
mereka telah sampai di ruangan dokter yang akan menangani penyakit yang diderita oleh ibu sena
" silahkan masuk ini ruangan dokternya " ujar suster yang mengantarkan mereka keruangan dokter itu
" terima kasih sus " ucap melody yang masih menompang badan sena agar tidak kehilangan keseimbangan
" kalo begitu saya pamit . permisi " suster itu meninggalkan mereka berdua yang masih setia berdiri di depan pintu ruangan itu
" ayo bu kita masuk " melody mengajak ibu sena masuk keruangan itu namun sebelum itu mereka mengeruk pintu terlebih dulu
tokkk ....tokkkk...( melody mengetuk pintu ruangan itu )
" masuk " sautan dari dalam ruangan itu . tak butuh waktu lama mereka langsung masuk keruangan itu
" silahkan duduk " ucap dokter itu
" ada yang bisa saya bantu" tanya dokter itu saat mereka berdua sudah duduk
" ini emm .. gini dok ... ibu ini tadi sempat jatuh karena bertabrakan sama saya trus ibu ini merasa sakit dibagian kepalanya jadi saya .. bawa kesini " kalimat yang terlontar dari mulut melody dalam menjelasakan keluhan yang dirasakan oleh ibu sena
" ohhh begitu ... mari bu ikut saya berbaring di branker itu " melody pun menuntun ibu sena untuk merebahkan tubuhnya di branker yang tadi ditunjukan oleh dokter .
dokter langsung memeriksa keadaan ibu sena dengan teliti tak lama kemudian dokter telah selesai melakukan pemeriksaan dan ibu sena pun turun dari branker dibantu melody dan menuju ke kursi temoat mereka duduk tadi
mereka telah duduk tepat didepan dokter yang telah memeriksa ibu sena
" ibu mengalami hipertensi " ucap dokter itu namub tidak membuat ibu sena terkejut
" apa ibu sudah tau dengan penyakit yang ibu derita ini "
" sudah dok " ucap lirih ibu sena
" kalau ibu sudah tau saya mohon ibu menjaga emosi makanan yang ibu makan dan yang paling penting jangan terlalu banyak pikiran itu akan mengakibatkan tekanan darah ibu semakin tinggi " jelas dokter pada ibu sena
ibu sena hanya menganggukan kepalanya dengan pandangan terus kebawah yang membuat melody semakin merasakan perasaan aneh dalam dirinya ia merasakan betapa sedih hati ini melihat ibu sena merasakan sakit ini
" bu penyakit ini memang tidak terlalu bahaya namun jika ibu teledor dalam mengontrol emosi , makanan yang ibu makan itu akan mengakibatkan hal fatal bu ibu bisa saja mengalami stroke serangan jantung dan yang paling parah kematian dan saya sebagai dokter hanya bisa mengobati nya dengan memberikan obat dan nasehat kepada ibu " ujar dokter itu
ibu sena kembali menganggukan kepalanya tanpa menjawab sepatah kata pun
" saya akan tulis resep yang bisa ibu tebus di apotek nanti " dokter itu menulis resep obat itu dan memberikanya ke ibu sena
" terima kasih " ibu sena mengambil resep obat itu dan kembali melangkahkan kakinya keluar dibantu melody yang masih setia disampingnya
mereka sudah keluar dari ruangan itu saat ini mereka sedang berjalan menuju keluar rumah sakit ini namun dipertengah jalan ibu sena menghentikan langkah nya dan duduk dikursi tunggu yang terletak disamping mereka berhenti . ibu sena terlihat sangat bersedih dan tiba tiba menangis melody yang melihat itu pun ikut duduk disamping ibu itu dan tanoa pikir panjang melody langsung memeluk menenangkan ibu sena
" bu ibu kenapa nangis " melody bertanya dengan melepaskan pelukanya
" nak peluk ibu lagi " melody kembali memeluk ibu sena dengan penuh kehangatan mereka berdua merasakan kenyamanan yang belum pernah mereka rasakan
" kenapa ibu merasa nyaman dan tenang dipeluk kamu " tanya ibu itu namun tak melepaskan pelukannya
" eeehhh melody gak tau bu " melody memejamkan matanya dan tak lama buliran air mata mengalir dari pelupuk matanya membasahi pipinya
" rasa apa ini ya allah kenapa aku begitu nyaman dan hangat dipelukan ibu ini aku tak pernah merasakan ini walau bersama ibu yaallah " ucap melody dalam hatinya ia semakin memejamkan matanya dan buliran airmata semakin deras mengalir
" bu udah kenapa kita jadi nangis gini " melody melepaskan pelukannya dan mengahapus sisa airmata yang masih menggenang
" maafin ibu ya nak . buat kamu menangis gini " ucap ibu sena sembari menghapus air mata di pipi melody . melody tertegun dan merakan hal aneh di hatinya ia langsung mengalihkan wajahnya dan air mata kembali menetes semakin lama semakin deras
tiba tiba ibu sena memeluknya dari samping dengan mengembangkan senyumnya dirinya juga tidak tau mengapa rindu pada anaknya yang sudah lama hilang seperti telah terobati
