
setelah Mila mencegah semua Arini dan intan hanya manggut-manggut, intan baru mengerti cucu nya patah hati
" jadi kamu ga selera makan akibat patah hati oleh si damar-damar itu " kata Arini pada Mila
" dia larangan Mila ketemu Nia, itu bukan patah hati Bun" kata Mila
" sama aja itu patah hati" kata Arini
" beda lah " kata Mila tak mau kalah
" Mila cuma kecewa aja Bun nek sama sikap si damar itu" kata Mila
" oh kecewa, apa kecewa " kata Arini
" jg2 cucu nenek jatuh cinta nich sama si damar, damar itu" kata nenek intan
" udah lah, nenek dan bunda bukan menghibur itu mah menyudutkan, keluar-keluar" usir Mila sambil manyun
nenek intan dan Arini keluar dari kamar Mila sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Mila umur sudah 29 tapi kelakuan masih kaya anak kecil
Arini sampai di kamarnya melihat suaminya sedang berbaring ngelonin si kembar.
" mas anak kita lagi patah hati tuh" kata Arini
" emang Mila sudah punya gebetan" tanya anda
__ADS_1
" bukan gebetan tapi calon ibu, tapi di tolak sama bapak anak itu" kata Arini
" hahahaha hahaha hahaha Hahaha jadi di tolak sama duda" kata anda sambil tertawa
" kok anaknya diketawain mas" kata Arini
" biarin, Bun ingat ga waktu Mila nolak bunda" tanya anda
" ingat bahkan hubungan persahabatan kami renggang gara-gara aku suka sama bapak nya" jawab Arini point
" kaya nya Mila juga bakal dapat jodoh duda" kata anda
" ga papa mas duda itu menggoda dan hot kata Arini
" udah jangan ngomongin duda terus lebih baik kita bobo siang" ajak anda pada Arini
" dia bilang gue ga pantas jadi mamahnya Nia, gue akan buktikan gue ini pantas jadi mamah Nia, gue ga perlu si damar nikah sama siapa aja yang penting di Nia jadi anak gue" kata Nia mengedumel sendiri.
***********
di kantor
" apa kata-kata gue keterlaluan ya" tanya damar pada Doni
" kata-kata loe emang keterlaluan, jangan kan Mila yang loe kata-kata in, gue aja yang dengan merinding mendengar nya" jawab Doni
__ADS_1
" apa gue perlu minta maaf" tanya damar
" ya harus kudu wajib minta maaf" jawab Doni
tanpa damar dan Mila sadari mereka sudah mulai ada rasa, walaupun mereka kaya kucing dan anjing tiap ketemu pasti bertengkar.
tidak terasa hari sudah sore waktu damar pulang, sebenarnya damar merasa malas pulang ke rumah nya karena selalu di recoki kapan nikah lagi , kapan nikah lagi.
damar sampai ke rumah nya jam lima sore, Nia yang ngambek dilarang kekantor ayahnya, tidak memperdulikan damar walau pun damar ada di depan Dania.
yang membuat dania ngambek tidak bisa kekantor ayahnya karena tidak bisa bertemu dengan mamah nya.
" sayang ayah pulang" kata damar
'' loh anak cantik ayah kenapa cemberut" kata damar
tidak ada tanggapan dari sang putri, damar menanyakan ke pada sang mamah
" mah kepada Dania aku tanya hanya diam aja" tanya damar pada sang mamah.
" mamah mau tanya dulu sama kamu, sebelum jawab pertanyaan kamu" tanya sang mamah Damar.
" boleh mah l" kata damar
" apa Dania kamu marahi trus kenapa " tanya mamah anda
__ADS_1
"Bersambung