Mengapa Kau Membenciku ?

Mengapa Kau Membenciku ?
MKMK#2


__ADS_3

Citttttt....


Suara rem motor terinjak pelan hingga membuat motor itu berhenti tepat pada sebuah rumah sederhana .sang pengemudi motor itu pun turun dan melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah


" assalamualaikum " salam Melody pada sang ibu yang sedang menyapu halaman rumah nya


" walaikum salam . udah pulang mana pesanan ibu " kata ibu menghentikan aktifitas menyapunya


" ini bu " Melody pun memberikan kantong kresek yang baru saja keluar dari box motor


" Oh iya Mel , besok kita udah harus pindah ke jakarta ikut sama bibi kamu " ucap ibu sambil menyapu halaman rumah nya


" ohhh jadi nya besok ya bu , trus kata bibi gimana bu dengan sekolah aku " Melody pun ikut mengumpulkan daun daun yang sudah kering untuk di bakar


" kamu tenang aja , bibi udah cari sekolah terbaik buat kamu katanya "


" oh ya udah bu . melody masuk dulu yah bu mau mandi dulu " Melody beranjak dari posisinya sekarang


" loh itu pipi kamu kok merah " tanya ibu yang baru menyadari pipi melody yang memerah akibat tamparan Dylan


" Oh --ehm-- itu apa ---ehm tadi pas dijalan Melody jatuh trus nyungsep kena pipi jadi merah deh " ujarnya membual


mata ibu menyipit tanda bahwa Ia tak mempercayai ucapan putrinya itu


" Beneran , ibu kok percaya " ucap ibu menyentuh pipi Melody .

__ADS_1


Melody menghindar


" beneran kok bu " ucapnya meyakinkan


" yaudah " ada sedikit ketidak percayaan ibu pada Melody . namun ibu tak mau memaksa


'mungkin dia butuh waktu buat cerita' bathin ibu


########


00:05


tengah malam di sebuah lokasi tempat berkumpulnya anak muda terlihat sangat ramai . motor , mobil pun berjejer dipinggir jalan lampu kerlap kerlip di tempat itu


" cewek tu boss " ujar lelaki berpenampilan urakan . memakai celana levis sobek sobek juga jacket dengan nama geng dipunggungnya sebut saja Angga diorama


" Males " ucap pria yang sedang meneguk wine dengan malasnya . Dylan dialah pria yang sudah tak berdaya mabuk karena minuman keras itu


" tumben bos , ada masalah " tanya pria muda disampingnya yang sedang menyesap rokok


sebut saja Reyan Mahaputra


dan hanya gelengan pelan yang Reyan dapatkan dari pertanyaannya itu


" udahlah kita disini mau happy happy , gue duluan mau nemuin sih Melati bye " ucap seorang pria yang sudah terlihat dewasa meninggalkan tongkrongan itu

__ADS_1


" Rif " cicit Dylan pada salah satu temannya


" hemmm " cowok yang dipanggil pun hanya berdehem . cowok dengan penampilan paling cool dibanding yang lain dialah Rifky Almark


dengan kefokusannya bermain game Rifky tak menoleh sedikit pun pada Dylan


" gue tadi ketemu cewek yang sok banget dia nolongin si Deeva yang lagi gue siksa . gue pengin bunuh dia Rif " curhatnya dialam bawah sadarnya


" lo masih siksa Deeva Lan " tanya Reyan pada Dylan " dia kan adek lo seharusnya lo gak boleh terlalu kejam sih darah yang mengalir di tubuhnya masih sama ama darah yang mengalir ditubuh lo " lanjutnya dengan memandang sinis Dylan


tak ada jawaban apapun dari Dylan ternyata dia sudah hilang kesadaran sepenuhnya


" Rif gimana nih , si Dylan udah mabok " tanya pada Rifky yang masih saja santai


" cih . bener bener nyusahin ni anak " cicit Rifky kesal


" berani lo ngomong saat dia sadar " tantang Reyan dengan senyum sinis nya


" udahlah brisik , bacot tau gak lo . bawa dia kemobil biar gue yang anter balik " ujarnya yang malah melenggang pergi begitu saja


" lah ini gimana woy " teriak Reyan


" lo gotong dia " balas teriakan Rifky yang sudah sampai pada parkiran


بسم الله الر حمن الر حيم

__ADS_1


__ADS_2