
setelah kepergian Anton dan Ana. husen masih berdiri disana. Dia putus asa, ia tak tau harus kemana. dia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
" assalamualaikum" ucap Husen
" walaikumsalam, tumben nih ngehubungin mas ada apa?
" mas ada waktu gak? ada yang mau aku obrolin sedikit sama mas"
" ada dong, mau ketemuan dimana?
" di restoran seafood di jalan merdeka mas"
" oke mas langsung kesana.
husen pun menutup panggilannya.
husen berjalan dan masuk kembali ke dalam restoran tadi. tak selang berapa lama datang lah Rey menemuinya.
Rey berjalan ke arah husen. Rey melihat wajah husen dari kejauhan. Rey tau benar kalo husen kali ini ada masalah.
Rey duduk di hadapan husen.
" udah pesan makan?
" belum mas"
" ya udah mau makan apa mas pesankan"
" gak mas, mas aja yang makan"
" baiklah"
Rey memangil seorang pelayan di restoran tersebut. dan Rey memesan menu andalan disana.
" kamu mau cerita apa"
" nanti aja mas, mas makan aja dulu"
" baiklah"
__ADS_1
tak beberapa lama makanan yang Rey pesan telah datang. Rey pun memakannya dengan lahap. setelah selesai makan Rey memulai pembicaraannya.
" ini mas udah makannya, mau cerita apa?
Husen menghela nafas panjang. husen tak tau harus mulai dari mana.
" aku pernah bilang sama mas. kalo aku mencintai wanita yang sudah bersuami?
" ya terus?
" apa aku salah jika merebutnya dari sisi suaminya?
" ya salah?
" tapi dia menikahi suaminya hanya karna ingin anaknya mempunyai ayah.
" maksudnya gimana?
" aku menghamili dia, terus aku tak mengakui kalo itu anak aku mas." ucap husen sambil menangis
Rey membulatkan matanya seolah tak percaya apa yang barusan dia dengar. Rey tak percaya kalo husen bisa berbuat seperti itu. Rey tak percaya husen yang dia anggap polos bisa berbuat jahat terhadap wanita.
Rey sangat marah sekali atas sikap Husen seperti seorang pengecut habis menghancurkan hidup seseorang lalu tak mengakuinya.
Rey hanya bisa tertunduk dan menangis.
" aku emang pengecut mas, sekarang aku ingin menebus semuanya tapi wanita itu menolak." ucap husen
" terus sekarang kamu maunya apa?
" entahlah aku merasa tak punya tujuan hidup lagi mas. aku berjuang 1 tahun ini untuk bisa menemukannya tapi saat ku telah bertemu dengannya dia malah menolak ku.
" apa kah kamu masih mencintainya?
" Ya.. sangat mencintainya. aku tau aku salah tapi salahkah aku meminta agar di beri kesempatan yang kedua. aku ingin bahagia kan dia dan anak ku"
" ya udah mas bisa bantu apa?
" mas tolong beri tau dia agar dia memaafkan aku?
__ADS_1
Rey lagi lagi menatap wajah husen. mencari penjelasan dari kalimat yang barusan husen ucapkan
" apa mas mengenalnya? tanya Rey
husen mengangguk menandakan bahwa Rey sangat mengenal sosok wanita tersebut.
" siapa?tanya rey lagi
" Ana"
bagai di sambar petir di siang bolong. Rey tak tau harus mengucapkan apa lagi. Rey mematung, lidah dan bibir Rey terasa kaku. Ia tak percaya dengan apa yang husen bilang barusan.
Rey yang kesal berdiri dan memukul wajah husen hingga husen terjatuh. husen menyadari perbuatannya membuat Rey marah besar kepadanya.
setelah puas memukul husen, Rey meninggalkan tempat itu dengan perasaan hancur.
mengapa Ana?
mengapa dari ratusan ribu wanita yang ada di muka bumi ini, kenapa harus Ana yang kamu cintai?
Rey melajukan mobilnya dan kembali kerumah sakit.
dengan muka yang penuh dengan lebam di sekitar wajahnya husen harus di bantu anton berdiri. untung saja anton bisa di hubungi dan anton pun mengantarkan Husen pulang.
di salah satu ruang dokter di rumah sakit. Rey masih memikirkan hal yang baru saja terjadi.
Rey sangat bimbang..
Rey galau harus memilih antara husen yang udah di anggap adiknya sendiri.
atau harus mempertahankan Ana..
aku juga ingin bahagia?
***********
menurut kalian Ana sebaiknya kembali ke cinta masa lalu atau bertahan dengan cinta yang baru??
**bersambung
__ADS_1
bantu like dan komen ya?🙏**