
" kenapa dari semalam dadaku selalu deg-degan, apa aku masih takut sama Om anda" monolog Arini, Arini tidak sadar berjalan sambil melamun hingga dia menabrak sesuatu.
" maaf, maaf tidak sengaja " kata Arini sambil mendongak, ternyata yang ditabrak Arini adalah Mila
" kenapa loe, jalan sambil ngelamun?" tanya Mila
" Aku ga papa " jawab Arini
" kalo loe ga papa ga mungkin ngelamun Mulu" kata Mila
" se..se..benar...nya gu...e ta..kut sa...ma ay...ah loe" jawab Arini sambil tergagap
" serius loe takut sama ayah, tapi kapan loe ketemu ayah,bukan nya Aya gue masih diluar kota baru pulang lusa" jawab Mila
" semalam waktu gue mau minum ketemu ayah loe didapur, pas gue liat muka nya membuat dada gue deg-degan" jawab Arini polos
" yang bener loe, gue aja anaknya belum ketemu" kata Mila pada arini, Arini menjawab dengan anggukan.
" ya udah yu masuk kelas jangan omongin ayah gue aja" ajak Mila pada Arini
__ADS_1
mereka masuk kelas dan tidak lama guru masuk ke kelas, tidak terasa sudah waktunya pulang sekolah digerbang para siswi terik-terik histeri, Arini dan Mila keluar dari kelas merasa heran kenapa siswi-siswi teriak-teriak, setelah sampai gerbang baru tahu ternyata Meraka sedang mengerumuni ayah Mila.
" Rin itu ayah, ngapain disini membuat kehebohan lagi,"tunjuk Mila sambil menunjukan ayahnya yang lagi dikrubutin siswi-siswi
" gatahu, loe tanya gue, gue kan sama loe aja" jawab Arini
Mila dan Arini berjalan menuju gerbang sekolah dan menyapa ayahnya
" assalamualaikum yah" sapa Mila sambil mencium tangan ayah nya.
" walaikumsalam Putri ayah yang cantik" balas ayah Mila
" tuh kan aku deg-degan lagi, apa aku punya penyakit, apa aku harus diperiksa supaya tahu punya penyakit berbahaya atau tidak" gerutu Arini dalam hati sambil melamun.
" Arini hey, Arini " panggil-panggil Mila pada Arini mencoba membangunkan dari lamunannya
" eh ya ada apa mil?" tanya Arini kaget
" ayo pulang, ayah ku sengaja jemput kita" ajak Mila
__ADS_1
akhirnya Arini dan Mila pulang bersamaku ayah Arini, Mila manja-manjaan sama ayahnya Arini hanya diam saja mencoba menormalkan detak jantung nya. Meraka sampai didepan panti asuhan MUTIARA BUNDA tempat tinggal Arini, Arini keluar dari dalam mobil ayah Mila.
" makasih om , mil atas tumpangan nya " kata Arini mengucap terima kasih pada Mila dan ayahnya
" iya sama-sama " balas Mila dan ayahnya sambil tersenyum.
" kami pamit dulu ya Rin " pamit Mila
Mila dan ayahnya pulang menuju rumah mereka ayah dan anak itu dan saling becanda dan berbincang
" yah, Arini bilang, Arini takut sama ayah" ucap Mila kepada ayahnya tentang Arini yang takut kepada nya
" iya kenapa Arini takut kepada ayah" tanya ayahnya
" Arini bilang kalo melihat ayah dadanya selalu deg-degan" terang Mila
ayahnya Mila merasa aneh kepada kata-kata Mila kalo Arini selalu merasa deg-degan apa anak itu memiliki penyakit langka atau kenapa ayah Mila merasa bingung.
" aneh kenapa anak itu ".
__ADS_1
Bersambung