Mencintai Ayah Sahabat Ku

Mencintai Ayah Sahabat Ku
Bab 26


__ADS_3

********


part damar


hari ini mamah bilang akan berkunjung ke Indonesia, pasti membuat ku pusing tujuh keliling, pasti akan mencoba menjodohkan ku lagi anak atau cucu kolega mereka, membuatku malas pulang saja. aku sudah menduda selama enam tahu tapi orang tua ku udah kaya aku menduda sudah satu abad saja selalu di jodoh-jodohkan, mana perempuannya yang dijodohkan dengan ku ga ada yang bener gaya nya aja kaya ondel-ondel.


hari ini aku pulang kantor lebih cepat dari biasanya, karena dapat telpon dari art dania ngambek lagi, di saat aku buru-buru pulang aku tidak sengaja menabrak salah satu karyawati di kantorku.


bruk, gedebug suara jatuh


" aduh, bokongku " katanya meringis, akibat jatuh karena bertabrakan dengan ku


" mba ga papa kan" tanya ku, sambil mencoba membangunkan nya


" ga papa gimana, orang ditabrak sampe jatuh" keluh wanita itu, sambil berdiri tanpa menerima uluran tangan ku.


" saya minta maaf ya mba, nabrak Mba soalnya saya buru-buru" kata ku meminta maaf. wanita itu tidak merespon ku langsung pergi dari hadapan ku, baru kali ini ada seorang wanita tidak tertarik pada ku, biasanya mereka pasti mencoba menarik perhatian.

__ADS_1


aku pun langsung pulang dan setelah sampai dirumah , mamahku sudah menunggu di ruang keluarga, sambil menyilang kan tangan di dadanya, pasti kena omel lagi nih


" bagus ya, membuat anakmu jadi bahan bullyan lagi" katanya judes


" Dania kenapa mah" tanya ku pada wanita yang sudah melahirkan ku itu


" kenapa, kenapa anak mu jadi bahan bullyan teman-teman nya di sekolah gara-gara tidak punya ibu" kata mamah ku


" besok damar akan samperin kesekolah, sekarang Dania di mana" kata ku


" iya udah damar ke atas dulu, membujuk Dania supaya mau keluar" pamitku pada mamah sambil pergi menuju lantai atas.


sesampainya aku di depan pintu kamar Dania aku mencoba mengetuk pintu


tok...tok...tok....tok.... suara pintu diketuk,


" apa sih nek, kan Nia udah bilang tidak mau keluar, kenapa maksa aja sih" kata Dania di dalam kamar walaupun umur nya baru enam tahun tapi bicaranya udah lancar dan tidak cadel lagi.

__ADS_1


" ini ayah sayang, bukan nenek" kata ku


" ayah mau apa, Nia tidak mau ketemu ayah ayah selalu bohong" teriaknya dari dalam kamar


"iya ayah minta maaf, ayah akan buktikan tidak akan bohong lagi " kata ku membujuknya supaya keluar kamar


clek... suara pintu dibuka


" Nia cuma minta punya bunda yah" kata anak ku sedih sambil menunduk


' iya ayah minta maaf belum bisa mewujudkan ke inginan Nia doain ayah yah supaya cepat dapat bunda buat kamu sama kakak ya" kata ku meminta maaf pada Nia


" nia kecewa sama ayah bisa cuman janji-janji doang" katanya sedih


" maafin ayah ya sayang, tidak semua ke inginan kita harus terpenuhi, dan tidak mudah membalikan telapak tangan, mencari ibu buat Nia dan kakak itu sulit-sulit gampang, kenapa sulit-sulit gampang karena yang sayang kepada anak sambungnya itu langka sayang, ayah tidak mau punya istri yang sayang dan cinta pada ayah saja, ayah maunya mencari istri dan ibu buat Nia dan kakak, jadi Nia harus lebih sabar dan banyak doa supaya keinginan nia cepat terkabul ya sayang" kata ku memberi pengertian


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2