
Konglomerat “Matahari Pagi” memberikan hadiah penghargaan sebesar satu miliar di ruang siaran Cindy, dalam waktu tidak lebih dari satu jam berita ini sudah menyebar ke seluruh jagad maya.
Hal ini bahkan masuk ke dalam daftar pencarian teratas di internet, dan membuat tidak sedikit orang yang ingin mengetahui bagaimana sosok matahari pagi yang hebat itu, yang sampai berani membuang uang sebanyak satu miliar untuk seorang penyiar wanita.
Banyak sekali awak media yang juga memanfaatkan kesempatan ini, dan mulai ikut memberitakan berbagai info tentang pria konglomerat tersebut untuk menarik perhatian para netizen.
Pada akhirnya orang-orang memilih percaya kalau Matahari Pagi adalah tuan muda dari keluarga konglomerat, dan karena menyukai Cindy makanya dia rela menghabiskan begitu banyak uang untuk memenangkan hatinya
Dan dalam waktu satu jam, gosip mengenai konglomerat dan Bunga Teratai pun bermunculan.
Ada yang mengatakan kalau mereka berdua dulu pernah bersama, lalu berpisah karena beberapa alasan, dan sekarang karena matahari pagi sudah sukses, dia kembali untuk memberikan hadiah penghargaan pada bunga teratai
Ada juga yang mengatakan kalau Matahari Pagi adalah ayah angkat Bunga Teratai, jadi memberikan hadiah satu miliar adalah hal yang lumrah.
Tetapi kebanyakan orang lebih percaya pada versi yang mengatakan kalau dia adalah tuan muda dari keluarga konglomerat yang jatuh cinta pada penyiar wanita tersebut.
Setelah Wani Kusnadi yang sedang dikurung di rumah melihat berita tersebut, dia tertawa mengejek.
“Tuan muda kaya apaan, bagaimanapun juga tidak mungkin bisa mengalahkan kehebatan calon suamiku.”
Di kantor pusat Shark tv live studio, Direktur teknis menatap beberapa layar komputer yang ada di hadapannya dengan mengerutkan dahinya.
Beberapa teknisi dengan kecepatan tinggi sedang memeriksa apakah ada kebocoran dalam sistem mereka.
“Bagaimana, apakah sudah tahu, apakah id Matahari Pagi memang memanfaatkan celah yang ada di sistem untuk mengirimkan hadiah itu?” tanya Direktur teknis.
“Tidak ada, sistem beroperasi dengan normal, sama sekali tidak ada yang aneh dengan akun Matahari Pagi ini.” Jawab teknisi tersebut.
Direktur teknis langsung mengerutkan dahinya, ini adalah kali pertama dia melihat ada yang memberikan hadiah sebesar satu miliar dalam sekali kirim, jadi dia selalau merasa kalau ada orang yang memanfaatkan celah dari sistem untuk memberikan hadiah tersebut.
Saat ini manajer dari shark tv berjalan ke arahnya, direktur teknis segera menghampirinya dan memberitahukan hal tersebut padanya.
Manajer itu tertawa setelah mendengar penjelasan dari direktur teknis lalu berkata, “Matahari Pagi ini adalah akun bos Shark tv kita, dia yang mengirimkan hadiah penghargaan tersebut jadi tidak ada yang salah dengan sistem.”
Direktur teknis dan para karyawan teknisi segera membelalakkan matanya setelah mendengar kata-kata manajer tadi, ternyata akun Matahari Pagi adalah akun bos mereka.
“Kedepannya jika akun bos kita muncul, kalian harus meningkatkan publisitas, apakah kalian mengerti.”
__ADS_1
“Baik!”
Dan sebagai pihak yang bersangkutan, Adi dan Cindy sama sekali tidak tahu kalau hal ini bisa mengundang reaksi yang begitu besar, mereka saat ini sedang berada di rumah Christy sedang membahas tentang jalan-jalan.
“Christy, aku lupa mengatakan padamu, kalau kali ini aku datang mencarimu untuk memberitahukan kalau minggu depan kita ada acara reuni dengan teman universitas, ketua kelas menyuruhmu ikut.” Kata Cindy
“Ha? Begitu cepat sudah mau mengadakan reuni? Christy sedikit kaget, beberapa tahun ini karena karirnya tidak begitu bagus dan juga reputasi Adi yang juga tidak begitu bagus, jadi setiap ada reuni, dia tidak begitu ingin ikut.
“Benar, jadi hari ini aku datang ke sini untuk mengajakmu jalan-jalan, aku ingin membeli alat make up, biar saat reuni nanti, wajahku berkilau dan membutakan mata mereka.”
“Aku dengar beberapa tahun ini karir ketua kelas sangat bagus, katanya dia sudah menjabat sebagai seorang manajer di Angkasa Surya Group, dan lagi dia masih belum melupakanmu, kamu harus cepat mengambil kesempatan ini.” Kata Cindy sambil tertawa.
