Mengapa Kau Membenciku ?

Mengapa Kau Membenciku ?
part 20 terserempet


__ADS_3

" jam .....APA !! " melody terkejut saat melihat jam sudah menunjukan pukul 3 sore ia segera


bangkit dan langsung mengambil pakaian kerjanya dan meluncur pergi meninggalkan rumah


melody terus berlari tanpa henti tanpa toleh kanan toleh kiri ia menyebrang jalan dan mobil arah berlawanan melaju dengan kecepatan penuh tak terelakan mobil itu menyerempet badan melody hingga terjungkal dengan penuh luka dibagian badan nya darah mengalir dipelipisnya namun tak membuatnya hilang kesadaran ia bangkit dan kembali berlari tak menghiraukan orang yang mengahampirinya


darah dipelipisnya masih menetes dengan jarang dan itu membuat kepala melody berkunang kunang ia berhenti berlari karena tinggal 3 meter lagi ia sampai di restoran tempat dirinya bekerja ia berjalan perlahan sembari mengusap pelipisnya itu


" yaampun badan aku sakit semua " melody meneliti tubuhnya dan banyak yang luka akibat serempetan tadi


melody memasuki restoran itu hendak menuju keruang ganti namun saay dirinya baru sampai di dapur suara teriakan menghentikan niatnya ia berbalik menatap sang manager restoran yang menatapanya dengan bengis


" HEY " manager fitri semakin mendekati melody dengan tatapan yang penuh kemurkaan


" mba fitri " sapa melody sopan


" enak sekali kau ..berangkat semaumu ini jam berapa hah kau terlambat setengah jam " bentak manager fitri


" maaf manager tapi tadi sedikit kecelakan saya tadi terserempet mobil manager bisa lihat sendirikan tubuh saya penuh luka " melody menunjukan beberapa luka yang ada ditubuhnya ..


" saya tidak perduli apa yang terjadi denganmu yang saya peduli kau tidak boleh datang terlambat " ucapnya tanpa rasa iba sedikitpun


manager fitri semakin mendekatkan tubuhnya pada melody dan mulutnya ia dekatkan dengan telinga melody


" dengarkan saya baik baik .... kau jangan seenak enaknya bekerja disini bukan berarti bos melindungimu saya akan biarkan kau membuat kesalahan dan tak mendapatkan hukuman atas keterlambatan mu .. setelah jam kerja temui saya diruangan Mengerti " bisik manager fitri pada melody .


setelah itu ia menjauh dengan senyum smirk yang mengembang di bibirnya melody hanya bisa mematung tanpa bisa berkata kata


--------


satu jam yang lalu


dillan dkk sedang berada didalam sebuah mobil yang berhenti di depan supermarket karena reyan sedang membeli minuman untuk mereka namun ditengah perbincangan dillan dan rifku didalam mobil rifki menyipitkan matanya saat melihat seseorang yang ia kebal sedang berlari larian dan hendak menyebrang jalan


" lan " panggil rifki menepuk pundak dillan


" apa " saut dillan


" lo lihat itu " rifki menunjuk kearah seseorang yang sedari tadi ia perhatikan yang tak lain melody


" melody " ujar dillan menyipitkan matanya agar ia bisa melihat dengan jelas orang yang berada dikejauhan itu


" iya itu melody . dia pasti mau nyebrang gimana kalo kita......" tanpa menyelesaikan kaliamatnya dilan sudah paham apa yang harus dia lakukan ia menghidupkan mobilnya kembali dan mnginjak gas mobil dengan kencang senyum ringai menghiasi wajah tampannya itu ia juga melupakan reyan yang baru saja keluar dari supermarket


ia semakin menambah laju kecepatan mobilnya saat mendekati melody ya g hendak menyebrang jalan itu tak butuh waktu yang lama


WUUUSHHHH mobilnya menyerempet tubuh melody dengan sempurna tubuh melody samlai terjungkal kebawah dillan dan rifki yang melihat nya dari balik spion itu tertawa terbahak bahak

__ADS_1


" keren hahaha " tawa dillan dan rifki dengan penuh kemenangan namun tak lama suara dering ponsel menyadarkan mereka berdua


tring......tring.....tringg...


