
Melihat vinno tak berdaya lagi dillan rifki juga reyan meninggalkan tempat itu . sepeninggalan dillan dkk melody mencoba bangkit dan mendekati vinno yang sudah tak berdaya sedangkan mitha masih dalam keadaan tak sadarkan diri
" vin bangun "panggil lirih melody sembari menepuk nepuk pipi vino
" vino bangun " panggil melody sekali lagi tapi tetap saja tak ada respon dari vino tak lama air mata melody luruh dari pelupuk matanya
" me..l " mitha datang menghampiri melody dengan jalan sempoyongan
" mitha kamu gk papa " melody langsung beranjak berdiri untuk membantu mitha berjalan menuju kearah vino yang masih terkapar tak sadarkan diri
" masih pusing mel . itu vino kenapa mel " bukanya menjawab pertanyaan mitha melody malah semakin mengencangkan tangisnya buliran airmata pun semakin deras mengalir dari matanya
" mel ko lo nangis itu vino kenapa bisa kayak gini " desak mitha yang sudah terduduk didekat vino yang masih tak sadarkan diri
" maafin aku mitha ini semua salah aku kalo saja kalian gk berteman sama aku pasti kalian gk bakal ikut menderita kayak gini maafin aku mit " mitha langsung memeluk melody yang sudah duduk didekatnya ia tak pernah menyalahkan melody sedikit pun
" mel gue gk pernah nyalahin lo dan gue seneng temenan sama lo . sebenernya gue gk punya temen sama sekali saat lo belum datang kesini gue gk tau apa itu temen sahabat tapi semenjak gue kenal lo gue tau apa itu semua gue sayang sama lo " mereka menangis haru bersama sampai lupa dengan keadaan vino
" mel lebih baik kita bawa vino kerumah sakit kalo ke uks guru pasti tau dan itu bakal jadi masalah besar untuk kita " melody hanya menganggukan kepalanya mereka pun memapah tubuh vino bersama sama .
mereka terpaksa keluar lewat pintu belakang sekolah karena mereka tak mau guru mengetahuinya . mereka sekarang telah sampai dijalan raya untuk mencegat taksi agar bisa membawa mereka ke rumah sakit
beberapa menit kemudian sebuah taksi melintas didepan mereka tak membuang waktu lama mereka menghentikan taksi itu mereka masuk kedalam taksi dan sopir taksi segera melaju tempat kemana penumpangnya tuju
seampainya dirumah sakit mereka langsung dibantu petugas untuk membawa vino masuk kedalam . vino sedang diperiksa dokter melody dan mitha pun dilarang masuk oleh sang suster jadi mereka terpaksa menuggu didepan ruangan tak lama kemudian seorang dokter keluar .
" gimana keadaan temen saya dok " tanya melody yang merasa khawatir
" teman anda hanya mengalami luka luar jadi tidak terjadi masalah yang serius " ujar dokter dengan ramah
" beneran dok " tanya mitha antusias
" ia dek dia juga sebentar lagi akan sadar ya sudah saya tinggal dulu ya dek " pamit dokter
" terima kasih ya dok " dokter itu hanya tersenyum setelah itu ia segera meninggalkan melody
●●●●●●
Dillan dkk sekarang berada di rooftop . mereka memang sering menghabiskan waktunya disana bukan sekedar duduk menikmati angin tapi terkadang mereka tidur dan merokok disana .
