
❤❤❤❤❤
setelah melakukan pesta minum dillan kembali kerumah dalam keadaan mabuk . untungnya semua orang rumah sudah tertidur terlihat dari semua lampu yang sudah dimatikan . dillan melangkah kan kakinya menuju ke kamar miliknya namun baeu selangkah ia menaiki tangga tiba tiba lampu menyala kembali dengan terang dan saat itupula terlihat wajah ibu dan ayah nya . mereka menghampiri dilan dan
plakkkkk
tamparan dari papanya mendarat di pipi bagian kiri dillan membuat dillan mundur kebelakang beberapa langkah
" DARI MANA KAMU " ucapan papanya itu sangat menggelegar membuat siapapun yang mendengarnya gemetar ketakutan
" JAWAB " papanya itu mendorong tubuh dillan hingga terjungkal karena dillan tak memiliki keseimbangan sebab ia dipengaruhi alkohol
" DASAR ANAK TIDAK TAU DIRI ! BISANYA CUMA BUAT MALU KELUARGA . KALO KAMU MASIH SAJA SEPERRI INI MENDING KAMU KELUAR DARI RUMAH INI " mata papanya itu memerah menaham marah
" pa tenangin diri papa " mama mencoba menenangkan namun karena papa sudah terlanjur emosi ia menjauhkan tangan istrinya yang menahan nya
plaakkkkk.
suara tamparan kembali terdengar . sekarang pipi kanan dillan menjadi pelapuhan tangan ayahnya itu . dillan hanya bisa diam karena ia masih sadar bahwa dirinya masih membutuhkan ayahnya itu
" KELUAR DARI RUMAH INI DAN PAPA AKAN PUTUSKAN SEMUA FASILITAS YANG KAMU MILIKI"
" papa gak bisa gitu dong pa " protes dillan yang tidak terima keputusan papanya yang secara sepihak itu
" apa yang papa gak bisa hah " dada papanya terlihat kembang kempis menahan emosi yang meluap luap
" apa mau papa " akhirnya dillan mengaku kalah karena ia tak mungkin bisa hidup tanpa uang papanya itu
" berubahlah dan sekolah lah dengan benar karena kamu adalah pewaris dan pemimpin perusahaan mahapratama grup selanjutnya " ujar papanya dengan suara yang melunak
__ADS_1
" hemmm dillan akan usahain " usai mengatakan itu dillan menaiki tangga meninggalkan orang tuanya yang masih diam ditempat dan menuju kamarnya karena tubuhnya sudah terlalu lelah untuk melakukan hal hal lainnya kecuali tidur
*
orang tua dillan
" mas kamu tadi keterlaluan , kalo tadi dillan beneran pergi gimana " ucap gita mama dillan
" tapi kenyataannya tidak kan , dia mana bisa hidup tanpa fasilitas dari kita ma " ujar arman papa dillan mengelus puncak kepala istrinya itu . yah setelah dillan menaiki tangga dan memasuki kamar arman dan gita pun ikut kembali masuk kekamar untuk melanjutkan tidurnya yang tertunda
*****
dretttt drettttt
suara dering ponsel yang dalam mode getar itu pun membuat sang pemilik ponsel segera meraihnya dan mengangkat panggilan yang baru saja masuk
halo mell hikss hikss"orang yang menelpon mellody ialah mitha anggraini
mitha kamu kenapa kok nangis mit mitha " mellody yang mendengar suara rangis mitha menjadi biingung dan khawatir
vino hiksss hiksss vino mell"
kenapa mitha vino kenapa " rasa kekhawatiran menyeruak hati dan pikiran mellody
vino meninggal mell hikssss hikhssss " suara tangis mitha semakin kencang
gak mungkin " ponsel mellody tanpa sadar jatuh . tangis melody pecah sesaat setelah mendengar ucapan mitha yang ia rasa adalah kebohongan
tanpa membuang waktu melody pergi ke rumah sakit dimana vino dirawat . dengan langkah yang tergesa gesa dan air mata yang terus turun membasahi pipinya yang mulus itu mellody berlari kencang dan menghentikan taksi yang lewat didepannya
__ADS_1
lima belas menit kemudian mellody telah sampai dirumah sakit dimana vino dan mitha dirawat iya berlari menuju ruangan vino tepat disana terdapat banyak orang yang ada disana . tangis mellody pun kembali pecah dan tak terbendung lagi
" vino hiksss hiksss " bibirnya mengucap lirih nama seseorang yang selalu membantunya saat kesusahan
saat mellody semakin mendekati mitha yang terlihat menangis histeris disana
" mitha hiksss hikss" mitha yang mendengar panggilan itu menoleh dan seketika bangkit dan langsung menghambur kepelukan mellody . mereka sama sama menangis histeris dan mereka juga saling menguatkan saat mayat vino yang tertutupi kain putih itu dikeluarkan dari ruangan dimana vino dirawat
semua menangis histeris saat kain itu dibuka dan menampakan wajah vino yang pucat dan tubuhnya yang dingin . mellody mendekat dan mengelus pipi vino untuk terakhir kalinya air matanya luruh kembali tanpa bisa ditahannya mellody pingsan dan hampir jatuh apabila vano kakak dari vino itu tak menahan tubuhnya
*****
seminggu sudah kepergian vino namun maaih belum menghapuskan rasa duka yang mereka alami . mellody pun seminggu ini tak masuk sekolah karena ia tak mampu untuk mengenang masa masa sekolahnya bersama vino
mellody sekarang ada dikamarnya ia sedang memegang sebuah kertas yang ditulis oleh vino sebelum dirinya menghembuskan nafas terakhirnya . surat itu ia dapat dari vano sesaat setelah vino dikebumikan namun sampai sekarang mellody belum membuka surat itu
namun mellody harus menguatkan hatinya untuk menerima kenyataan ini ia mencoba ikhlas dan hari ini ia bertekad untuk membaca surat terakhir dari vano dengan sedikit demi sedikit ia buka surat itu dan kini telah terbuka dengan sempurna menampakan susunan huruf yang sedikit berantakan
*mel mungkin ketika kamu baca surat ini aku sudah tidak ada didunia ini . mel aku cuma mau bilang sesuatu sama kamu kalo aku cinta kamu , mellody . aku suka kamu sejak pertama bertemu namun aku bodoh namun aku bodoh yang hanya diam saat kamu dibully oleh dillan . namun setelah beberapa hari aku mengenalmu aku memutuskan persahabatan dengan dillan untuk melindungi mu namun saat ini aku tak bisa lagi untuk ada di samping kamu dan melindungi kamu . sekarang aku mau meminta sesuatu dari kamu . kamu harus kuat dan kamu harus bisa melawan jika dillan mengganggu mu kamu jangan hanya diam karena aku disini tak terima itu melody . tolong mulai sekarang kamu harus bisa menjaga diri kamu sendiri
mellody i love you
salam cinta vino sebastian untuk anastasya melody*
teshhh
air mata mellody jatuh membasahi kertas yang berisi kata kata terakhir dari vino . mellody memeluk surat itu dengan erat tanpa mau melepaskan
" i love you too vino " ucapnya sambil memejamkan matanya menahan rasa perih karena ia baru menyadari perasaannya setelah dirinya telah benar benar kehilangan nya
__ADS_1