Mengapa Kau Membenciku ?

Mengapa Kau Membenciku ?
part 17 permisi


__ADS_3

" woy maksud lo apa " mitha bangkit dari duduknya


"gue. gak maksud apa apa " ucap jenni dengan senyum menyeringai . jenni berjalan menjauh dari melody dan menghampiri dillan yang berada disebelah bangku tempat melody berada


" mel ... gue pesenin lagi aja yah " tawar mitha pada melody yang sedari tadi tidak mengucapkan sepatah kata pun


" ......." melody masih terdiam namun kepalanya menggeleng pelan menandakan bahwa dirinya tidak mau


" melody " panggil vino. melody dengan malas mendongakan kepalanha melihat vino dan mitha yang posisinya memang mereka berdiri dan melody masih duduk dengan anteng ditempatnya


" kenapa " tanya melody sedikit menyunggingkan senyumnya


" lo yang kenapa " ujar mitha sambil melangkahkan kakinya menuju kemeja dilan namun ia ueungkansaat tanganya ditarik pelan melody


" kau mau kemana "


" gue mau hampirin si maimunnah itu " ucap mitha dengan kesal


" buat apa .... aku baik baik aja mitha ... lebih baik kau kembali duduk dan lanjutkan makannya ok " ujar melody yang kembali memaksakan senyumnya


saat mitha sudah kembali duduk vinno malah berjalan meninggalkan meja nya tanpa menghiraukan panggilan melody yang berulang ulang hanya melangkahkan kaki tidak sampai sepuluh langkah dirinya telah sampai didepan meja dillan dan jenni


" kenapa "tanya santai jenni dengan senyum devilnya membuat vinno semakin muak melihatnya


tanpa sepatah katapun vinno meraih gelas yang masih terisi penuh dengan singkat ia menyiramkan isi dari gelas itu kearah tubuh jenni dan membuat semua seisi kantin terperanggah kaget dengan apa yang dilakukan vinno


" VINNO... LOK " dengan kagetnya jenni langsung berdiri dan mengibas ngibaskan baju nya yang basah karena vinno


" kenapa.......impas bukan ." senyumnya menyeringai ..vinno hendak meninggalkan meja jenni namun ia urungkan dan berbalik menatap jenni meledek


" mulai sekarang jangan pernah lo ganggu melody ....karena siapapun yang mengganggunya akan berurusan sama GUE ... " ucapnya pada jenni namun sorot mata tajamnya ia tujukan pada dillan yang masih duduk santai diujung sana


dillan yang merasa mendapat sindirin itu hanya tersenyum ngece tak peduli dengan semua itu yang ia pedulikan hanya mengganggu dan membuat melody merintih kesakitan karena itu adalah kesenangan tersendiri untuknya


vinno melangkahkan kakinya meninggalkan grup ******* itu ia berjalan menuju kearah melody yang menatap dirinya dengan penuh tanda tanya ia tersenyum kearah melody tak memperdulikan tatapan semua mata seisi kantin yang tertuju padanya ia menarik tangan melody menjauh pergi dari arah kantin dan mitha hanya membuntuti kedua insan itu


" vinno " panggil melody menghentikan langkah kakinya dan melepaskan tangan yang masih ditarik vinno . mitha dan vinno pun ikut menghentikan kakinya di tengah perjalannan menuju kelas


" apa " saut vinno menatap dalam mata melody


" kenapa ....kenapa kau lakukan itu... itu keterlaluan vinno " ucapnya dengan wajah bersalah


" mel lo kenapa lemah banget sih... itu tu pantes buat jenni yang udah sering buat lo menderita dan sekarang lo seakan akan lo yag bersalah " ujar mitha geram dengan tingkah melody yang polos atau bodoh pikirnya


" bukan gitu mitha tapikan----"

__ADS_1


"udah udah melody itu gak seberapa dengan apa yang udah dia lakukan sama lo selama ini itu hanya gertakan kecil untuknya " ucap vino memegang kedua bahu melody memberikan pengertian pada orang yang membuat hatinya berdegup kencang


