Mengejar Cinta Ana

Mengejar Cinta Ana
10. Menyesal


__ADS_3

mungkin Anton benar sebaiknya aku melupakan Ana..


tapi apa salahnya aku bertemu dengannya sekali saja untuk meminta maaf atas semuanya.


aku tak ingin hidup seperti ini


aku ingin bertemunya walaupun untuk terakhir kalinya.


husen menunduk dan melangkahkan kakinya pelan. Dia berjalan menuju ke arah mobilnya.


masuk lah dia ke sebuah mobil yang terlihat dari luar sama. yang tanpa ia sadari dia telah salah masuk mobil.


" siapa kamu? tanya husen sedikit berteriak


" kamu yang siapa? ini mobil ku."


" eh.. lu jangan mimpi ini mobil ku" ucap Husen


" lu liat baik baik"


husen memperhatikan sekeliling mobil yang di liatnya semua interiornya dan aksesoris mobil berwarna pink. husen pun menyadari kalo ia telah salah masuk ke dalam mobil orang lain. husen bergegas keluar mobil.


" eh lu mau kemana? jangan kabur" ucap wanita itu kepada husen


" maaf saya salah.." ucap husen


husen melangkahkan kakinya dan menuju ke mobil miliknya tepat di sebelah mobil wanita itu.


husen menghidupkan mesin mobilnya dan hendak melaju meninggalkan mall tersebut tapi suara ketukan kaca mobilnya menghentikannya.


" hai.. maaf soal tadi"


" iya gak usah minta maaf saya yang salah"


" perkenalkan nama ku Raisa."


" nama saya husen, maaf saya ada keperluan mendesak. maaf saya duluan"


husen pun meninggalkan wanita itu.. yang terlihat sedikit kesal.


" tampan sih tapi sombong" ucap Raisa.


di perjalanan ke kantor husen masih memikirkan apa yang dikatakan oleh Anton.


husen tak bisa membendung perasaannya ia pun menangis menyesali semua yang dia perbuat terhadap Ana dan calon anaknya.


husen sesekali memukul setir mobilnya. dia seolah membenci dirinya sendiri karna tak bisa bersikap dewasa waktu itu. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri.


" dasar bodoh!!!! teriak husen


"sebaiknya nanti sore aku bertemu Anton kembali. aku akan memaksanya untuk memberi tau alamat Ana sekarang. aku tak akan mengganggu Ana. aku hanya ingin bertemu dengannya untuk meminta maaf.." ucap husen pelan


husen langsung mengetik pesan singkat yang hendak ia kirim ke anton.


Husen mengirim pesan:


sore ketemu lagi di resto. aku mau lanjutin obrolan kita tadi.

__ADS_1


anton membalas


oke..


**********


Di tempat berbeda..


Sore ini pukul 04.30 Ana ingin mengajak putri kecilnya ke mall.. sudah 1 bulan lebih dia terkurung dalam apartemen itu tanpa keluar.


Ana menunggu taxi online yang ia pesan beberapa menit yang lalu.


Ana berdiri di depan apartemen sambil sesekali menatap ke arah ponselnya..


tak lama kemudian taxi online yang Ana pesan datang. ia pun bergegas masuk dan meninggalkan apartemen menuju salah satu mall terbesar di kota tersebut.


10 menit kemudian...


Ana memasuki mall tersebut.. baby aulia telah duduk manis di kereta dorong yang telah Ana siapkan untuknya.


tak lupa Ana memakai masker karna ia tak mau sampai ada yang melihatnya berada di kota tersebut. terlebih lagi ia takut bertemu dengan husen.


takut? entahlah seharusnya aku tak perlu takut bertemu dengan orang yang selama ini mencampakkan aku dan anak ku.


tapi kata kata itu terus saja menghantuiku semenjak aku menginjakkan kakiku ke kota ini.


kota yang udah 1 tahun lebih dia tinggalkan..


Ana melangkah kan kakinya dengan pelan melalui Resto Liona. Ana tak ingin melihat ke arah sana karna takut ada yang mengenalinya.


Ana mencoba menaiki tangga eskalator tapi dia kesulitan.. tak lama ada seorang pria membantu mengangkat kan kereta dorong miliknya.


" ma..makasih" ucap Ana gugup


" sama sama"


Ana membuka sedikit masker wajah yang ia kenakan. Ana tersenyum ke arah Anton. Anton pun terkejut melihat Ana ada di mall tersebut.


" Ana?


" iya"


" kalian berdua aja"


" iya nih"


" ya udah aku mau permisi dulu."


" baiklah..


Anton bergegas meninggalkan Ana menuju Resto. Terlihat husen telah menunggunya disana.


" lama banget, dari mana aja lu? ucap husen


" dari toilet lantai 2.


" oh.." ucap Husen

__ADS_1


" kamu ngapain ngajakin ketemuan lagi?


" aku cuma mau minta alamat Ana. biar kan aku menemuinya sekali saja.


" aku tetap tak bisa memberikan alamatnya kepadamu. tapi jika kamu ingin menemuinya. Ana ada di mall ini?


" apa kamu serius?


" ya aku barusan bertemu dengannya di lantai dua bersama putri kecilnya.


" apa??? seorang putri?


Husen langsung berlari meninggalkan Anton. anton pun berlari mengikutinya dari belakang.


mereka berpencar mencari keberadaan Ana di lantai dua tapi nihil mereka tak bertemu dengan Ana.


mereka berdua menuju lantai 3. langkah Anton terhenti dan menunjuk ke arah toko baby. dan menunjuk wanita yang lagi mendorong sebuah kereta baby.


Husen hendak menghampiri wanita itu. langkahnya terhenti melihat putri kecilnya menangis dan di gendong oleh ibunya.


husen membalikan badannya. ia tak mampu bertemu dengan Ana dan putrinya. Anton menghampiri husen dan memberikan sebuah masker untuk ia kenakan.


Anton mengajak husen menghampiri Ana.


" hai,ketemu lagi?


Anton tersenyum


" ini nemani temen katanya mau beliin putrinya baju. kamu bisa bantuin pilihin." ucap Anton


" oh..bisa bisa?" ucap Ana sambil menatap ke arah husen


Ana tak menyadari kalo pria yang di hadapan mereka itu adalah husen.


" kalo boleh tau usia putrinya berapa?


" seusia anak mu ini" ucap Anton


" baiklah aku bantuin pilihin. tolong jagain anak aku bentar ya" ucap Ana.


husen menatap putrinya yang berada dalam kereta. tak terasa airmatanya mengalir.


Husen lalu menghapus airmatanya dengan cepat. Husen tak mau kalo Ana mengetahui dirinya.


tiba tiba baby aulia menangis, husen lalu mengangkatnya. Aulia pun sekejap diam dalam pelukannya.


Ana melihat anaknya telah di pelukan husen lalu mengambilnya.


" maaf tadi putrimu menangis jadi aku angkat."


" oh.... " ucap ana


" ini beberapa pilihan baju baby buat anak kamu. kamu tinggal pilih saja. maaf saya tinggal karna udah hampir magrib sebentar lagi suami saya pulang.


Ana pun meninggalkan Anton dan husen yang masih berdiri melihat ke arahnya.


***********

__ADS_1


**Bersambung


bantu like dan vote**


__ADS_2