
malam ini entah mengapa di kamar Rey terasa panas. padahal pendingin ruangan telah di hidupkan. Ana tak bisa memejamkan matanya. karna mengingat kejadian tadi sore.
Ana memutuskan tidur di kamar sebelah saja. sebelum ia pergi ia melihat baby Aulia yang tertidur dengan tenang di samping Rey.. Ana menaruh bantal di samping putrinya itu agar baby Aulia tak terjatuh.
Ana pun meninggalkan kamar Rey menuju kamarnya.
sebelum tidur Ana mencuci mukanya dan menggosok gigi. rutinitas setiap dia ingin tidur. Ana pun mengganti pakaiannya dengan piyama.
Ana merebahkan dirinya di kasur dan mulai memejamkan mata tapi ana tersentak kaget karna ada tangan yang melingkar di tubuhnya.
Ana ingin teriak tapi terhenti karna Rey telah menutup mulutnya dengan ciuman tepat di bibirnya.
Rey melepaskan ciumannya..
" kamu kenapa tidur disini? kenapa tak tidur di sebelah.
" kamu kenapa?
ana terdiam..
Rey memeluk tubuh Ana. kali ini posisi Rey tidur tepat di dada Ana.
Ana menelan ludahnya sendiri. ia merasakan kering di tenggorokannya. Ana tak bisa menjawab Rey karna Ana merasakan benda keras milik Rey.
Ana mencoba melepas pelukan Rey tapi Rey tak ingin melepaskan pelukannya itu.
" kamu jangan bergerak. aku ingin tidur seperti ini. kalo kamu seperti itu terus aku tak jamin kamu akan selamat dari malam pertama kita.
tubuh Ana seketika membeku mendengar ucapan Rey. Malam ini Ana tak bisa tertidur. Ana melihat jam dinding sudah menunjukan jam 4 pagi.
Ana mencoba melepaskan pelukan Rey. dan bangkit dari tempat tidurnya. karna kegerahan Ana memutuskan untuk mandi agar ia bisa tidur.
Selesai mandi Ana lupa membawa handuk. Ana mengintip keluar melihat sekeliling. ia pun berlari kecil ke arah tempat handuk miliknya yang tak jauh dari kamar mandi.
baru saja Ana ingin mengambil handuknya. Rey sudah berdiri di hadapannya. Ana yang terkejut melihat Rey langsung dengan cepat mengambil handuk dan langsung menutupi tubuhnya.
" ngapain kamu?ucap Ana panik
__ADS_1
" aku terbangun karna kamu tak di sampingku." ucap Rey dengan manja
Rey langsung mendekat ke arah Ana dan memeluknya.
" ayo kita lanjutkan tidur, aku tak bisa tidur jika kamu tak ada di sampingku.
" kembalilah lebih dulu aku akan memakai pakaian dulu."
Rey menurut saja dan kembali ke tempat tidur. Ana bergegas memakai pakaian tidurnya dan kembali ke tempat tidur. Ana melihat Rey memainkan ponselnya.
" katanya masih ngantuk kenapa malah main hape.?
" tidak aku melihat ada panggilan tak terjawab dari Raisa.
" siapa Raisa?
" seorang dokter juga yang berkerja di Rumah Sakit. aku akan menghubunginya dulu. mungkin ada emergency makanya dia menghubungi ku tengah malam begini.
Rey meninggalkan Ana untuk menelpon
Ana terlihat kesel melihat sikap Rey.
tak lama Rey pun masuk kedalam kamar Ana. Ana melihatnya datang memalingkan wajahnya.
Rey yang tak menyadari istrinya telah cemburu langsung tidur di sebelah Ana sambil memeluknya dari belakang.
" sudah telponnya?" ucap Ana
" sudah"
" ada apa wanita itu menelpon mu tengah malam begini"
" ia hanya mengingatkan aku ada rapat dewan dereksi di Rumah Sakit besok pagi.
" emang tak bisa besok pagi saja dia menghubungi mu."
Rey tersenyum karna mengetahui istrinya sepertinya tak suka kalo dia deket dengan wanita lain.
__ADS_1
" mungkin dia kangen dan ingin mendengar suara ku sebelum dia tidur.
Muka Ana langsung memerah karna menahan amarahnya. Rey yang mengetahui istrinya sedang cemburu malah tambah membuat Ana semakin marah.
" kenapa tak sekalian kamu menemani dia tidur" ucap Ana kesal
" kalo kamu mengizinkan aku sih iya aja.
mendengar jawaban Rey seperti itu membuat Ana kesal. dan memukul dada Rey.
" jahat...!!
Rey menghentikan pukulan Ana dan memegang tangan Ana
" aku tak akan menduakan mu dengan wanita manapun..." ucap Rey
Ana membulatkan matanya tak percya dengan yang dia denger.
Rey mendekatkan wajahnya ke arah wajah Ana.
" aku mencintaimu"
Rey mencium lembut bibir Ana. Ana pun membalas nya.
Ucapan yang selama ini Ana nantikan dari mulut Rey. Akhirnya keluar dari mulutnya seorang Rey. dokter yang berhati dingin. yang selama 1 tahun ini tak pernah memperhatikannya. hanya menganggapnya seperti orang asing. sekarang bisa bersikap manis seperti ini.
malam ini begitu manis...
Merekapun berdua tertidur dalam pelukan..
******************
makasih telah membaca terus karyaku..
* bantu like dan vote
* jangan ❤️
__ADS_1