Mengejar Cinta Ana

Mengejar Cinta Ana
19. permintaan maaf


__ADS_3

Rey meninggalkan Raisa yang masih berdiri di depan pintu apartemennya. Rey kembali masuk dan mendapati Ana sudah menunggunya di balik pintu apartemennya.


Rey berlalu di hadapan Ana, Rey mencoba mengalihkan agar Ana tak bertanya tentang pernyataan Raisa tadi.


" mau kemana kamu?


" mau ganti baju mau mencari Aulia"


tak lama bel berbunyi kembali dan ana membukakan pintu. ternyata Susi dan putrinya datang.


" sayang mami udah datang,"


Ana mengambil Aulia dari gendongan Susi.


"Sus tolong siapin air panas buat aulia yah."


" iya bu"


Ana menciumi terus putrinya itu. tiba tiba Rey mendekat ke arah mereka.


" daddy mau dong di cium juga"


Ana tak sadar kalo Rey sudah berada di sampingnya. Ana hendak meninggalkan Rey tapi langkahnya terhenti saat Rey mencium pipi istrinya itu.


" maafkan aku"


Ana menghapus bekas ciuman Rey.


" sini sama daddy" ucap Rey kepada putrinya itu


aulia pun mengulurkan kedua tangannya hendak di gendong oleh Rey. tapi Ana melarangnya dan memberikan Aulia kepada Susi.


Ana menarik tangan Rey dan masuk ke dalam kamarnya Rey.


" mulai sekarang tolong jaga jarak dengan putri ku. Aku tak ingin Anak ku bingung dengan sikap mu itu.

__ADS_1


" kamu seperti anak kecil."


" aku yang seperti anak kecil kamu bilang. terus sikap kamu terhadap aku dan anak aku sebulan yang lalu itu apa? bukan kah sikap mu seperti anak kecil. menghindar dari masalah.


" Aulia tak tau masalah mu saja kena imbasnya. kamu mendiamkan dia selama ini dan membuatnya bingung. apa sikap mu dewasa?


" kamu ingin di mengerti tanpa mengerti perasaan kami. kamu anggap kami ini boneka yang bisa kapan saja kamu datang untuk memainkannya setelah kamu bosan kamu tinggalkan. dimana hati mu?


" setiap pagi aku bangun menyiapkan kamu sarapan dan malam selalu menunggu mu untuk makan malam bersama tapi apa kamu menghindari bertemu dengan ku. sikap itu kah yang kamu bilang dewasa.


" aku sudah lelah dengan sikap mu itu dan aku juga pengen bahagia jadi kamu tanda tanganin surat cerai itu.


" aku tidak mau"


" kenapa tidak mau? kan kamu bilang dengan wanita itu kalo kamu bakalan meninggalkan aku agar aku bisa bersama dengan husen.


" maaf.


" kamu hanya bisa minta maaf tanpa memikirkan perasaan ku saat ini"


" aku tak tau harus menceritakannya kepada siapa. aku pikir dia tulus berteman dengan ku?ucap Rey


" setulus apa hingga kamu menceritakan semuanya dengan dia. aku saja tak pernah menceritakan masalah kita kepada orang lain.


" maaf"


" maaf mu tak akan mengubah semuanya.. aku terlanjur kecewa dengan mu Rey.


" maaf.. apa yang bisa aku lakuin agar kamu bisa memaafkan ku.


" sudah lah Rey aku sudah lelah dengan perasaan ini. aku menyesal bisa mencintaimu begitu dalam. kalo waktu bisa ku putar aku lebih baik menjadi temen deket mu saja.


Rey memeluk Ana. Ana mencoba melepaskan pelukan itu tapi Rey menolak.


" biarkan aku memelukmu seperti ini. aku menyesal melakukan semua ini kepadamu. aku pikir dengan ku menjauhimu kamu bisa kembali kepada husen.

__ADS_1


" waktu itu husen menemui ku dan menangis. ia ingin sekali kembali kepadamu. aku terkejut kalo husen adalah pria itu. pria yang selama ini mencampakkan mu dan aulia. aku pikir kalo kamu kembali padanya kamu akan bahagia.


" tapi setiap aku memikirkannya aku tak sanggup berpisah dengan mu. aku menghindari mu itu semata mata agar aku tak melihatkan raut kesedihan ku kepadamu.


" aku benar benar mencintaimu dan aulia. tolong beri aku kesempatan sekali saja untuk memperbaiki semua ini. aku tak ingin menyesal di kemudian hari.


" kamu pikir setelah aku berpisah dengan mu aku akan kembali bersama husen. bersama pria yang telah meninggalkan ku dan tak mengakui anak yang aku kandung? itu tak akan terjadi..


" baiklah sekarang kamu mau kan memaafkan aku?


Ana hanya diam tanpa jawaban apapun. Rey melepaskan pelukannya dan menatap wajah Ana.


" maukah kamu memaafkan aku dan memberi aku kesempatan untuk memperbaiki semua?


Ana menghela nafas panjang. Ana menatap wajah Rey mencari kesungguhan di balik wajah itu. dan akhirnya Ana pun mengangguk.


entahlah kali ini keputusan Ana benar atau salah tapi yang pasti Ana merasa bahagia.


Rey mencium bibir istrinya dengan lembut.


" makasih yah sayang."


Ana mengangguk


" aku ingin kita selalu terbuka satu sama lain. aku tak ingin kejadian ini terulang lagi." pinta Ana


Rey mengangguk dan memeluk Ana dengan erat.


********


**bersambung


bantu like dan komen**


makasih yang udah like dan komennya,

__ADS_1


karna Like dan komen kalian lah yang ngebuat aku semangat buat terus berkarya..❤️❤️


__ADS_2