
sepulang sekolah melody menuju ke rumah sakit untuk menjenguk vino yang masih di rawat dirumah sakit . mereka telah sampai di pelataran rumah sakit
mereka jalan beriringan menuju keruangan dimana vino dirawat . sesampainya di ruangan mereka mengetuk pintu ruangan itu terlebih dulu
tokk tokk
" masuk " sautan orang yang ada didalam ruangan . mereka membuka pintu dan disana terlihat ada tiga orang yaitu orang tua vino dan vino
" mitha kamu kesini " tanya ibu vino atau yang tak lain adalah tante lira
" iya tante" mereka sudah berada disamping ranjang tempat vino berbaring
" ini siapa mitha " tanya tante lira kepada mitha namun matanya tertuju pada melody
" saya melody temennya vino " melody mengulurkan tanganya kepada ibu lira
" saya mamanya vino dan papanya vino " ucap bu lira seraya mengambil uluran tangan melody
" kamu bisa panggil tante lira "
" ma tinggalin vino sama temen vino ma " ujar vino kepada orang tuanya
" kamu ngusir mama gitu hemmmm " tanya ibu lira pura pura marah dengan mensedakepkan tangannya diatas perut
" bukan----" belum juga vino menyelesaikan kalimatnya ayah vino terlebih dulu memotongnya
" udahlah ma papa juga laper kita cari makan dulu " ucap ayah vino yabg langsung meninggalkan ruangan itu .ibu vino hanya menghela nafas panjangnya
" yaudah mama ikut papa dulu cari makan mitha melody jagain anak tante ya " ujar ibu lira yang langsung meninggalkan ruangan itu
" lo kesini mel " tanya vino dengan senyum yang mengembang dibibirnya
" iyalah lo liat kan kalo kita udah ada disini pake nanya lagi " bukan melody yang menjawab tapi mitha yang langsung menyambar kalimatnya
" eh gue gak nanya sama lo kampret "
" udah udah kok jadi ribut si . iya vin aku kesini karena khawatir sama kamu . kamu kayak gini kan gara gara aku " ucap melody dengan nada lembut
" aku juga disini gak bisa lama soalnya aku habis ini harus kerja vin " tambahnya
" gak papa kalo lo gak lama yang penting lo dateng " ujar vino
" ca elah yang dimabok asmara lupa sama orang yang ada disamping " kata mitha menyindir
karena mengatakan itu mitha mendapatkan pelototan dari vino mitha hanya tersenyum kaku dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
" apa apaansi kamu mit . lagian siapa juga yang lagi kasmaran " ucap melody dengan senyum malunya
" oh iya vin kamu udah makan " tanya melody saat melihat nasi di atas nakas masih utuh
" belum mel soalnya males gue makan "
" kok gitu si vin . gimana kalo aku suapin mau gak " tawar melody
dengan cepat vino menganggukan kepalanya yang artinya ia mengiyakan tawaran melody
" idih manja banget lo baru digebugin segitu udah gak bisa makan sendiri " ujar mitha begidik jijik melihat tingkah vino yang manja
" brisik lo " vino melototkan matanya kepada mitha
melody yang sudah memegang sendok yang berisi makanan itu terdiam melihat dua saudara itu ribut
__ADS_1
" vin .... nih aaaa " suap melody pada vino yang disambut dengan baik
" makasih ya mel "
" sama sama " mitha yang melihat itu hanya tersenyum bahagia ia sudah tau bahwa vino menyimpan perasaan pada melody
tak lama suapan terakhir sudah mendarat di mulut vino . melody langsung meletakan piring kosong itu keatas nakas dan mengambil minum untuk vino yang ada disebelah piring itu
" nih minumnya " vino mengambil.minum itu dan menenggaknya dengan perlahan tetesan terakhir pun tandas di bibir itu
" makasih mel " melody hanya menganggukan kepalanya
