangeran berkuda putihku datang menjemputku.” Ekspresi wajah yang penuh harap,
“Christy, tunggu saat pangeran berkuda putihku muncul, kamu harus datang menjadi saksiku, oke.” Kata Cindy
Chirsty Kusnadi mengangguk, dan berkata, “Baiklah, aku juga sangat menantikannya, aku ingin sekali melihat bagaimana wajah pangeran berkuda putihmu itu.”
“Haha, kamu boleh melihat, tetapi kamu tidak boleh ada perasaan padanya, dia adalah milikku.” Kata Cindy dengan sungguh-sungguh.
“Tenang saja, aku bukan orang seperti itu, jangan-jangan pangeran berkuda putihmu sudah berumur enam puluhan tahun.” Kata Christy bercanda.
“Huh, tidak boleh sembarangan bicara, pangeran berkuda putihku pasti tampan dan menawan, berbakat dan bisa mempesona para gadis yang tidak terhitung jumlahnya.”
Saat itu Adi berjalan keluar dari kamar, Cindy melihat Adi, lalu dengan jijik melengkungkan bibirnya, dan berkata, “Benar-benar mengecewakan, saat membahas pangeran berkuda putihku, orang tidak berguna itu malah keluar.”
“Aku merasa Adi juga sangat baik, mungkin saja dia tidak lebih buruk dari pangeran berkuda putihmu.” Kata Christy sambil tersenyum.
“Dia? Dia bahkan tidak pantas membawakan sepatu untuk pangeran berkuda putihku, Christy, bukan aku mau mengataimu, kamu menikahinya juga karena tidak berdaya, cepat atau lambat kamu juga akan menendangnya, saat pangeran berkuda putihku muncul, aku akan menyuruhnya mengenalkan beberapa pria berkualitas tinggi padamu, pasti lebih baik dari Adi seratus kali lipat.”
Adi tahu kalau pangeran berkuda putih yang dimaksud oleh Cindy adalah dia, dia juga tidak menyangka hadiah tadi bisa memberikan reaksi yang begitu besar pada Cindy.
Tetapi dia juga tidak berencana untuk mengatakannya, tidak tahu bagaimana reaksi Cindy jika mengetahui kalau pangeran berkuda putihnya ternyata adalah Adi ,orang yang dia sebut tidak berguna.
__ADS_1