" ibu sangat kangen sama rose anak ibu yang udah hilang 17 tahun yang lalu mungkin sekarang sudah sebesar kamu nak " ucao ibu sena yang masih memeluk melody
mendengar ucapan ibu sena senakin membuat air mata melody mengalir dengan derasnya ia tak tau apa yang membuat nya menangis ia dengan segera menghapus air matanya dan memutar badannya menghadap ibu sena se penuhnya
" bu saya gak bisa lama disini saya harus berangkat bekerja bu " ujar melody melepaskan pelukanya
__ADS_1
" kau mau meninggalkan ibu disini sendirian " tanya ibu sena dengan memelas
melody terdiam karena sebenernya dalam hatinya ia menginginkan sekali bisa dekat dengan ibu sena tapi tidak mungkin karena dirinya bukan siapa siapa nya
" gak bu ... emmm ibu kesini naik apa " tanya melody mengalihkan pembicaraan nya
" ibu diantar supir dan sebenernya ibu disini juga memang buat berobat dan ibu juga udah ada dokter pribadi disini tapi karena ibu ingin dekat dengan kamu ibu mengikuti kamu membawa ibu kedokter tadi " ucap ibu seraya tangannya mengelus wajah melody dengan lembut
" emm. bu biar saya anter ke sopir ibu marii "
melody bangkit dari duduknya
ibu sena menghela nafas karena dirinya tidak bisa memaksa gadis yang telah menolongnya tetap disampingnya dirinya pun ikut bangkit dan mengikuti langkah kaki melody
kecanggungan menghampiri mereka berdua yang sedang bejalan beriringan namun tak lama melody angkat bicara
" bu mana sopir ibu " tanya melody saat mereka telah smapai di parkiran rumah sakit
" pak mul " panggil ibu sena saat dirinya melihat sopirnya dan sang sopir langsung menghampiri mereka berdua
" sudah selesai bu "tanya sopir itu dengan sopan dan ibu sena menganggukan kepalanya
" terima kasih tadi udah anter ibu ibu pamit ya" bu sena kembali memeluk melody
" sama sama bu " mereka melepaskan pelukanya dan ibu itu pergi meninggalkan melody
melody tersenyum kaku pada dirinya sendiri kenapa dirinya bisa menangis tanpa sebab
" kenapa sih kamu tadi nangis hah " gumam melody .
melody menghela nafas panjang dan setelah itu ia melangkahkan kakinya meninggalkan rumah sakit ini dan pergi menuju ke tempat kerjanya
-------
melody telah sampai di tempat kerjanya dirinya sedang berganti pakaian
saat melody berjalan menuju dapur ia bertemu dengan manager
" baru juga masuk kerja udaha telat " ucap manager itu
" maaf bu " melody menundukan pandangan nya karena memang dirinya merasa bersalah
" jangan kamu kira kamu dilindungi sama bos yana kamu bisa seenaknya kerja disini ngerti kamu " gertak manager itu
melody menganggukan kepalanya
" maaf bu "
" maaf maaf bisanya sudah cepet sana kerja " ujar manager
setelah mengatakan itu manager langsung meninggalkan melody . melody masih menundukan kepalanya
" udah gak usah dimasukin hati " ucap seseorang yang tak lain adalah kak olive
" iya kak "
" yaudah yuk kita kerja " mereka langsung melaksanakan pekerjaan mereka masing masing
matahari telah terbenam mungkin orang yamg tak mempunyai pekerjaan bisa menikamati sunset di sore hari tapi tidak dengan melody yang masih sibuk melayani pelanggan resto ini
jam pulang pun telah tiba pelanggan pun mulai sepi melody bisa istirahat sebentar untuk melemaskan semua ototnya dan mengumpulkan tenaga nya yang sudah terkuras seharian ini
" eeesss auwww" desis melody merasakn sakit di pergelangan tangannya yang tadi pagi di cengkram oleh dillan
" lebam lagi " ucap melody yang melihat pegelangan tangannya yang sedikit membiru
" hey" melody tersentak dan langsung menutup luka lebamnya
__ADS_1
" kak olive ngagetin aja " ucap melody yang masih gugup
" lo kenapa gugup gitu ada yang lo sembunnyiin ya dari gue " tanya kak olive dengan tatapan menyelidik
" e.e..enggak kok kak se sembunyiin apa lagi " ucap melody mengalihkan wajahnya gar tak ketaun berbohong
" masa coba liat tangannya "
" buat apa"
" coba liat dulu "
" gak mau "
" ayok "
" gak mau " melody menyembunyikan tangan nya dibelakang
" gue udah liat mel " ucap kak olive mengejutkan melody
" maksud kakak apa kakak liat apa " kak olive tersenyum dan langsung menarik tangan melody
" awwww "
" sory mel gue gak maksud nyakitin lo " olive langsung melepaskan tarikannya
" udah gak papa kak "
" ini kenapa mel kok bisa lebam gini "
" gak papa kok kak " melody mengelus tangannya yang lebam .
" sini biar kakak obatin "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.....
fyujie
******
jangan lupa like comment vote dan favorit kan
__ADS_1