Mencintai Ayah Sahabat Ku

Mencintai Ayah Sahabat Ku
Bab 22


__ADS_3

setelah acara akikah selesai, rumah anda kembali sepi , tapi walau pun sepi tetap ramai sama celotehan kedua baby kembar, pertumbuhan baby kembar Arini begitu cepat pertumbuhan, hari-hari berlalu, bulan-bulan berlalu, dan tahun pun berlalu, tidak terasa lima tahun pun berlalu, Arini sudah lulus kuliah sejak dua tahun lalu, baby kembar Arini sudah umur lima tahun, dan Arini sekarang sedang hamil ke dua nya dan kembar lagi.


hari ini hari yang ditunggu-tunggu, hari kelahiran Arini keluarga besar anda begitu antusias menyambut kehadiran anggota baru, baby kembar sekarang tumbuh menjadi anak balita mereka tidak sabar menunggu kelahiran adik kembar mereka, Mila sama sangat senang mengetahui bahwa Arini hamil anak kembar lagi, dan disini sekarang mereka di depan ruang persalinan menunggu Arini yang akan melahirkan, perkiraan melesat dari dokter kandungan, yang diperkirakan satu Minggu lagi melahirkan, tapi hari ini Arini melahirkan.


"oek....oek.....oek......oek...." suara tangis bayi pertama terdengar disusul bayi berikut nya


"oek.....oek....oek....oek......" bayi ke dua pun lahir. kedua bayi lahir dengan sempurna tidak kekurangan sesuatu apa pun.


" hore adik kita udah lahir" teriak baby kembar senang


" ya benar kedua adik kalian telah lahir" kata anda


semua keluarga senang dan bahagia, Mila pun sangat gembira dengan kelahiran adiknya, tapi dia juga sedih karena di umurnya yang ke 23 masih jomblo, sedangkan sahabat nya Arini 23 th udah empat anak, abisnya ayah nya produktif lagi baru nikah 6 th udah punya buntut empat.

__ADS_1


di dalam ruang rawat semua keluarga pada heboh menyambut kedatangan dua baby prinses, ya kedua bayi kembar Arini pempuan. dan meledek Mila yang udah umur 23 masih jomblo.


" Hay sayang, terima kasih ya udah jadi ibu yang hebat" kata anda sambil memeluk dan cenciumi wajah Arini


" iya mas melahirkan mereka adalah kebanggaan ku mas dan tugasku, tugas seorang ibu." kata Arini.


" selamat ya bunda cantikku" kata Mila mencoba memeluk Arini, dan mencoba menyingkirkan ayahnya


" awas yah, aku mau meluk bunda cantikku" kata Mila sambil mendorong ayahnya


" ih ayah kok gitu, nanti waktunya juga Mila punya pendamping, Mila tidak mau pacaran maunya nikah aja, pacaran setelah nikah itu bebas tidak ada larangan kalau mau ngapain aja" kata Mila panjang lebar


" iya terserah kamu deh, ayah tunggu kamu mengenal kan calon suami di hari akikah adik kamu" kata anda

__ADS_1


" ayah tega empat puluh hari cari di mana calon suami" keluh Mila


mereka hanya tertawa, menertawakan Mila yang merengut karena ledekan dan candaan ayahnya.


" ayah hanya becanda sayang, uh putri ayah yang udah umur segini tetap manja" kata anda sambil memeluk Mila.


" ayah bebas kamu mau di umur berapa pun kamu punya pendamping, ayah setuju siapa pun pilihan mu asal kamu bahagia" kata Ayah Mila


" iya gue juga masih muda ga mau dipanggil nenek " kata Arini di atas brangkar


" iya kenapa sih kalian hobinya ledek aku terus" keluh Mila


" iya bunda ku sayang " kata Mila sambil memeluk Arini

__ADS_1


keluarga yang bahagia, keluarga anda begitu harmonis, Arini begitu produktif, anda yang makin tua makin hot, ke empat anak mereka yang makin aktif, dan Mila yang jomblo selalu.


Bersambung


__ADS_2