" vin aku pamitnya soalnya aku harus berangkat kerja " ujar melody
" lo udah mulai kerja dari kapan " suara tersebut bukan dari mulut vino melainkan suara mitha
" kemarin mit " mitha hanya ber 'oh ya ' saja dan menganggukan kepalanya
" yaudah aku pamitya " melody yang baru dua langkah menjauh itu terhenti karena vino memanggilnya
" mel " panggil vino
" iya "
" eeeeeeemmmmmmm itu apa ...emm itu " ucap vino gelagapan melody dan mitha mengernyitkan dahinya
" lo kenapa vin " tanya mitha yang melihat vino gelagapan
" eemmmm itu mel "
" apa vin "
" emmm gak jadi deh lo kalo mau pergi aja " vino makin salah tingkah saat melody menatapnya
dalam ruangan
" lo tadi kenapa vin kok gelagepan gitu " tanya mitha pada vino
" gak papa "
" lo tu gak pandai bohong . udah deh ngomong aja lo kenapa " kata desakan dari mitha meruntuhkan dinding kebohongan nya
" mit tadi.....gueee..." ucap vino yang masih kaku dan gelagepan
" masih gelagepan udah gak melody tuh "
vino menghela nafas untu menetralisir kegugupanya tadi
" ok gue ... tadi cuma mau minta peluk sama melody " ucapan vino itu disambut dengan gelak tawa mitha
" lo ngetawain gue hah "
" lo tu aneh hahahahah " ucap mitha dengan tawa yang mengiringinya
" kampret lo mit " vino merasa kesal pada mitha yang masih sibuk menertawakannya
" ok ok ok " mitha sudah menghentikan tawanya
" lo gak gentle man banget cuma minta peluk aja gelagepan dasar lo banci " mitha men sedakepkan tangannya
" enak aja lo bilang gue banci " vino tak terima dengan ucapan mitha
__ADS_1
" emang iyakan " tawa mitha kembali pecah saat dirinya di gelitiki oleh vino
" vino iya haahh gue minta maaaf hahaah " vino semakin kencang menggelitiki mitha yang berani mengoloknya sebagai banci
-------
di loby rumah sakit
melody sedang berjalan melewati loby rumah sakit itu namun karena dirinya yang tidak terlalu fokus pada jalanya ia menabrak seseorang sampai dirunya ikut terjatuh
" auwwwww " melody meringis sakit karena bokongnya menghantam lantainrumah sakit dengan begitu keras
" aduuuhh " suara ringisan dari irang yang melody tabrak
melody langsung bangkit walau pahanya masih terasa sakit ia langsung membantu orang yang ia tabrak
" maaf ya bu saya gak sengaja " ucao melody pada ibu ibu yang ia tabrak .
" ia nak gak papa ibu juga gk fokus jalanya maafin ibu juga yah " ujar ibu itu yang tak lain adalah sena ibunya rifky almark
" yaudah saya permisi " saat hendak pergi ibu itu memegangi kepalanya yang mungkin terasa berat
" bu ibu kenapa " tanya melody dengan penuh kekhawatiran
" kepala saya ..... sakit sekali " ucap ibu sena dengan memegangi kepalanyayang terasa sakit itu
" aduhh udah jam segini bisa bisa aku telat berangkat kerja tapi nggak mungkin tinggalin ibu ini sendirian " gumam melody sembari melihat jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangannya
" bu biar saya antar ke dokter mari bu " ibu sena hanya mengikuti arah tubuhnya yang di bawa oleh melody
" sus tolong ini ada pasien yang mengeluh sakit kepala dokter yang menangani penyakit ini dimana " tanya melody kepada suster yang baru lewat didepanya
" ohhh sakit kepala ya mari biar saya antar keruang dokter "
mereka berjalan beriringan menuju ke ruangan dokter yang mengobati penyakit yang saat ini dirasakan oleh bu sena
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.......
fyujie
****
jamgan lupa like comment vote dan favoritkan
__ADS_1
terima kasih