" lan " panggil rifki
" hmm " dilan hanya berdehem singkat
" gimana keadanya vino sekarang yah dia mati pa belum tadi gue liat lo sangat ambisi banget pas nyerang vino " ini bukan pertanyaan dari rifki melainkan reyan
" iya lan gue juga heran tuh liat lo kayaknya dendam banget sama si curut itu " ujar rifki
__ADS_1
" gue cuma benci sama penghianat " jawab dilan dengan mata yang masih setia terpejam
"........" keheningan menyelimuti situasi saat ini tak ada yang terlebih dulu angkat bicara
namun itu hanya beberapa menit
" lan " panggil reyan sekali lagi
" apalagi si yan lo tu cerewet banget tau gk " ucap dilan yang langsung bangkit dari tidurnya
" hehehe " reyan hanya menyengir tidak jelas
" lo mau tanya apalagi " tanya dilan balik saat dirinya telah sempurna mengahadap reyan yag sedari tadi mengganggu tidurnya
" lo jadi buat si vino keluar dari sini " dillan tersenyum smirk mendengar pertanyaan reyan
" jawab lan kita gk butuh senyum lo " kali ini bukan reyan tetapi rifki
" kita tunggu waktu yang tepat baru kita jalan kan aksinya " ucap dilan dengan senyum yang masih mengembang di bibir nya
reyan dan rifki hanya saling tatap mereka hanya akan menjalankan skenarionya saja tak lama mereka semua kembali berbaring lagi untuk melanjutkan merajut mimpi indah di pulau kapuk
●●●●●●
beberapa menit yang lalu vino baru membuka matanya menatap melody yang tertidur dibangku sebelah ranjang tidurnya sedangkan mitha juga tertidur di sofa panjang rumah sakit sepertinya mereka berdua sangat kelelahan
" vino kamu udah bangun " vino tersentak dan langsung menurunkan tangan nya ia sekarang merasa sangat gugup mendengar suara melody
" iiii...ya mel " melody tersenyum manis kepada vino . vino merasa terhipnotis oleh senyum melody ia dengan segera memalingkan wajah nya agar tak memandang senyum yamg sangat manis ujar vino
" kamu mau apa vin biar aku ambilin" tawar melody pada vino
" ggue mau minum aja mel " meoody langsung berdiri mengambil minum untuk vino yang ada diatas meja .
" ini . mau aku bantuin minum gak " melody menyodorkan gelas berisi minuman
" enggak usah mel gue bisa sendiri . oh iya lo pulang aja sama mitha nanti gue bisa minta tolong sama orang rumah buat jagain gue "
ucap vino sembari meminum air yang ada di gelas yang ia pegang
" emang kamu gk papa " tanya melody yang masih khawatir pada vino biar bagaimana pun vino bisa selerti ini juga karna dirinya
" gk papa mel lo pulang aja sana " perintah vino
" yaudah deh aku bangunin mitha dulu " melidy menjauh dari ranjang dimana vino berbaring menuju ke sofa tempat mitha tidur
" mitha bangun " melody menggoyangkan lengan mitha pelan . namun mitha hanya berbalik badan kearah penyangga sofa
__ADS_1
" mitha ayo bangun " kali ini melody melakukan nya dengan sedikit kasar dan tak lama mitha pun terbangun
" apaan sih " mata mitha masih terpejam namun ia sudah pada posisi duduk
" bangun kita pulang mitha " mitha langsung membuka mata saat mendengar kata pulang padahal ia rasa dirinya sudah ada dirumah namun nyatanya belum . mitha melihat sekitar ia rasa dirinya ada dirumah sakit dan rak lama ia menepuk jidat bagaimana bisa ia lupa bahwa dirinya masih menunggu vino yang belum sadarkan diri ia belum melihat bahwa vino yang sedang menatapanya
" vino udah sadar mel " bukanya melihat kearah ranjang dimana vino berbaring mitha malah fokus menatap melody
" kamu liat aja sendiri " setelah melody mengatakan itu mitha langsung menatap ke ranjang vino ia langsung berlri memeluk sepupunya itu
" heh mitha lepasin " vino langsung melepaskan pelukan dari sepupunya itu
" lo ternyata udah sadar gue kira lo bakalan mati " canda mitha yang langsung disambut tonyoran dari vino
" hahahahahhah " mereka bertiga tertawa bersama
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
fyujie
▪▪▪▪▪
jangan lupa LIKE COMMENT VOTE and FAVORITkan
semoga kalian terhibur dengan cerita ku
😍love you
__ADS_1