
Ana masih menangis di dalam kamar sampai ia tak sadar tertidur karna kelelahan.
tiba tiba anaknya menangis Ana melihat ke jam dinding. ini saatnya makan siang baby aulia. Ana pun dengan terpaksa keluar kamar. Ana memperhatikan sekeliling tapi dia tak melihat Rey
Ana pun menaruh putrinya dalam kereta.
" tunggu mami buatin bubur yah sayang. aulia tunggu sebentar disini.
Ana bergegas membuatkan bubur buat putrinya itu. selesai membuat bubur dia mengajak Aulia masuk kekamar. Ana tak ingin bertemu dengan Rey untuk beberapa saat ini karna hatinya masih kesal dengan Rey.
tak lama terdengar ketukan pintu kamar Ana.
" ini aku belikan makan. aku taruh di meja makan. kamu dari tadi pagi belum makan nanti kamu sakit."
" apa peduli mu" ucap Ana pelan.
Rey yang seolah tau apa yang Ana ucapkan.
" iya aku bukan siapa siapa kamu. tapi kamu harus makan, kalo kamu sakit aulia tak ada yang mengurus.
Ana terdiam mendengar perkataan Rey.
Sudah beberapa jam Ana tak keluar kamar. Rey mengetuk kamar Ana lagi.tak ada jawaban dari Ana. Rey mulai khawatir karna terdengar suara tangisan baby Aulia yang tanpa henti..
Berulang kali Rey mengetuk tak ada jawaban.
Rey memutuskan untuk mendobrak pintu kamar Ana.
__ADS_1
setelah mendobrak pintu kamar Rey melihat Ana terkulai lemas menahan rasa sakit.
" kita kerumah sakit,"ucap Rey
Rey mencoba mengangkat Ana tapi Ana menolaknya.
" aku tak mau ke Rumah Sakit, aku tidak papa
Rey pun mengalah dan tak ingin memaksa Ana. Rey menghampiri putrinya yang sedari tadi menangis.
" sayangnya daddy, kenapa menangis, maafkan yah daddy ya tadi gak langsung angkat aulia. Liat tu mami lagi sakit aulia jangan cerewet ya.
Rey membawa Aulia keluar kamar. tak berapa lama Rey masuk kembali memberi air hangat dan obat yang harus Ana minum. Rey menaruh aulia di samping Ana. Rey mengangkat tubuh ana agar bisa duduk. Ana pun telah minum obat yang telah di beri Rey. Rey keluar untuk mengambilkan makan untuknya.
" ini sekarang makan. apa perlu aku yang suapin? " ucap rey memberikan piring yang udah berisi makanan
" baiklah sini tak perlu kamu suapin,aku masih kuat untuk makan sendiri.
" maafkan aku atas kejadian tadi pagi.
Tak ada jawaban dari Ana. Ana masih saja asik memakan makanan yang di berikan Rey tadi.
" aku hanya cemburu melihat mu dekat dengan pria lain.
ana tiba tiba menatap Rey langsung mengambil minuman yang ada di meja samping tempat tidurnya.
" ini aku udah selesai kamu boleh keluar.
__ADS_1
Rey pun menuruti pinta Ana. tanpa ada satu katapun di ucapkannya lagi. ia berlalu meninggalkan Ana dan Aulia.
setelah melihat Rey pergi dari kamarnya. Ana memegang dadanya yang sedari tadi merasa sesak. Ana tersenyum sendiri
jadi tadi dia cemburu karna aku ngobrol dengan pria lain.
dasar dokter dingin kenapa tadi gak bilang.
kenapa harus membentak ku.
tak lama Rey datang kembali.
" aulia sini sama daddy, mami lagi sakit kita jalan jalan yuk.
" mau kamu bawa kemana aulia.
" kebawah sebentar dia mungkin bosan kalo dirumah terus.
" bukan cuma aulia aku juga sudah bosan di kurung di dalam rumah" gerutu Ana pelan.
Rey menoleh ke arah Ana
" apa... aku tidak bicara apapun." ucap ana cepat
Rey pun pamit membawa aulia jalan jalan ke depan apartemen mereka.
**********
__ADS_1
**bersambung
bantu like dan vote yah**