
setelah kembali dari rumah sakit melody sekarang terlihat duduk menyendiri di bangku depan rumahnya . melody sekarang memang sedang sendirian dirumah karena ibunya belum pulang dari berdagang dan bibinya masih berada dikantor .
melody terlihat melamun namun seketika melody bangkit saat dirinya mengingat bahwa ia belum mendapatkan pekerjaan .
melody langsung kembali masuk kerumah untuk mengambil surat lamaran pekerjaan ia terburu buru sampai sampai kertas yang saat ini iya pegang berhamburan kelantai
" yaampun aku ceroboh banget jadi orang udah lupa gk cari kerja malah duduk santai nah sekaramg kertas udah rapi di hambur hamburin aduh melody melody" mgomelnya pada diri sendiri
melody langsung memunguti kertas itu dan dengan segera ia keluar rumah tak lupa mengunci pintu melody berjalan dengan cepat menuju ke tempat tempat yang kiranya dapat menerima dirinya
sudah satu jam lebih melody menyusuri jalan mencari pekerjaan keluar masuk toko namun tak juga membuahkan hasil melody hampir menyerah dengan usahanya yang sia sia
sekarang melody sedang duduk ditaman mengistirahatkan kakinya yang terasa pegal
saat kakinya mulai tersa membaik ia melanjutkan perjalanannya kembali melody harus tetap semangat ini untuk membantu ibu dan bibi melody menyemangati dirinya sendiri di dalam hati
setelah beberapa menit berjalan ia sampai di daerah yang cukup sepi warga saat dirinya mencoba tenang namun suara teriakan orang minta tolong mengganggu ketenanganya
" tolonggg.....tolong......" suara itu semakin keras melody yang mendengar itu mencoba untuk mendekat namun ia teringat kejadian dimana ia berniat menolong tapi malah menjadikan hidupnya penuh dengan penderitaan yang tiada ujungnya
tapi tetap saja kakinya melangkah mendekat kearah suara itu ia melihat orang yang berebut tas sepertinya itu perampokan batin melody
melody memantapkan hatinya untuk menolong ibu itu ia maju dan ikut menarik tas seraya berteriak kencang alhasil sebelum warga datang preman itu langsung kabur melarikan diri
" terima kasih ya nak kamunudah nyelametin saya dan tas saya " ucap ibu itu
" iya bu sama sama . yaudah bu kalo gitu saya permisi dulu " melody hendak melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu namun tangan nya di cekal oleh ibu itu
" tunggu nak " ibu itu merogoh tasnya dan mengambil dompetnya
" ini " ibu itu mengulurkan beberapa lembar uang kepada melody
" maaf bu saya gk bisa terima ini saya membantu ibu ikhlas tanpa meminta imbalan apapun " melody menolak halus pemberian ibu itu
" tapi saya juga ikhlas memberikan uang ini " ibu itu terus menyodorkan uangnya kepada melody
" maaf bu " melody menolak kembali uang yang ibu itu sodorkan
ibu itu tersenyum melihat ketulusan dari gadis yang telah menolongnya itu
" perkenalkan nama saya yana mamu bisa panggil tante yana " ibu itu mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan melody
" nama saya melody tante " melody mengambil uluran tangan tante yana
mata tante yana yang tadinya fokus pada melody ia alihkan pada map yang sedari tadi dipegang oleh melody
" apa itu melody " tanya tante yana
" ini surat lamaran pekerjaan tante " jawab melody
" kamu butuh pekerjaan " tanya tante yana kembali
" iya tante aku udah keliling buat cari kerja tapi belum ada yang nerima " melody tetap tersenyum walau hati dan badanya sangat lelah
" emang kamu udah ngelamar kekantor mana aja "
__ADS_1
" bukan kekantor tapi resto sama cafe udah puluhan resto sama kafe aku datengi tapi katanya mereka belum menerima karyawan baru " mendengar ucapan melody tante yana tersenyum
" yaudah kalo gitu sekarang ikut tante " melody masih mematung ditempat karena dirinya masih dibuat bingung oleh ajakan tante yana
seolah tau yang dipikirkan melody tante yana langsung mendekat dan berkata " tante punya sebuah restoran dan mulai sekarang kamu bisa bekerja disana "
" kerja . beneran tante " senyum melody langsung mengembang ia sangat senang jika benar benar mendapatkan pekerjaan
" ya benerlah melody yaudah yuk sekaramg ikut tante " dengan senang hari melody mengikuti langkah kaki tamte yana
melody dan tante yana sedang berjalan beriringan di jalan raya mereka berjalan sambil menuggu taksi lewat
tak lama sebuah taksi melintas tepat di hadapanya .tanpa divegat taksi itu berhenti dab menawarkan tumpangan pada melody dan tante yana
" taksi bu " sopir taksi itu hanya menongolkan kepalanya saja di jendela mobil
" iya.....
