
by :
fyujie Rachayou
ππππππ
Β
ketika mereka hanya bisa
menyalahkan mu,,,maka lihat
pada yang diatas βͺAllah swt βͺ
akan selalu ada untuk mu
Β
Anastasya mellody
ππππππ
setelah melepaskan pelukan itu mereka saling tatap dan saling mengusap air mata yang sama sama membasahi pipi keduanya
" gue akan selalu ada buat lo " senyum nya terbingkai dengan apik di kedua sudut bibir mitha
mellody menatap sahabatnya yang selama ini telah menemaninya suka maupun duka
" makasih mith "
mitha menganggukan kepalanya
" yaudah yuk kekelas sebentar lagi kelas dimulai " mereka pergi meninggalkan toilet dengan langkah yang tak semangat
sesampainya dikelas mereka langsung menuju ke bangku dimana mereka duduki , untung saja guru mata pelajaran belum masuk jadi mereka bisa santai terlebih dulu
mellody menengok kebelakang tepat dimeja yang ditempati dillan masih kosong . sebenarnya mellody merasa bersalah namun ia harus berani melawan karena itu juga merupakan pesan terakhir dari vino agar ia tak boleh terlalu lemah ia harus kuat menghadapi kejamnya kehidupan
ahh... mellody jadi sangat merindukan kehaduran vino yang selalu membuat nya tersenyum jika dirinya merasa bersedih dan selalu menjadi pelindungnya jika dalam keadaan bahaya . mellody melirik bangku yang dulunya adalah tempat vino sebastian duduk
kringgg....kringgggg
suara bel yang menandakan bahwa mereka harus berkumpul dilapangan . semua siswa pun mengambil tas mereka dan berjalan menuju lapangan mungkin akan ada pengumuman
setelah semua siswa sudah berbaris dengan rapi guru mulai menyampaikan pesan bahwa hari ini mereka pulang cepat dikarenakan guru akan mengadakan rapat dan untuk kelas 12 mereka tetap mejalani les karena guru yang akan mengajar kan les tidak diharuskan ikut rapat
__ADS_1
semua siswa kelas 12 merasa kesal harusnya hari ini mereka libur les tapi malah tetap melanjutkan les mereka . sungguh menyebalkan gerutu mereka kelas 12
dan seluruh kelas dua belas memasuki kelas masing masing karena sebentar lagi guru yang mengajar akan masuk
*****
mellody telah kembali dari les sejak 2 jam lalu . ia masih santai berada dirumah karena ia masuk kerja jam 18: 30 dan saat ini jam maaih menunjukan pukul 16: 00 maka dari itu ia lebih memilih kembali mengulang pelajaran ajari di sekolah tadi dengan duduk di samping jendela kamarnnya
tak terasa senja telah menyapa bumi matahari hendak meninggalkan peraduanya . membuat mellody sadar saat menyipitkan matanya ketika senja menyorot masuk memberi cahaya kedalam kamarnya itu . mellody menengok melirik jam yang terletak di sebelah lemari telah menunjukan pukul 17: 30
mellody bergegas bangun dari duduknya ia beranjak menuju kamar mandi untuk menyiapkan diri agar terlihat segar saat bekerja . butuh waktu kurang dari setengah jam mellody telah bersiap dengan kemeja putih lengan panjang juga rok span yang panjangnya sampai lutut . ini merupakan seragam kerjanya biasanya mellody lebih memilih berganti di tempat kerja namun ia memiliki waktu lenggang maka dari itu ia langsung memakainya dari rumah
ia memakai sepatu fantovel miliknya yang berwarna hitam itu menambah kesan elegant pad penampilannya saat ini . mellody juga menguncir setengah rambutnya agar tak mengganggu saat ia bekerja tak lupa juga jam tangan berwaran emas menambah kecantikannya saat ini
" berangkat " mellody melangkah meninggalkan kamarnya dan berjalan keluar dari rumahnya tak lupa ia kembali menguncinya karena ibu dan bibinya belum ada yang pulang