" siapa sih " dillan mendesah kesal karena kebahagiannya terganggu ia langsung melihat siapa orang yang sudah mengancurkan kebahagiannya itu nama reyan tertera di layar ponsel nya ia masih belum sadar jika dirinya meninggalkan reyan disupermarket


" halo " dillan mengangkat panggilannya dengan sewot


" woy balik kesini ngapa kalian ninggalin gue " ucap reyan dibalik sana


" astaga " dillan langsung mematikan ponselnya dan kembali kearah supermarket dimana dirinya meminggalakan reyan


" woy kenapa kita balih " tanya rifki pada dillan


"lo mau nolongin si melody hah " tanyanya kembali


" nolongin melody ya enggaklah "


" trus "


" reyan " ucapnya santai


" oh iya reyan kita tinggal" ucapnya


menoleh kebelakang namun kosong


setelah beberapa menit dilan dan rifki telah smapai di supermarket itu dan reyan masuk kr mobil dengan omelan yang tiada henti seperti emak emak


" brisik kata lu coba lo yang ditinggalin udah nangis nangis lo " sewot reyan pada rifki


" eh sorry ya tapi gue gak kayak lo gak punya kenapa gak pesen taksi aja hah " ujar rifki kembali


" ah udah udah " ujar dilan mentengahi mereka langsung bungkam


" oh iya lo mau tau kenapa tadi kita ninggalin lo " ucap dillan dengan senyum menyeringai


" apaaan " reyan kepo memajukan kepalanya agar mendengar dengan jelas namun ia malah mendapat tonyoran dari rifki


" biasa aja kali "


" ahh apaaan cepet "


" kita tadi ......bla bla bla bla " rifky yang menjelaskan kejadian yang ia anggap sangat menyenangkan itu ia menceritakan dari awal hingga akhir dan membuat mereka kembali tertawa senang


------


jam pulang kerja telah berakhir beberap menit yang lalu melody tidak langsung pulang dirinya harus menemui sang manager di ruangannya dan disinilah melody diruangan manager fitri ruangan dengan cat tembok berwarna hijau dengan bunga bunga buatan yang mempercantik ruangan yang nuansa sejuk namun itu semua mengalahkan aura kemarahan dan kejengkelan sang pemilik ruangan

__ADS_1


" kau sudah dua kali ini terlambat sekali lagi kau terlambat gajimu ku potong 50% " ucap sang manager itu


" kau mengerti " melody hanya menganggukan kepalanya ia merasa memang dirinya bersalah karena tidak mematuhi aturan dalam bekerja


" bagus jika kau mengerti satu lagi jangan pernah kau mengadu pada bos besar jika saya mengetahuinya kau akan tamat paham " melody kembali menganggukan kepalanya tanpa menjawab dengan sepatah kata pun


" pulanglah saya muak melihat wajah sok polosmu itu " ucapnya meninggalkan melody ke tempat duduknya


" pergilah " usirnya sat melihat melody masih mematung ditempat


" baiklah saya permisi "melody melangkahkan kakinya keluar ruangan


melody sekarang berada di dalam sebuah taksi yang ia cegat karena dirinya tak kuat jika harus kembali berjalan ia merasa tubunya begitu remuk apalagi setelah kejadian tadi sore tubunya juga penuh luka luka ia memejamkan matanya disandaran kursi taksi yang ia tumpangi


" mba kita kemana " tanya sopir itu


" ke jalan mawar pak." ucapnya dengan mata yang masih terpejam


tak butuh waktu lama dirinya telah sampai di depan rumahnya ia turun dari taksi dan mengeluarkan selembar uang membayar taksi yang ia tumpangi melody kembali berjalan menuju pintu rumah


tokkk...tokkk


melody mengetuk pintu rumahnya karena dirinya tadi lupa membawa kunci rumah tak berselang lama bini terlihat dari balik pintu itu dengan wajah khas orang bangun tidur


" kau sudah pulang masuklah " bibi mendahului melody ia tak memperhatikan tubuh melody yang penuh luka itu karena mungki efek mengantuk


melody masuk kedalam rumah dan kembali menutup pintunya


.


.


.


.


.


.


.


..


.


fyujie

__ADS_1


*****


jangan lupa like nya kawan kawan


__ADS_2