Mengejar Cinta Ana

Mengejar Cinta Ana
15. sadis


__ADS_3

waktu sudah menunjukan pukul 7 malam tapi Rey tak kunjung datang. Ana khawatir sama Rey dia tak biasa pulang telat tanpa mengabarinya. Ana sudah berulang kali menelpon tapi nihil Rey tak mengangkat panggilan dari Rey.


Ana duduk di sofa sambil menonton televisi tapi matanya tak fokus ke televisi. sesekali Ana menatap ke arah jam dinding. udah jam 8 sekarang tapi Rey juga tak ada tanda tanda pulang.


Ana memutuskan agar turun ke bawah menunggunya di depan apartemen mereka.


Ana sudah berada di depan apartemennya.


Ana melihat ke arah dimana biasa Rey datang. tapi nihil tak terlihat ada Rey disana.


sesekali Ana melihat ponselnya dengan cemas,


panggilannya tak ada kunjung di angkat oleh Rey


30 menit sudah Ana berdiri disana tapi tak ada tanda tanda Rey datang. akhirnya Ana balik ke apartemennya. Ana tak mungkin meninggalkan anaknya sendiri terlalu lama.


sampai di dalam Ana langsung masuk ke dalam kamarnya. dalam pikirannya lebih baik dia menunggu di dalam kamar saja.


jam 10 malam...


Rey memasuki apartemennya. pelan pelan dia membuka pintunya dia tak ingin Ana mengetahui akan kedatangannya. karna Rey berpikir Ana jam segitu sudah tertidur.


ternyata dugaan Rey salah. Ana sudah berdiri tepat di depan kamarnya sambil melihat ke arah Rey.


" Dari mana saja? aku menelponmu puluhan kali mengapa tak mengangkatnya?


" sibuk"ucap Rey singkat


Rey langsung masuk ke kamarnya dan Ana mengikutinya dari belakang.


" jujur aja mengapa tiba tiba kamu jadi seperti ini?

__ADS_1


" aku emang seperti ini kan? tak ada yang perlu kamu khawatirkan.


Ana mendekat ke Rey dan memeluknya.


" aku khawatir, kamu seharian ini tak memberiku kabar."


Rey melepas pelukan Ana.


" sebaiknya kamu kembali ke kamar, ini sudah malam sebaiknya kamu tidur. aku juga ingin istirahat.


ana menatap wajah Rey tapi Rey memalingkan wajahnya. Rey tak ingin lemah saat menatap wajah Ana. Rey tak sanggup menyakiti hati wanita yang dia cintai itu.


Rey menarik tangan Ana dan mengeluarkan Ana dari kamarnya. Rey pun menutup pintu dan mengunci pintu kamarnya. Rey langsung duduk di pinggir ranjangnya. Rey meratapi semuanya.


Rey sebenernya sakit hati juga saat ia melakukan ini terhadap Ana. tapi Rey dilema dengan keadaan ini.


haruskah aku melanjutkan hidup ku bersama Ana.


saat ada seseorang yang tersakiti oleh hubungan mereka.


mengapa saat aku mencintai seseorang selalu di tinggalkan..


Rey masuk kamar mandi dan menyeka mukanya dengan air.


Di kamar berbeda Ana tak bisa tidur. dia masih memikirkan Rey


mengapa Rey tiba tiba bersikap dingin kepadaku


apa aku ada melakukan kesalahan hingga dia bersikap seperti ini.


tiba tiba perut Ana berbunyi menandakan saat ini perutnya harus di isi.

__ADS_1


karna dari tadi dia belum makan apapun karna dia ingin makan bersama Rey. Ana keluar kamar dan mencari sesuatu yang bisa di makan. tapi Ana terkejut melihat Rey duduk di meja makan sambil memakan semangkuk mie instan.


" kenapa gak bilang kalo mau makan, aku bisa buatin buat mu" ucap Ana dengan ramah


tapi respon Rey sebaliknya. dia tampak tak ramah, dia meninggalkan meja makan tanpa mengucapkan sesuatu apapun. dan kembali masuk ke dalam kamar.


Ana melihat sikap Rey seperti itu tiba tiba selera makannya pun hilang. Ana pun kembali ke dalam kamar dalam keadaan lapar.


sampai kamar Ana menangis, menyesali dirinya yang jatuh cinta pada pria seperti Rey. Ana mulai menyalahkan dirinya sendiri.


mengapa selalu seperti ini saat aku mencintai seseorang selalu di tinggalkan.


Ana terisak sampai tertidur sendiri.


***


Alarm berbunyi menandakan sudah pukul 5 pagi. Ana terbangun dan bergegas masak untuk sarapan suaminya itu. Ana berharap pagi ini Rey sudah tak sedingin tadi malam.


setelah selesai masak Ana mengetuk kamar Rey. tapi tak ada jawaban. Ana kembali ke kamarnya dan memberi asi kepada putri kecilnya.


dari dalam kamar Ana mendengar suara pintu kamar Rey terbuka. Dia bergegas menggendong putrinya dan keluar kamar.


ternyata Rey sudah berangkat kerja tanpa menyentuh sarapannya.


Ana menangis menatap sarapan yang telah dia siapkan untuk Rey. Ana menyeka airmatanya sambil tersenyum ke arah putrinya.


" daddy sudah berangkat kerja sayang" ucap Ana kepada putri kecilnya itu.


Ana memutuskan memakan sarapan itu sendiri. dia butuh energi bukan buat dirinya tapi dia harus kuat untuk putrinya.


***********

__ADS_1


**bersambung


bantu like dan komen**


__ADS_2