
Arini dan Mila meraka bangun tengah malam, karena merasa lapar, Arini yang lebih dulu bangun duluan, Arini pergi kedapur untuk memasak mi instan, ia teringat pertama kali bertemu dengan ayah Mila di dapur, ia senyum-senyum sendiri mengingat ketampanan ayah Mila walaupun sudah berumur tapi kelihatannya matang muka tua , Mila bangun juga ia meraba-raba samping nya kanannya mencari Arini, tapi tidak menemukan nya ia menuju kamar mandi tidak ada, akhirnya ia turun menuju kedapur ia melihat Arini dari kejauhan senyum-senyum sendiri ia merasa heran, Mila berjalan menuju Arini dan menegurnya.
" kenapa loe senyam-senyum didapur kesambet" tegur Mila
" enak aja ngomong sembarangan" sahut Arini
" trus kalo loe ga kesambet kenapa senyum-senyum kaya orang gila" sahut Mila
" eh sekate-kate loe ngatain gue kaya orang gila" marah Arini
__ADS_1
" sorry, piss jangan marah gue cuman becanda" kata Mila sambil mengacungkan dua jari
" ok gue maafin loe" kata Arini nyengir
" trus kenapa loe senyum-senyum" tanya Arini
" gue lagi ngebayangin calon imam gue" jawab Arini sekenanya
" rahasia, belum waktunya tahu nanti loe ga setuju, gue harus jadi wanita yang sukses dulu, supaya loe setuju gue bersama lelaki itu." jawab Arini sambil melihat ke arah Mila
__ADS_1
Mila merasa bingung dengan perkataan sahabat nya kenapa Arini berbicara seperti itu, Mila ikut melamun tapi akhirnya ia tidak mau ambil pusing dengan kelakuan sahabat nya, setelah mereka selesai mengganjal rasa laparnya dengan mie instan. mereka masuk kekamar lagi karena sudah tidak mengantuk Mila menceritakan tentang dirinya yang waktu kecil sering diledek tidak punya waktu ibu.
" kamu masih beruntung masih punya ayah, sedang kan gue tidak seberuntung loe, tinggal di panti asuhan tidak tahu siapa orang tua gue" ucap Arini sedih sambil menangis dalam diam, Arini tidak suka di kasihani.
" maaf ya gara-gara gue loe jadi sedih" ucap Mila merasa bersalah
" iya, udah yu tidur lagi dari pada sedih-sedih an lebih baik kita tidur besok sekolah" ajak Arini, Arini dipaksa dewasa sebelum waktunya dipaksa dengan keadaan, setelah Arini lulus SMA, terpaksa harus bekerja karena pengurus panti hanya bisa menyekolahkan nya sampai tamat SMA, untuk kuliah harus mengajukan jalur beasiswa agar bisa kuliah, karena setelah umur 17 th, anak-anak panti hanya diberi tempat tinggal dan makan, untuk kerluan lainnya harus usaha sendiri, karena panti asuhan MUTIARA BUNDA tidak memiliki donatur tetap hanya mengandalkan penghasilan uang pensiuna ibu panti dan suaminya.
seminggu telah berlalu hari ini ayah Mila akan pulang, Mila sengaja menyuruh art nya memasak yang bantak, Arini juga belum pulang Mila mencegah Arini pulang. suara kelakso mobil berbunyi tandanya akan ada yang datang kerumah ayah Mila
__ADS_1
" tin...tin...tin... " bunyi klakson mobil
" siapa sih yang datang, bukannya ayah nanti sore datang nya, inikan masih siang, gerutu Mila. Arini yang memeriksa kedepan, karena art nya sedang sibuk memasak, kebetulan Arini ada diruang keluarga bersama Mila, Mila lagi malas-malasan diruang keluarga. Arini membuka pintu depan yang ternyata neneknya Mila. mobil masuk halaman rumah dan turun lah nenek Mila.