
damar begitu gusar mengetahui Dania hilang, Doni juga jadi sasaran nya karena Doni tidak memberitahu kan pada nya pada hal Doni sudah tahu Dania hilang malah Doni bilang
" entar juga anak loe balik " kata-kata itu membuat damar makin membuat marah pada Doni.
malam ini damar terus keliling mencari Dania, sampai tengah malam pun Dania ga akan ketemu, Karena Dani sedang tidur dikamar Mila dengan nyenyak.
sementara Doni dari tadi siang sudah menghubungi Mila menanyakan apakah Dania ada bersama dengan mila, makanya Doni bisa berkata-kata bahwa " entar anak loe juga balik" karena Doni sudah tahu keberadaan Dania di mana.
damar yang sudah sampai di rumahnya tidak bisa tidur karena menghawatirkan keadaan Dania, mau lapor polisi juga belum 24 jam.
Doni yang merasa kasihan dengan atasan nya sekaligus sahabatnya itu akhirnya memberitahu dimana Nia berada.
kring....kring....kring ( suara hp Damar)
" halo, mau ngapain loe hubungi gue" kata damar marah
" gue tahu di mana Dania berada, besok pagi gue kasih tahu alamat nya" kata Doni setelah selesai ngomong langsung memutus sambungan telponnya.
damar yang masih gusar dan kawatir akibat kelelahan mencari Dania akhirnya ketiduran di sofa.
**********
pagi hari
dikediaman keluarga Nugroho
di rame dengan celotehan Dania dan si kembar prince dan princess di ruang keluarga.
usaha Mila membujuk Dania untuk pulang sia-sia, Dania terus menolak untuk pulang. Mila yang sudah kehabisan akal membujuk Dania akhirnya membiarkan Dania di rumah orangtuanya, yang penting Mila sudah memberi tahukan pada Doni.
di saat mereka asik sedang bercanda-canda di kagetkan dengan bunyi bel.
__ADS_1
Ting tong...Ting tong....Ting tong....Ting tong... ( suara bunyi bel )
mereka yang terganggu dengan bunyi bel, Arini sang nyonya rumah langsung menuju pintu masuk untuk membuka kan pintu.
clek ( suara pintu di buka)
setelah pintu di buka berdiri lah dua lelaki dewasa di depan Arini.
" pagi mba" sapa Doni
" pagi, maaf cari siapa ya " tanya Arini
" apa benar ini rumah Mila Nugroho" tanya Doni
" oh, benar ini rumah nya, dia anak saya" tanya arini
kata-kata Arini membuat Doni dan damar cengoh ibunya Mila masih muda, ya yang bertamu pagi-pagi ke kediaman Nugroho adalah damar dan Doni.
" kok bengong, halo maaf pak berdua silahkan masuk" kata Nia mempersilahkan mereka masuk.
" ga usah repot-repot Tante" kata Doni
sedangkan setelah Arini masuk ke dalam mereka malah berdebat gara - gara Doni yang berbasa basi
" loe lambat amat sih pake basa basi lagi" kata damar protes
" trus loe mau langsung tanya di mana anak loe, bukan dijawab malah Tante tadi bingung" kata Doni
" terserah loe dah" kata damar
" eh ngomong-ngomong rumah Mila besar juga ya " kata Doni
__ADS_1
" ibunya awet muda lagi gue kira adek Mila" kata Doni lagi
mereka berdebat dan akhirnya damar yang mengalah, Mila datang dengan menggendong Dania karena Dania tidak mau di lepas oleh Mila
" eh pak Doni" sapa Mila pada Doni
" pagi mil, itu Dania kenapa nemplok gitu" kata Doni sambil menunjuk Dania di gendongan Mila
" Nia ngarajuk tadi ga mau ditinggal" kata Mila
" kami kemari mau menjemput Nia " kata Doni
" iya " kata Nia
" Nia yu sama om dulu, mamah nya pegel tuh" ajak doni sambil menunjuk Mila
" Nia ga mau sama om apa lagi sama ayah, ayah jahat sama mamah" kata Nia
" loe pengaruhi apa anak saya sehingga Nia lebih milih sama loe yang orang lain dari pada saya ayahnya " kata damar marah pada mila
" maksud kamu apa ngomong gitu, di depan anak kecil" kata Mila
Nina memdengar ayahnya membentak Mila menangis karena ketakutan.
Doni yang mendengar damar dan Mila bertengkar mencoba mengambil Dania di gendongan Mila karena Nia menangis.
" kamu buat Nia takut, aku jadi sangsi kalo Nia anak kamu, aku juga tidak menyalahkan mamah Nia yang kabur dengan yang lain, pasti karena kelakuannya kamu" kata Mila pada damar.
Arini dan anda mendengar anak gadisnya sedang bertengkar dengan ayahnya nia, mereka langsung masuk ke ruang tamu untuk mengambil Nia dari Mila
" sini Nia sama nenek aja " ajak Arini pada Nia sambil menggendong Nia
__ADS_1
" maaf pak tolong kalau ngomong di depan anak kecil tidak boleh kasar, kalo seperti ini saya tidak akan mengijinkan Nia pulang sama bapak" kata Arini masuk membawa Nia di gendongan nya.
Bersambung