
Citttttt....
Suara rem motor terinjak pelan hingga membuat motor itu berhenti tepat pada sebuah rumah sederhana .sang pengemudi motor itu pun turun dan melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah
" assalamualaikum " salam Melody pada sang ibu yang sedang menyapu halaman rumah nya
" walaikum salam . udah pulang mana pesanan ibu " kata ibu menghentikan aktifitas menyapunya
" ini bu " Melody pun memberikan kantong kresek yang baru saja keluar dari box motor
" Oh iya Mel , besok kita udah harus pindah ke jakarta ikut sama bibi kamu " ucap ibu sambil menyapu halaman rumah nya
" ohhh jadi nya besok ya bu , trus kata bibi gimana bu dengan sekolah aku " Melody pun ikut mengumpulkan daun daun yang sudah kering untuk di bakar
" kamu tenang aja , bibi udah cari sekolah terbaik buat kamu katanya "
" oh ya udah bu . melody masuk dulu yah bu mau mandi dulu " Melody beranjak dari posisinya sekarang
" loh itu pipi kamu kok merah " tanya ibu yang baru menyadari pipi melody yang memerah akibat tamparan Dylan
" Oh --ehm-- itu apa ---ehm tadi pas dijalan Melody jatuh trus nyungsep kena pipi jadi merah deh " ujarnya membual
mata ibu menyipit tanda bahwa Ia tak mempercayai ucapan putrinya itu
" Beneran , ibu kok percaya " ucap ibu menyentuh pipi Melody .
__ADS_1
Melody menghindar
" beneran kok bu " ucapnya meyakinkan
" yaudah " ada sedikit ketidak percayaan ibu pada Melody . namun ibu tak mau memaksa
'mungkin dia butuh waktu buat cerita' bathin ibu
########
00:05
tengah malam di sebuah lokasi tempat berkumpulnya anak muda terlihat sangat ramai . motor , mobil pun berjejer dipinggir jalan lampu kerlap kerlip di tempat itu
" cewek tu boss " ujar lelaki berpenampilan urakan . memakai celana levis sobek sobek juga jacket dengan nama geng dipunggungnya sebut saja Angga diorama
" Males " ucap pria yang sedang meneguk wine dengan malasnya . Dylan dialah pria yang sudah tak berdaya mabuk karena minuman keras itu
" tumben bos , ada masalah " tanya pria muda disampingnya yang sedang menyesap rokok
sebut saja Reyan Mahaputra
dan hanya gelengan pelan yang Reyan dapatkan dari pertanyaannya itu
" udahlah kita disini mau happy happy , gue duluan mau nemuin sih Melati bye " ucap seorang pria yang sudah terlihat dewasa meninggalkan tongkrongan itu
__ADS_1
" Rif " cicit Dylan pada salah satu temannya
" hemmm " cowok yang dipanggil pun hanya berdehem . cowok dengan penampilan paling cool dibanding yang lain dialah Rifky Almark
dengan kefokusannya bermain game Rifky tak menoleh sedikit pun pada Dylan
" gue tadi ketemu cewek yang sok banget dia nolongin si Deeva yang lagi gue siksa . gue pengin bunuh dia Rif " curhatnya dialam bawah sadarnya
" lo masih siksa Deeva Lan " tanya Reyan pada Dylan " dia kan adek lo seharusnya lo gak boleh terlalu kejam sih darah yang mengalir di tubuhnya masih sama ama darah yang mengalir ditubuh lo " lanjutnya dengan memandang sinis Dylan
tak ada jawaban apapun dari Dylan ternyata dia sudah hilang kesadaran sepenuhnya
" Rif gimana nih , si Dylan udah mabok " tanya pada Rifky yang masih saja santai
" cih . bener bener nyusahin ni anak " cicit Rifky kesal
" berani lo ngomong saat dia sadar " tantang Reyan dengan senyum sinis nya
" udahlah brisik , bacot tau gak lo . bawa dia kemobil biar gue yang anter balik " ujarnya yang malah melenggang pergi begitu saja
" lah ini gimana woy " teriak Reyan
" lo gotong dia " balas teriakan Rifky yang sudah sampai pada parkiran
بسم الله الر حمن الر حيم
__ADS_1