" aduhh kalian gak inget masih ada gue disini pacarannya nanti aja " ucap mitha menyindir dan itu mamapu membuat kedua pipi melody memerah bak kepiting rebus


" apaansih mitha" melody menundukan pandanganya menutupi rasa malunya karena tadi dirinya menikmati sorot mata vinno yang memancarkan kehangatan untuknya


mitha tersenyum melihat kedua insan yang malu malu itu . mitha masuk ketengah tengah antara melody dan vinno . menari kedua tangan manusia itu dan berjalan bersama kekelasnya


keheningan menyertai mereka bertiga karena melody merasa canggung ia masih menundukan pandangannya tak berani menatap vinno maupun mitha


-----------


melody sudah berada dirumah karena waktu kerjanya yang masih setengah jam lagi ia mulai bersiap untuk nerangkat bekerja . ia keluar rumah dan tak lupa mengunci pintunya hari ini adalah hari ketiganya ia bekerja semoga masih diberi kelancaran


resto yana$ food


melody telah sampai ditempat kerjanya . sesampainya ia disapa dan menyapa hangat orang yang bekerja disini . tiga hari bekerja melody sudah sangat akrab dengan semua karyawan disini kecuali sang manager .


" hay melody yang cantik " sapa dari seorang kasir yang bernama widya


" hay juga widya " melody menyapa balik pada kasir itu dan langsung berlalu menuju ruang ganti untuk berganti pakaian kerja nya


sejam sudah ia mulai bekerja melayani dengan sopan semua pelanggan resto ini dan saat dirinya mengantarkan makanan kemeja nomor tujuh belas ia tak tau jika wanita yang ada disana adalah Arrinda diva seorang gadis yang pernah ia tolong namun kesialan yang ia dapat


" selamat menikmati " ucap melody yang masih menunduk memberikan hormat pada sang pelanggan


" kak melody " panggilnya dengan begitu senang . dengan segera ia bengkit dan memeluk orang yang sudah lama ia cari


" A...aarrin " melody belum membalas pelukan arin


" kak melody arrin udah lama banget gak ketemu sama kakak arrin kangen " ucap arrin dengan melepaska pelukan yang tak berbalas


" kak melody kerja disini " melody menganggukan kepalanya karena ia bingung harus bereaksi apa senang atau sedih


" ia rin .. tapi jangan bilang sama kakak kamu yang galak itu " ucapnya dengan nada takut


" kenapa kak apa ...." belum arrin menyelesaikan ucapannya panggilan dari ibunya membuyarkan semuanya


" Arrin " panggil ibunya dari arah belakang yang sedang berjalan kearah melody dan arrin


" mama " gumam arrin


" ayo kita pulang " ajaknya pada arrin


" tapi ma pesenan arrin baru dateng .... oh iya kenalin ini kak melody orang yang seminggu lalu nyelametin aku dari amukan kak dillan " ujar nya pada ibunya

__ADS_1


" kamu itu ( ibunya geleng geleng melihat tingkah putri bungsunya yang selalu menjelek jelekan sang kakak ) saya ibunya Arrin kamu bisa panggil tante gita " ucap gita mengulurkan tangannya kearah melody


" iya saya melody tante " melody mengambil uluran tangan itu dan tersenyum ramah


" cantik " ucap tante gita mengelus pipi melody


" makasih tante" melody kembali tersenyum ramah


" iya ma kak melody tu cantik banget Arrin sampek iri sama kak melody " ucapnya memeluk melody dari samping


" emmmmm Arrin tante gita saya permisi kedalem mau selesain pekerjaan saya " melody hendak melangkahkan kakinya pergi namun Arrin masih mendekapnya dengan erat


" Arrin " tegur mama gita pada putri bungsunya itu


" kak .... Arrin akan kesini terus buat temuin kakak Arrin pengen jadi temen kakak " ucapnya melepaskan pelukan nya pada melody


" iya yaudah saya permisi " melody kembali berjalan meninggalkan Arrin dan tante gita


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


fyujie


☆☆☆

__ADS_1


jangan lupa like comment and vote yah temen temen


__ADS_2