Mengejar Cinta Ana

Mengejar Cinta Ana
12. tidur bersama lagi


__ADS_3

Saat tiba di apartemen Rey melihat istrinya lagi asik nonton televisi. Rey pun duduk di samping istrinya itu.


" ko baru pulang?tanya Ana


" tadi habis ketemu seseorang"


" siapa? wanita apa pria?


" dengan husen, kau mengenalnya kan? waktu di hotel dulu kita pernah makan bersama.


mendengar kalimat itu Ana bagaikan di sambar petir. Dia tak menyangka suaminya bertemu dengan mantan kekasihnya.. Dengan penuh penasaran Ana memberanikan dirinya bertanya kepada suaminya itu.


" ketemu dimana?


" di rumah sakit. dia habis kecelakaan mobil.


" trus?


" ya aku anterin pulang tapi dia gak mau katanya mau nginap di hotel aja"ucap Rey


" kenapa?


" dia bilang dia tak ingin Liona khawatir dengan keadaannya saat ini.


" oh.."


" sepertinya dia ada masalah. tapi aku tak tau apa.tadi aku melihat dia menangis?


" masalah apa?


" dia gak mau cerita cuma bilang kalo dia mencintai istri orang.


" apa" teriak Ana


Rey melihat wajah istrinya itu..


" kamu kenapa? tanya Rey


" gak papa" ucap Ana sedikit takut


Ana takut kalo Rey mengetahui hubungan mereka dulu.


" trus dia cerita apa lagi" ucap Ana penasaran


" terakhir dia bilang wanita itu membawa anaknya. tapi aku tak mengerti apa maksudnya"


Ana mencerna kalimat yang di ucapkan oleh suaminya itu.

__ADS_1


Apa husen tau kalo aku sudah menikah" ucap Ana dalam hati


" udahlah gak usah di pikirin bukan urusan kita. aku mau mandi dulu" ucap Rey


Rey berjalan menuju kamarnya.. Ana masih duduk di sofa sambil memikirkan husen.


Ana tak ingin husen kembali menghancurkan kehidupan dia yang sekarang. Dia sudah nyaman dengan Rey walaupun belum sepenuhnya mencintai Rey.


apa aku harus menemui Husen dan bilang padanya kalo aku tak ingin lagi ada urusan apapun dengan dia


aku tak ingin dia menghancurkan rumah tangga ku saat ini...ucap ana dalam hati


selesai mandi Rey keluar kamar menuju ke ruang tengah. Rey menghampiri istrinya disana yang masih asik menonton televisi.


Rey langsung membaringkan tubuhnya di atas sofa dan kepalanya bertumpu di paha Ana.


" sayang" ucap Rey


"iya" ucap Ana tanpa melihat ke arah Rey


" aku lapar"


Ana langsung menoleh ke arah Rey"


" maaf sayang kirain kamu udah makan, ayo kita ke dapur aku panaskan makanannya.


" terus maunya apa"


" kamu"


Ana langsung mencubit perut suaminya itu.


" mulai deh.." ucap Ana tersipu malu


" ayo makan dulu, ini udah jam berapa kamu belum makan"


Ana menggandeng tangan Rey dan mengajaknya ke meja makan.


selesai makan Rey masih duduk santai di kursinya sambil melihat lihat isi ponselnya dan Ana sibuk mencuci piring yang baru mereka pakai buat makan tadi.


"sayang"


" hmmm..." ucap Rey


" aku bosan dirumah terus, aku pengen buka store di mall. boleh gak?


tak ada jawaban dari Rey

__ADS_1


" sayang" ucap Ana lagi


" hmmm..."


" denger gak apa yang aku bilang tadi? ucap Ana sedikit kesal.


tak ada jawaban lagi dari Rey.. karna kesalnya Ana pun meninggal kan Rey di meja makan lalu masuk ke kamar.


Rey terkejut karna pintu kamar yang sudah di banting oleh Ana. Rey baru menyadari kalo istrinya telah marah dengannya. Rey mendatangi istrinya itu ke kamar.


Ana telah baring di atas kasur. rey mendekati istrinya itu lalu memeluknya dari belakang.


" kamu kenapa?


" gak papa?"ucap Ana ketus


" maaf tadi aku lagi chat sama temen masalah kerjaan. kamu tadi bilang apa?


" gak papa. udah sana kamu tidur di kamar sebelah. Aku udah mau tidur" ucap Ana


" gak ah.. aku mau tidur disini sama kamu"


tak lama ponsel Rey berdering. Rey melihat nama di layar ponselnya tertulis jelas kalo itu telpon dari dr. Raisa.


" aku angkat telpon bentar yah"


Ana tak menjawab, Ana berharap suaminya tak mengangkat telpon dari wanita itu. tapi dasar Rey gak peka kalo istrinya tak senang kalo ada wanita lain menelponnya tetap meninggalkan Ana dan mengangkat telponnya di luar kamar.


Karna kesalnya Ana mengunci pintu kamarnya agar Rey tak bisa masuk.


Ya benar setelah Rey mematikan ponselnya dan hendak membuka pintu kamar Ana. tapi pintu sudah terkunci.


Rey mengetuk dan memohon agar Ana membuka kan pintu tapi karna masih kesal Ana tak mau membuka kan pintu kamarnya.


Rey pun menyerah dan meninggalkan kamar Ana menuju kamarnya. sudah 30 menit kemudian matanya tak jua mau terpejam dia mulai terbiasa tidur di sebelah Ana.


Rey mulai mencari kunci cadangan kamar Ana. untungnya ia menemukan kunci cadangan itu di laci meja kerjanya.


Rey menuju kamar Ana. perlahan ia membuka pintunya.. dan di lihatnya istrinya sudah tertidur pulas..


Rey perlahan merebahkan tubuhnya tepat di sebelah Ana..


*********


**bersambung


bantu like dan komen yah**

__ADS_1


__ADS_2