ayo melody kita masuk " melody dan tante yana sudah memasuki taksi
" ke jalan mawar ya pak " pak sopir yang sudah mengetahui arah pun dengan segera melajukan mobilnya kearah yang sudah ditunjukan .
tak butuh waktu lama mereka telah sampai di tujuan mereka
RESTO YANA'$ food
melody mengikuti langkah kaki tante yana memasuki restoran itu dan masuk kesebuah ruangan yang sepertinya ruang manager
dan benar saja itu adalah ruangan seorang manager restoran .
" fitri kenalin ini melody dan mulai sekarang dia adalah karyawan baru di restoran ini " ucap tante yana
" apa kamu lupa ini adalah restoran saya jadi terserah saya mau nambahin atau ngurangin karyawan disini jadi kamu gk perlu protes dan yang harus kamu lakukan adalah menuruti semua perintah bos " ucap tante yana dengan penuh penekanan disetiap kata nya
" maafkan saya bos " fitri hanya menudukan kepalanya karena merasa bersalah . tante yana menghela nafas panjang untuk menetralisir kemarahanya
" ah melody kamu mau saya tempatkan dimana"
tanya tante yana dengan lembut
" saya sebagai pelayan aja karena itu yang pantes dan cocok sama saya " ujar melody sopan
" uhhh ya sudah . fitri " yang dipanggil langsung mendongakan kepalanya
" iya bu " jawab fitri sopan
" dengarkan saya baik baik . kamu atau yang lainya tidak berhak untuk memarahi melody apalagi memecatnya apapun yang terjadi kecuali saya sendiri yang melakukanya ngerti kamu " melody yang mendengar itu mersaa terkejut dengan apa yang tante yana lakukan sadangkan fitri hanya menganggukan kepalanya
" melody kamu udah bisa bekerja hari ini juga "
" makasih tante eh maksud saya bos yana " ucap melody yang merasa tak enak hati
" oh iya fitri kamu anatar dia untuk ambil seragamnya dan tuntun pekerjaan dia dengan baik paham "
" paham bos "
__ADS_1
" baiklah melody tante pergi dulu ya kamu selamat bekerja " tante yana langsung meninggalkan melody bersama sang manager
sepergi nya tante yana suasana hening beberapa saat
" ikuti saya " nada ketus dari sang manager yaitu fitri tanpa memandang melody
melody mengikuti langkah kaki fitri keluar ruangan dan masuk kearea dapur semua menyapa hormat fitri mereka berhenti didepan sebuah lemari panjang yang terkunci dengan segera fitri membuka kuncinya dan mengambil seragam yang akan di pakai oleh melody
tanpa memandang dan tanpa berkata apapun manager fitri memberikan pakaian itu pada melody dan langsung pergi meninggalkan melody yang masih dibuat bingung dengan sikap fitri yang seperti tidak menyukainya
melody menundukan kepalanya maku karena semua orang menatapnya
tak lama melody mendongakan kepalanya saat dirinya merasakan adanya tepukan dibahu nya ia memutar badar seratus delapan puluh derajat menghadap kearah orang yang melakukan itu
" gak usah sedih gitu bu fitri emang sikapnya agak judes gitu jadi lo gk usah masukin ke hati " ucap orang yang menepuk pundak melody
melody tersenyum menanggapi ucapan gadis itu
" oh iya kenalin aku olive umurku 20 tahun kalo kamu aku tebak umurnya pasti 16 tahun iya kan "
" salah umurku 17 tahun dan namaku melody " jawab melody
" ahhhh cuma salah setaun aja kok " mereka tertawa bersama walau baru kenal
" oh iya lo mau gantikan gue anter ke ruamg ganti yok "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
fyujie
☆☆☆
jangan lupa LIKE COMMENT VOTE and FAVORIT
kan
__ADS_1
semoga kalian suka dan terhibur dengan karya ku
thankyou 😚😚