****
dillan sedang berkumpul dengan kedua temannya di sebuah ruangan vip restoran Yana's food yang tak lain ialah milik ibu dari reyan . sebuah wine menemani perkumpulan mereka
" apa rencana lo selanjutnya Lan " tanya rifky sambil meneguk wine yang baru saja ia tuang di gelas mungil itu
" kita liat aja nanti " senyum devil yang terlukis diwajah dillan membuat siapa saja yang melihat merinding
" gimana tuh rasanya dari bibir cewek yang lo benci " sekarang reyan yang mengajukan pertanyaan yang sedari siang ingin iya ketahui jawabannya
" manis " ucapnya tanpa sadar
" jahahhahhhhh" reyan dan rifky tertawa ngakak mendapat jawaban jujur dari dillan
dillan langaung menghentikan bayangannya itu
" brisik " menatap tajam pada kedua temannya
" jangan jangan lo suka lagi ama si mellody " ledek rifky
" gak akan pernah terjadi "
" alah lo aja tadi nikmatin tu ciuman kan " goda reyan " kena lo sama pesona mellody , emang sih dia cantik dan body nya itu bikin tubuh panas dingin kalo bayangin" lanjutnya kemudian
" dasar otak jal*ng " rifky menimpuk kepala reyang yang terlihat sedang membayangkan hal hal kotor
" alah lo juga kan ngaku lo " reyan membalas timpukan reyan
" brisik kalian berdua . mending pesen makan gue laper ***** "
__ADS_1
" ah lo bikin bayangan gue ancur aja . yaudah gue tinggal dulu mau pesen makan . bye" reyan pun meninggalkan ruangan itu menuju kedapur untuk memesan makanan
" ehhh pesen makanan yang biasa buat gue sama temen temen gue " perintah reyang pada salah satu pelayan
" baik den " ujar pelayan itu
***
" mellody bantuin kita bawa ini dong ke ruangan vip buat anak boss " mba nita seorang pelayan yang tadi di perintah oleh reyan untuk membawakan makanan yang reyan pesan
" ok " mellody meraih sebuah piring yang berukuran sedang yang didalamnya berisi ikan bakar madu
" ini kamu bawa " ujar nita pada salah satu karyawan yang ikut membantunya
" yok " mereka berjalan beriiringan memasuki ruangan vip itu . mellody berada di bagian peling belakang
ceklek
pintu ruangan itu terbuka mereka masuk terlebih dulu dan terakhir mellody . mellody masih menundukan pandangannya maka ia tak tahu bahwa yang didepannya saat ini adalah dillan
" ini mas pesanannya " ujar mba nita selaku wakil dari para pelayan yang mengantar makanan
deggg
mellody begitu terkesiap melihat siapa orang saat ini duduk dikursi dengan senyum devilnya . dengan tangan gemetar mellody meletakan piring yang tadinya ia bawa tak ada kata yang keluar dari mulut melody
" kalo gitu kami permisi " semua pelayan hendak berjalan meninggalkan ruangan itu namunyerhenti tatkala mendengar seruan dari salah satu pemuda itu
" yang rambutnya dikuncir setengah tinggal disini " semua menatap mellody . yah karan hanya mellody yang menguncir rambutnya setengah
" mel kau buat kesalan " bisik intan salah satu temanya
mellody mematung kebingungan ia tak tahu harus berbuat apa
" yang lain boleh pergi selain orang yang tadi dilan sebutkan " sekarang reyan angkat bicara
" kita tinggal yah mel " satu persatu meninggalkan mellody diruangan yang berisi para iblis uanrnya dalan batin
mellody masih mematung di dekat pintu dengan tatapan menuju kantai marmer hingga suara bisikan membuatnya mendongak dan berbalik arah hingga saat ini menatap dillan yang sudah ada dibelakangnya
" jadi lo jadi pelayan " dilan memainkan ujung rambut mellody yang terurai di depan
mellody menyingkir dan mundur beberapa langkah kebelakang hingga sampai di pintu yang tertutup dan menghentikannya untuk mundur lagi
jangan lupa sisipkan jempolnya yahhh
__ADS_1
salam dari fyujie