
pagi yang sama...
Ana bangun lebih awal karna ingin membuatkan suaminya sarapan.
setelah selesai membuatkan sarapan suaminya. Ana membangunkan suaminya, Rey pun bangun dan bergegas ke kamar mandi. Rey tak ingin hari ini dia telat lagi ke Rumah sakit.
setelah sarapan Rey langsung berangkat ke Rumah Sakit.
Ana yang mengetahui suaminya telah pergi bergegas mengambil ponselnya dan mencari kontak Anton.
Ana tak pernah menyimpan nomer anton di ponselnya tapi ada panggilan anton waktu itu setelah mengantar makanan masih tersimpan di panggilan masuk ponselnya.
Ana menghubungi anton pagi itu dan mengajaknya ketemuan di salah satu restoran. Anton pun menyetujuinya. meraka pun janjian jam 11 siang ini.
Ana tak lupa menyuruh anton membawa husen bersamanya. Ana berniat bertemu dengan husen hari ini. dia ingin menuntaskan semuanya hari ini.
Ana tak ingin ada masalah di kemudian hari. Ana ingin melanjutkan hidup barunya bersama Rey tanpa di ganggu oleh husen.
jam 10.30...
Ana keluar apartemen miliknya sambil melihat jam di tangannya. Ia takut Anton sudah menunggunya di restoran yang sudah dia janjikan. tak lama taxi online yang Ana pesan beberapa menit yang lalu sudah datang
Ana bergegas meninggalkan apartemen menuju salah satu Restoran siap saji di kota itu.
10menit kemudian...
sampai lah Ana di restoran itu, saat memasuki restoran tersebut mata ana melihat kesana kemari mencari salah satu sosok yang ia cari.
dari kejauhan Anton melihat Ana berdiri di pintu restoran melambai ke arahnya.
Ana yang melihat anton telah melambaikan tangannya pun menghampirinya.
Ana berjalan ke arah Anton yang telah duduk santai di salah satu kursi restoran tersebut.
" maaf telat, udah lama ya?" ucap Ana
" gak ko aku juga baru datang" ucap Anton
" gimana husen bisa kesini?
" dia bilang masih di kantor tapi akan di usahain nya.
__ADS_1
" aduh gimana yah anak aku, aku tinggal sama pembantu dirumah aku gak bisa lama lama disini takut keburu suami aku pulang makan siang dirumah. apa gak bisa kamu hubungin husen buat kesini sekarang?
" baiklah aku coba hubungin dia.
Anton mengambil ponselnya lalu mencari kontak ponsel husen. tapi ternyata husen sudah berdiri di samping meja mereka
" aku disini."ucap husen
Ana dan Anton menoleh ke arah suara tersebut. ternyata Husen sudah disana. dan Anton mempersilahkan husen duduk di sampingnya.
Husen menatap tajam ke arah Ana, wanita yang selama ini ia rindukan sekarang sudah ada di hadapannya.
rasanya ia ingin memeluknya tapi apa daya Ana bukan miliknya lagi. Ana sudah menjadi istri orang.
Ana tak mau membalas tatapan dari husen. Ana seolah tau kalo husen sedang memperhatikannya.
Anton tak ingin mereka canggung kalo ada dia disana. sebaiknya ia pergi untuk sementara.
"lanjutin ngobrolnya aku tinggal bentar" ucap Anton memecah suasana
" gak usah, kamu disini aja" ucap Ana
husen mengangguk mengisyaratkan kalo sebaiknya dia tetap disini.
" aku langsung aja, aku mohon kamu jangan ganggu hidup ku lagi. aku sudah menikah. mulai sekarang kamu bisa lanjutin hidup kamu." ucap Ana
kali ini Ana menatap wajah husen. dengan wajah yang tegas.
" segampang itu kamu bilang agar aku melanjutkan hidup ku.?
" Ya.. segampang kamu mencampakkan aku dulu" ucap Ana
ucapan Ana kali ini sangat menyakiti hati husen. dia tau sekali kalo 1tahun yang lalu husen lah yang mencampakkan Ana. Dan parahnya lagi husen tak mengakui anak yang di kandung oleh Ana.
wajar saja sikap Ana dingin seperti ini, sakit hati Ana lebih jauh ketimbang sakit yang husen rasakan saat ini. Ana kucilkan oleh keluarga dan kerabat.
dia di asing kan oleh suaminya selama 1 tahun. dia harus ngerasa kan sakitnya mengandung dan melahirkan sendiri tanpa ada yang peduli.
Ana hanya menangis mendengar husen mengatakan itu.
" Aku gak perlu jelasin satu per satu penderitaan ku selama ini karna ulah mu. kamu pikir aja sendiri"
__ADS_1
" tega kamu sama aku, kamu hidup bahagia. aku disini menunggu mu tanpa kepastian."ucap husen
" tega kamu bilang? selama 1 tahun aku di kucilkan keluarga dan kerabat, aku menikah dengan pria yang tak ku cintai hanya agar anak ku mempunyai seorang ayah. dimana kamu waktu itu? kamu membuang aku dan anakmu baru kamu bilang aku tega." ucap Ana
Anton dan husen menatap wajah Ana, mungkin mereka berpikiran sama.
jadi mereka menikah bukan karna cinta. hanya karna anaknya." ucap Anton dalam hati.
" maaf aku menyesal," ucap Husen
husen mencoba meraih tangan Ana tapi Ana menepisnya.
" sebaiknya ini pertemuan kita yang terakhir. aku harap kamu tak mengusik hidup ku lagi"
" An... Ana" panggil husen
Ana pergi meninggalkan meja mereka dan bergegas keluar. Ana berjalan pelan dan mencari ponselnya. Husen dan anton pun keluar restoran tersebut untuk mengejar Ana.
" An, biar aku antar pulang yah"
" tolong husen jangan ganggu aku lagi,"
" kalo kamu gak mau aku antar biar Anton aja yang antar kamu."
Anton yang tak tau apa tujuan Husen mengatakan itu, Anton hanya bisa diam saja.
Ana menghentikan langkahnya, Ana membalikan badannya dan menatap ke arah Anton.
" ayo aku antar tapi aku bawa motor aja"
" gak papa"
" ya udah tunggu sini aku ambil motornya dulu"
Ana dan husen menunggu Anton mengambil motornya yang dia parkir tidak jauh dari restoran itu. tak lama anton datang dan memberikan helm yang ia pegang. Ana dan Anton pergi meninggalkan husen yang masih berdiri melihat Ana pergi.
*********
**Bersambung
bantu like dan komen 🙏**
__ADS_1