
Ana kembali masuk ke apartemennya. Ana melihat Rey sedang duduk santai diruang tengah sambil minum kopi.
" Dari mana kamu?
Ana tetap diam dan tak menghiraukan pertanyaan Rey.
" itu alasan mu meminta ku menanda tangani surat cerai itu?
" kamu tak bisa menahan amarah mu sementara. disini bukan cuma ada kamu, ada anak ku, mba Susi dan bibi tuti.
" baiklah" ucap rey sambil menarik tangan Ana membawanya masuk ke dalam kamarnya
" gak usah tarik tarik aku bisa jalan sendiri" ucap Ana
"sekarang jelasin mengapa kamu tiba tiba minta cerai?
apa karna pria tadi.
Ana sedikit terkejut mengetahui bahwa Rey melihat Anton.
" dia hanya teman ku tak lebih. kami sekarang deket karna dia kerja di tempat ku.
" terus ngapain dia kesini?
" dia hanya mengantar makanan dan obat buat ku. karna aku bilang tadi aku tak datang ke store hari ini karna sakit. lagian apa urusan mu dengan hidup ku?
" aku masih suamimu" Teriak Rey
__ADS_1
membuat Susi dan bibi tuti terkejut. baru kali ini mereka mendengar kalo tuan dan nyonya bertengkar. Susi mengajak Aulia keluar sebentar Susi tak ingin Aulia mendengar orang tuanya bertengkar. sedangkan bibi tuti memutuskan ke pasar.
" pelankan suaramu." ucap Ana
" kalo kamu tak ingin aku marah jangan pernah kamu bilang ini bukan urusan ku? Aku ini masih suami mu? ucap rey
" oh.. gitu suami berhak melarang istrinya bertemu dengan pria lain sedangkan suami boleh bertemu dengan wanita lain? maksudmu seperti itu?
" bukan seperti itu. aku mau jelasin apa kamu liat itu tak seperti yang kamu pikirkan. itu dokter Raisa. dia semalam ulang tahun dan dia mengajak ku makan.
" oh.. aku sudah tak peduli lagi. lanjutkan saja aku sudah muak melihat mu. kamu boleh tinggalin aku dan aulia. dan bisa melanjutkan hidup mu bersamanya.
" aku dengan dia tak ada hubungan apa apa..
tak lama ponsel Rey berbunyi Ana yang melihat nama di layar ponsel Rey langsung meninggalkan Rey. Ya yang menelpon ponsel Rey adalah dokter Raisa. Ana tak ingin mendengar percakapan mereka. Ana memutuskan keluar kamar Rey.
tak lama bel berbunyi Ana pikir itu Susi dan Anaknya. Ana membukakan pintu ternyata wanita semalam. Ana menutup pintunya kembali. Ana masuk ke dalam kamar Rey. memberitahukan bahwa kekasihnya telah datang.
Rey bergegas keluar kamar. Ana yang tak ingin melihat adegan mesra lagi langsung masuk kedalam kamarnya. tapi Rey malah menarik tangan Ana dan membawanya membuka pintu apartemennya.
Rey membukakan pintu dan mempersilahkan Raisa masuk. Raisa sudah duduk di sofa. Rey nyuruh Ana duduk tapi Ana enggan duduk bersebelahan dengan mereka.
" lepasin tangan ku"
" aku mau kamu mendengar langsung dari Raisa" ucap rey kepada Ana
" sekarang tolong kamu jelasin ke istri aku kalo hubungan kita cuma temen biasa" ucap Rey kepada Raisa
__ADS_1
" oh.. dia mengira aku ada hubungan dengan mu" tanya Raisa
Rey mengangguk
" iya sementara ini emang aku cuma temen dengan Rey tapi aku pastikan hubungan kami akan berlanjut.
Ana tak terkejut dengan pengakuan Raisa. tak seperti Ana, Rey terkejut dengan pernyataan Raisa.
" apa maksud mu? tanya Rey
" Ya kan kamu emang mau ninggalin dia biar dia bisa balik sama adik kamu kan, husen. kamu bilang husen menemuimu dan meminta agar kamu menyerahkan Ana kepada husen. toh kalian akan pisah juga. wajar dong aku berharap lebih dari hubungan kita.
Kali ini Ana terkejut mendengar pernyataan Raisa.
" tolong jelasin apa maksud wanita ini" tanya Ana kepada Rey
" nanti aku jelasin" ucap Rey
Rey membawa Raisa keluar apartemennya.
" sebaiknya kamu pulang. mulai sekarang kita sebaiknya menjaga jarak. aku pikir kamu bisa menjadi teman baik ku. tapi aku salah.
*******
**Bersambung
bantu like dan komennya**
__ADS_1