
setelah mereka sampai di taman belakang, mereka hanya saling diam setelah beberapa menit, Arini memulai pembicaraan.
" om mau bicara apa, Arini harus segera mengerjakan tugas, kalo om hanya diam Arini masuk ke dalam" jelas Arini
" om minta maaf, om tidak peka mohon maaf sudah menyakiti hati Arini, om tidak tahu kalau Arini memiliki rasa pada om, sebenarnya om juga ada rasa pada Arini, tapi om merasa om tidak pantas" jelas ayah Mila
" udah lah om lagi pula sudah berlalu, lagi pula om sudah bahagia dengan Tante mala" jelas Arini
" om sudah tidak ada hubungan lagi sama Mala, Mala kembali bersama suaminya" kata ayah Mila.
Arini hanya diam tidak menjawab ucapan ayah Mila, Arini yakin ayah Mila hanya berbohong untuk membuat Arini senang
" om tidak bohong, om suka sama Arini lebih tepatnya jatuh cinta semenjak kita bertemu didapur, om berhubungan dengan Tante Mala hanya untuk mengalihkan hati om, tapi hati om hanya untuk kamu" kata ayah Mila sambil menarik lalu menggenggam tangan Arini mengarahkan ke dadanya.
" om, jangan gini ga enak kalo ada yang liat" kata Arini sambil mencoba melepaskan tangannya dari tangan dan dada ayah Mila
" Rin apa di hati mu masih ada ga nama om " kata ayah Mila pada Arini. Arini hanya menunduk
" om jangan buat Arini bimbang, Arini takut om hanya mempermainkan hati Arini" kata Arini.
__ADS_1
"om, berkata jujur om mau kamu jadi pendamping om, jadi ibu anak-anak, jadi ibu buat Mila, kalo masalah Mila dia udah setuju tingggal kamunya mau ga sama om" kata ayah Mila
" dasar om masa nembak cewek ga romantis " kata Arini judes
" oh mau diromantisin, om ga bisa romantis bisa nya serius terus " kata ayah Mila
" dasar om kaku " kata Arini sebel
"hahaha.... hahaha.... hahahaha" ayah Mila tertawa. ayah Mila merangkul dan memeluk Mila
" biarkan begini sebentar, rasanya nyaman " kata ayah Mila
" Rin mas mau panggil mas bukan om lagi, kalo kamu manggil mas om terus disangkanya nanti kamu keponakan mas bukan calon istri dan ibu dari anak-anak mas" jelas ayah Mila
" lebay udah tua juga " kata Arini
" udah tua juga masih kuat buat bikin adiknya Mila
" ih mas mesum" kesel Arini
__ADS_1
" tua-tua gini kamu cinta kan" jelas ayah Mila
" iya mas anda nugroho, mas Mateng matengnya kebangetan" kata Arini
" itu sama aja sayang " kata ayah Mila
" udah ah yu masuk ibu sama Mila pasti menunggu kita didalam" jelas Arini
didepan Mila dan ibu panti sedang berbincang-bincang, dan menjelaskan kenapa Arini dan ayahnya berbicara berdua saja.
" loh Arini kemana" tanya ibu panti setelah membuat minuman untuk Mila dan ayahnya
" Arini dan ayah di belakang, mereka berbicara dari hati kehati, tapi nanti kalau ayah berkunjung kesini sendirian jangan biarkan lama-lama dengan Arini , mila ga mau adik Mila ada dan lahir sebelum waktunya" jelas Mila
" maksud kamu ayah mu dan Arini mereka saling jatuh cinta" kata ibu
" iya bahkan ayah mencoba melupakan Arini selama satu tahu ga bisa cinta ayah hanya untuk Arini seorang, setelah Mila lihat juga Arini badan nya makin kurus , Mila yakin Arini juga sama perasaan nya sama ayah, ini akibat ke egosan mila Bu makanya Arini menghindari kami
***********
__ADS_1
Bersambung