
by fyujie
" mengapa kau membenciku "
ANASTASYA MELODY
💝💝💝💝💝
sudah tak terasa ujian nasional akan diadakan 2 minggu lagi semua siswa kelas tiga disibukan dengan kegiatan les . les berbagai mata pelajaran yang akan diujian kan maka dari itu semua siswa selalu pulang terlambat seperti halnya mellody karena sudah mendekati ujian dan karena itu jam kerja mellody diganti dengan jam malam padahal ibunya menyuruh agar berhenti namun mellody tak bisa melakukan itu ia tahu bahwa ibunya masih memiliki banyak hutang yang perlu dibayarkan
3 bulan lalu merupakan hari kematian vino sebastian dan sudah selama itu pula dillan tak mengganggunya membuat mellody heran juga lega terhadap sikap dillan yang selama ini hanya acuh terhadapnya
mellody tak lagi memperdulikan sikap dillan padanya ia mencoba biasa biasa saja . seperti halnya saat ini mellody dan mitha sedang berada dikantin mereka sedang memakan makanan yang mereka pesan namun keanehan mulai terjadi tak ada angin tak ada hujan tiba tiba dillan dkk duduk dibangku dimana mellody dan mitha duduk . mellody meneguk salivanya dengan susah payah , keringat dingin keluar saat dirinya berada sangat dekat dengan dillan . tanganya gemetar tak karuan ia menundukan pandangannya agar tak terlihat betapa takut dan gugupnya dillan
degg
hatinya berdetak lebih cepat dari biasannya saat dillan membisikan suatu kalimat yang membuatnya hampir jantungan
" waktu lo udah habis untuk main main ,,,, saatnya pembalasan dimulai " senyum smirk terukir diwajah tampan dillan
mellody dengan mengumpulkan keberanian entah dari mana ia mendongak menatap wajah dillan yang sedang tersenyum devil
" aku tidak tahu alasanmu kenapa kau begitu membenciku dillan " dengan sedikit gemetar mellody mengungkapkan kata yang sudah sedari awal iangin ia ucapkan
" kau masih tanya kenapa " dillan menarik rambut mellody dengan begitu keras membuat sang empu meringis kesakitan
Brakkkkk
" cukup dillan " mitha menggebrak meja karena merasa geram dengan dillan yang dengan gampangnya selalu mempermainkan sahabatnya itu
" hahahahahha " tawa dillan membuat siapa saja merinding ketakutan hingga suasana kantin yang tadinya ramai sekarang hening sepwrti kuburan
" lanjutkan dillan " ujar jenni yang entah dari kapan ada disamping dillan
sedangkan mellody masih mencoba meronta dari tangan dillan yang masih menarik rambutnya dengan keberanian yang entah dari mana mellody meraih gelas yang berisi minuman jus rasa jeruk dan menyiramkan isinya pada dillan yang tangannya masih setia berada di rambutanya dan seketika tarikan terlepas membuat mellody hendak menjauh namun tangannya lebih dulu ditarik reyan
"lepasin " mitha menarik tangan mellidy yang masih dalam genggaman reyan
__ADS_1
" rifky " dengan sigap rifky menarik mitha yang ia rasa terlalu ikut campur . rifky mendorong mitha hingga terjungkal
plaakkkk
dillan menampar mellody karena sudah dwngan mudahnya membuat ia marah dan geram . baju yang ia kenakan semula beraih dan keting hingga sekarng menjadi basah kuyup
plaakkk
melody membalas tamparan dillan walau tak sekeras tamaparan yang diberikan padanya
" impas " dada mellody kembang kempis menahan tangis dan amarah yang meledak ledak
semua yang disana terbengong melihat keberanian mellody yang baru saja mereka lihat sungguh adegan yang langka
" berani juga loh " mata dillan sudah memerah menandakan emosi yang ada pada dirinya tak lagi terbendung
" kenapa .... aku udah cukup kamu tindas selama ini ,,, dillan . aku gak tahu alasanmu yang begitu membenciku . cukup cukup sampai disini " setelah mengatakan itu mellody hendak berlalu namun tarikan yang begitu keras membuatnya terhuyung tak mendapat keseimbangan membuatnya terjatuh dan...
cuppp
bibirnya menyatu dengan bibir dillan membuat keduanya membulatkan mata nya
1 detik
3 detik
4 detik
5 detikk.......
5 detik kecupan singkat itu berlangsung mellody lebih dulu melepaskanya dan terdiam sejenak setelah itu ia berlari ngacir meninggalkan kantin
mellody berlari entah kemana namun satu yang menjadi tujuannya saat ini
.....toilet .....tak ada tempat lain yang bisa menyembunyikan rasa malu atas apa yang baru saja terjadi
sedangkan dillan masih mematung ia tak pernah tahu jika ini akan terjadi tiba tiba....rasa panas...
melingkupi atmosfer pada tubuhnya . hingga tepukan di pundaknya menyadarkan lamunannya
__ADS_1
" lo gak papa " rifky menepuk pundak sang sahabat yang tadinya masih terlihat seperti orang linglung
dillan hanya mampu menganggukan kepalanya entah kenapa ia sangat sulit untuk membuka mulutnya untuk berbicara
***
disisi mellody
mellody mengusap usap dadanya
" yaallah apa yang terjadi barusan " pipjnya memerah entah kenapa
" kenapa bisa terjadi " entah sejak kapan buliran buliran air luruh dari matanya dan sat ini membasahi kedua pipinya
" apa yang bakal dia lakukan setelah ini " kekhawatiran akan nasibnya setelah ini membuat mellody tak henti hentinya merutuki tindakan yang baru saja ia lakukan
sedangkan mitha berlari terus mencari keberadaan sang sahabat ia tahun saat ini mellody sedang menangis . karena walau baru sebentar ia berteman dengan mellody mitha sudah mengetahui watak dari sang sahabat
dari uks , laboratorium , perpustakaan , gudang , dan saat ini ia berjalan menyusuri toilet mungkin saja mellody ada disana . dan benar saja terdengar suara rintihan dan tangisan yang tak begitu keras mitha langsung mencari sumber suara yang ia yakini merupakan suara dari mellody
" mel ....mellody " mitha membuka satu persatu pintu toilet dan saat ini iya tengah berdiri di salah satu pintu toilet yang tertutup
" mel....tok tokk " mitha mengetuk pintu toilet itu karena ia yakini bahwa melody ada didalam sana
" mel lo gak papa kan " sekali lagi mitha mencoba mengetuk pintu yang masih tertutup
cekklek
ternyata dugaannya benar mellody ada disana tengah menghapus jejak air mata yang masih ada . terlihat mellody juga mengulas senyum menandakan bahwa dirinya baik baik saja namun sebenarnya tidak
" aku baik baik aja kok " benar saja mellody mencoba menutupi nya dari mitha namun mitha tidak begitu bodoh hingga mampu mempercayai teman nya itu
" lo kira gue bodoh mel " entah kenapa malah dirinya yang menangis ia tak sanggup melihat sahabatnya yang kondisinya sangat buruk
" mith ....bukan kamu yang bodoh tapi aku " mereka berpelukan mencoba berbagi kesedihan dari balik pelukan itu hingga suara tangis mewarnai suasana yang sunyi itu
ini sebentar lagi menuju konflik utama yahh
tolong sisipin likenya yah saat selesai membaca
__ADS_1
thankyou
salam dari ku fyujie 😘😘