Mencintai Ayah Sahabat Ku

Mencintai Ayah Sahabat Ku
Bab 3


__ADS_3

pagi Arini berangkat lebih pagi karena ia berniat kerumah sakit dulu sebelum kesekolah, ia berniat memeriksa dirinya takut mempunyai penyakit berat, lebih baik mencegah dari pada mengobati.


" pagi suster" sapa Arini pada suster yang sedang berjaga di meja resepsionis.


" ya pagi, ada yang bisa saya bantu?" sapa sang suster ramah.


" saya mau periksa kesehatan saya sus, karena saya sering berdebar-debar" jawab Arini


" ok, mba isi polmulir, lalu setelah selesai ambil no antrian dulu, silahkan tunggu atau mau nanti siang juga ga papa, soalnya dokternya jadwal nya sehabis jujur." jelas dokter menjelaskan pada Arini


" baiklah nanti siang saya balik lagi kesini" jawab arini, pamit dan berangkat menuju kesekolah nya karena hari masih pagi, hanya membutuhkan 20 menit Arini untuk sampai kesekolah nya.


dari kejauhan Mila yang di antar sama ayah nya, turun dari mobil dengan muka ditekuk, seperti habis bertengkar dengan ayahnya


" sayang jangan gitu dong, masa muka mu kaya baju belum disetrika kusut gitu" ucap ayah Mila


" ayah sih mau aja dijodohin sama Tante ondel-ondel, aku gasuka, aku benci kenapa ayah ga nolak, ayahkan laki-laki masa laki-laki, embek, masa tiap kali punya istri. " jawab Mila kesel.


" masalah perjodohan semalam toh, kan ayah belum menjawab setuju, ayah kan minta waktu dulu sama nenek, ayah juga tidak suka sama anak nya teman nenek kamu itu" sanggah ayah nya Mila.


" iya yah" jawab Mila sambil nyengir


" udah sana masuk, nanti kesiangan " perintah ayah Mila


" iya, Mila ke kelas dulu ya yah" pamit Mila sambil mencium tangan ayah nya.


Mila pergi ke kelas, didepan kelas Mila berpapasan dengan Arini, yang mau ke kamar mandi.


" Rin mau kemana loe, lari-lari awas jatuh jangan lari-lari" peringat Mila


" gue mau ke kamar mandi dulu, perut sakit" jawab Arini sambil terus aja berlari menuju kamar mandi.


" pasti kebanyakan makan cabe tu anak dia kan doyan pedas" gerutu Mila

__ADS_1


Mila merasa bosan menunggu Arini, akhirnya pergi menyusul Ariani ke kamar mandi, ternyata kamar mandi di dekat kelas mereka sedang diperbaiki, mau tak mau Mila kekamar mandi yang dibelakang, setelah lelah berjalan menyusuri lorong-lorong akhirnya Mila sampai di kamar mandi belakang, dan kebetulan Arini baru keluar dari kamar mandi.


" loe lama banget di kamar mandi nya" kesel Mila


" kan udah bilang aku mules, dan jauh aku kamar mandi nya " terang Arini


"iya, ya udah yu ke kelas, kita malah bngobrol di depan pintu kamar mandi" ajak Mila sambil nyengir


mereka kembali ke kelas, kebetulan berpapasan dengan guru yang akan mengajar di kelas mereka


" dari mana kalian, bukannya masuk malah keluyuran" tanya guru tersebut


" kami dari kamar mandi mis" jawab Mila


" ya udah masuk kelas sana" disuruh masuk sama gurunya


mereka masuk kelas, tak terasa jam pelajaran udah selesai, sekarang waktunya Meraka pulang, mereka menuju parkiran untuk menuju motor Ariani dan digerbang disana ada ayah Mila menunggu Mila, itu membuat Arini deg-degan tidak karuan.


" tuh kan pasti kaya gini aku harus cepat kedokter" monolog Arini dalam hati


" eh, iya " kaget Arini ,karena Arini masih melamun


" loe kenapa sih bengong terus" tanya Mila


" gue ga papa" jawan Arini sekena nya


setelah mereka berbincang Arini pergi duluan karena mau kedokter, Mila juga pulang bersama ayahnya dan Meraka berbincang-bincang masalah perjodohan ayah nya dengan anak teman neneknya, ayahnya bilang sudah dengan tegas menolak perjodohan itu, Mila sangat senang sekali.


kita kembali ke Arini di rumah sakit.


" siang sus" sapa Arini


" eh si mbak, langsung masuk aja kedalam dokter nya sudah datang" perintah suster

__ADS_1


setelah Arini pamit suster, Arini langsung menuju ruangan dokter, di depan ruangan dokter ada suster asisten dokter, dan beberapa pasien yang sudah antri.


" siang sus" sapa Arini


' eh, mbak Arini ya, yang tadi pagi udah buat janji sama dokter" tanya suster


" iya sus" jawab Arini


Arini langsung masuk ke ruangan dokter dan disana dokter baru selesai memeriksa pasennya, kenapa suster yang di dalam tahu Arini udah buat janji, suster yang diluar sudah menjelaskan ada yang sudah membuat janji dengan dokter dia menggunakan seragam sekolah


" siang dok, maaf langsung masuk tadi disuruh suster yang didepan" jawab Arini menjelaskan


" iya, ga papa, mari kita duduk" jawab sang dokter ramah


" ada keluhan apa ya mbak"


" jadi gini" Arini menjelaskan semua tentang perasaan ke dokter tanpa ada yang tertinggal satu pun dokter hanya menghembuskan napas mendengar penjelasan Arini.


" kamu salah datang kesini, kamu tidak sakit tapi kamu ..... sedang jatuh cinta, menurut yang saya dengar dari gejala yang ada didiri kamu " jawab dokter panjang lebar


" jadi saya tidak sakit, jadi menurut dokter saya sedang jatuh cinta sama Ayahnya sahabat saya" jawab Arini


" iya ini wajar kamu sudah remaja, jadi sudah bisa suka-sukaan dengan lawan jenis" terang dokter


" makasih dok, saya pamit " pamit Arini


" ya silahkan" jawab Arini


Arini meningkatkan ruangan praket dokter umum, sang dokter hanya menggeleng kan kepada nya melihat tingkah Arini


Bersambung


"

__ADS_1


"


__ADS_2