“Jangan bercanda, aku adalah seorang wanita yang sudah menikah.” Christy menggelengkan kepalanya
“Emang kenapa kalau sudah menikah, siapa yang tidak tahu tentang perilaku Adi, ketua kelas adalah manajer di perusahaan angkasa surya, reputasi perusahaan tersebut beberapa tahun ini kamu juga pasti sudah mendengarnya, dan Adi hanyalah pria benalu yang hanya makan minum gratis di rumahmu, bagaimana mungkin dia bisa dibandingkan dengan ketua kelas.”
Cindy berkata sambil menatap Adi dengan tatapan merendahkan, dia sama sekali tidak merasa kalau dia sangat tidak pantas mengatakan hal seperti itu didepannya.
Christy sama sekali tidak memasukkan kata-kata Cindy ke dalam hati, karena dia tahu, Adi sama sekali tidak separah yang dikatakan orang lain.
Malah sebaliknya, selama bersama dengan Adi selama ini, membuatnya merasa kalau Adi adalah seseorang yang tidak bisa ditebak.
Christy bangkit dari sofa, lalu melihat ke arah Adi dan berkata, “Kamu ikutlah dengan kami.”
Adi tersenyum dan mengangguk.
Cindy langsung membelalakkan matanya, dengan kaget berkata, “Christy, apakah kamu sudah gila, kamu bahkan mengajaknya jalan-jalan dengan kita?”
Christy tertawa dan berkata, “Aku menyuruhnya ikut, supaya ada orang yang bisa membantu kita mengangkat barang belanjaan.”
“Christy, Jangan-jangan kamu… benar-benar berencana untuk hidup dengannya seumur hidup?” kata Cindy dengan rasa sedikit tidak percaya.
“Jika kinerjanya baik, bukan berarti tidak mungkin.” Christy tertawa
Adi juga jadi ikut tertawa mendengarnya.
Cindy merasa kalau telinganya bermasalah, dia tidak merespon untuk waktu yang lama.
__ADS_1
Mereka bertiga lalu pergi ke mal bersama-sama, karena Cindy ingin membeli beberapa alat make up jadi mereka pergi ke area yang menjual kosmetik kelas atas.
“Kalian belanja dulu, aku ke pergi ke toilet dulu.” Kata Adi
“Orang malas memang banyak kotoran dan kencing.” Kata Cindy menghina
Adi berbalik badan dan pergi meninggalkan mereka, dia tidak ke toilet, tetapi pergi ke area sudut yang ada di tikungan.
“Tuan muda, lama tidak berjumpa, anda kelihatan lebih segar.” Kata Pak Teddy sambil tertawa。
“Ada apa, katakan saja langsung” kata Adi dengan tenang
“Tidak ada masalah apa-apa, hanya saja melihat tuan muda datang ke sini berbelanja, jadi aku sudah membayar semua tagihan anda di mal ini, tidak peduli apa yang tuan beli, tuan tidak perlu membayarnya lagi.”
“Apa kamu mengira, dengan berbuat seperti ini, aku akan ikut kamu kembali ke keluarga Linnus?”
“Nyonya selalu percaya kalau dengan ketekunan, tidak ada hal yang mustahil.”
“Aku hanya bisa mengatakan padamu kalau kamu sudah berpikir terlalu jauh.”
Adi tidak basa-basi lagi, lalu berbalik badan dan kembali ke sisi Christy dan Cindy.
Keduanya sedang berdiri di depan konter kosmetik merek Chanel, kedua mata mereka menatap ke arah rak kosmetik yang ada di sana.
“Christy, aku dengar produk ini sangat bagus, aku dari dulu sudah ingin membeli satu set produk ini.” Kata Cindy
“Aku juga pernah mendengarnya, hanya saja harganya mahal sekali, harga satu set nya tiga sampai empat bulan gajiku.”
Christy tentu saja juga ingin mempunyai produk kosmetik yang bagus, tetapi apa daya gajinya terlalu sedikit, produk kosmetik seperti ini, dia hanya bisa melihatnya dengan mata.
Jika benar-benar mau beli, hatinya pasti sakit sekali.
Walaupun Cindy baru diberi hadiah penghargaan seharga satu miliar dan dia bisa mendapatkan setengahnya dari hadiah tersebut yaitu sebanyak lima ratus juta, tetapi dia juga sedikit tidak rela membeli kosmetik semahal itu.
“Christy, menurutmu apakah aku perlu membeli satu set kosmetik tersebut?” tanya Cindy sambil menatap Christy.
Christy belum sempat menjawab, tiba-tiba seorang Wanita berkacamata yang terlihat berumur tiga puluhan dan terlihat sedikit kaya berjalan ke arah mereka.
__ADS_1
Dia menatap Cindy dan Christy dengan wajah tidak senang dan berkata, “Jika tidak sanggup beli jangan memblokir jalan di sini, jangan menghalangiku memilih kosmetik.”