Mengejar Cinta Ana

Mengejar Cinta Ana
17. Keputusan


__ADS_3

akhirnya selesai juga rutinitas hari ini. Ana pun pulang dan memesan taxi online. sembari menunggu ia mau membeli makanan yang ingin dia bawa pulang. Ana melihat masih ada salah satu restoran di mall itu yang masih buka.


Ana pun bergegas melangkah kan kakinya ke resto tersebut. tapi langkahnya pun terhenti Ana mulai menangis melihat adegan sepasang kekasih yang ada di hadapannya itu. Ya karna di hadapannya itu adalah suaminya dengan wanita lain sedang makan malam berdua.


Ana berlari keluar mall sambil menghapus sisa airmata yang membasahi kedua pipinya. Rey yang melihat istrinya berlari pun mengikutinya dari belakang. Rey mencoba jelaskan tapi Ana tetap tak mau mendengarkan apa yang di katakan Rey saat itu.


Ana berdiri di pinggir jalan menunggu taxi online yang dia pesan. dia seolah tak melihat ada rey di sebelahnya. setelah taxi yang dia pesan datang Ana pun meninggalkan Rey disana.


Di dalam taxi Ana menangis tersedu sedu.. sesampai di apartemen Ana langsung masuk ke kamarnya. di sana ada Susi yang menunggu kedatangannya.


" ibu kenapa?


" aku tidak papa Susi, kamu boleh pulang"


" baiklah bu, saya sekalian pamit pulang"


" iya hati hati.


Ana masuk ke kamar mandi dan menangis lagi. ia hanya tak ingin membangunkan putri kecilnya dengan tangisannya.


setelah menumpahkan semua Ana mencari secarik kertas. Ana ingin menulis sesuatu, Ana pun menulis sesuatu dia atasnya dan kali ini dia menangis kembali. tak lama pintu apartemennya terbuka.


Rupanya itu Rey, Ana pun bergegas keluar kamar untuk menemuinya.


Ana memberikan secarik kertas yang ia tulis tadi. Rey terkejut membacanya.


" apa maksudnya ini?tanya Rey


" itu kan yang kamu mau?ucap Ana


Rey menatap wajah Ana.


" tanda tangani saja kalo kamu sibuk biar aku aja yang urus."


Ana meninggalkan Rey yang msih berdiri di ambang pintu apartemen. Rey berlari kecil menyamakan langkah kaki Ana.

__ADS_1


" apa kamu sudah gila? kamu gak kasihan dengan Aulia? ucap rey


" aku lebih kasihan dengannya kalo aku bertahan dengan hubungan ini" ucap Ana


" apa maksudmu?


" sudahlah tak usah di persulit ini kan yang kamu mau. biar kamu bebas dengan wanita itu.sekarang aku udah tau mengapa 1 bulan ini kamu menjauhi ku karna wanita itu. ya kan?


" bukan karna dia?


" tak perlu lagi kamu menjelaskan apa apa tuan Rey. kamu adalah aktor yang hebat. berpura pura dan mencintaiku terus aku sudah menerima mu dan kamu lakukan ini kepadaku. ini lebih sakit dari 1 tahun yang lalu saat ku hamil dan tak di akui oleh ayah bayiku.


Rey terdiam menatap wajah Ana yang penuh dengan air mata. Rey menyesal berbuat ini pada Ana.


Ana pun berlalu masuk kamar dan mengunci kamarnya.


*******


keesokan harinya...


tak lama bel apartemenya berbunyi. Ana tau itu pasti Susi sudah datang. Ana bergegas keluar kamar dan ingin membukakan pintu tapi rupanya Rey sudah lebih dulu membukakan pintu.


" kamu pasti Susi, baby sister anak saya? ucap Rey


" Ia tuan" ucap Susi


" kenalin saya Rey suami ibu Ana."


Ana yang dari jauh memperhatikan menyuruh baby sister nya itu langsung ke kamarnya.


Ana ke dapur mencari batu es yang ingin dia pakai untuk mengompres kedua matanya. tapi ia tak menemukannya.


" cari apa kamu" tanya Rey


Ana tak mengindahkan pertanyaan Rey, Ana berlalu melewati Rey yang sedari tadi berdiri di dekatnya. Ana masih mengingat kejadian semalam membuat dia enggan melihat wajah Rey.

__ADS_1


Bel apartemen berbunyi kembali Ana pun membukakan pintu ternyata bibi tuti datang. Ana pun menyuruhnya masuk tapi tak lama ada suara bel kembali berbunyi Ana kembali membukakan pintu ternyata itu Anton.


Ana langsung keluar apartemen. Ana tak mungkin menyuruh Anton masuk.


" ada apa kamu kesini?


" ini aku belikan obat dan sarapan buat kamu?


Ana menerimanya dan langsung menyuruh Anton pergi. Ana tak ingin Rey melihat dirinya berdua dengan Anton.


" baiklah, tapi kamu beneran gak papa?


"iya aku gak papa?


" matamu kenapa? sepertinya kamu habis menangis.


" nanti aku ceritain sekarang kamu pergi saja aku tak ingin suami ku melihatmu. bisa bisa dia balik menyalahkan ku atas keputusan ku semalam.


" oke baiklah."


Anton pun meninggalkan apartemen Ana. Anton masih memikirkan Ana.


kenapa matanya sembab,


apa yang terjadi semalam.


keputusan apa yang telah dia buat.


Ah... mengapa akhir akhir ini aku memikirkan dirinya.


Antonpun melaju menaiki motor matic miliknya kembali ke rumah.


**********


**Bersambung

__ADS_1


bantu like dan komennya**


__ADS_2