
Lega....
satu kata itu menggambarkan hati Ana saat ini. Ana sudah menuntaskan semuanya. mengungkapkan semua yang telah ia sembunyikan selama ini dari husen.
Ana tak membenci husen, mungkin akan berterima kasih terhadapnya karna dirinya lah Ana di pertemukan jodoh yang allah siapin untuk dirinya.
Ana berharap husen menerima kenyataan ini dan bisa melanjutkan hidupnya yang baru. dan bisa menemukan jodohnya.
mungkin ini terlihat jahat oleh sebagian orang. karna orang yang di anggap sebagai kakaknya telah merebut semuanya darinya.
Ya.. Rey sudah di anggap kakak oleh husen dan kini telah mengambil kebahagiaannya.
biarlah mereka berpikiran seperti itu. tapi menurut Rey dan Ana tak seperti itu. mereka juga ingin bahagia seperti yang lain.
******
di tempat lain husen menatap langit langit kamarnya. husen seakan enggan beranjak dari tempat tidurnya.
harapan yang selama ini ia tanam dalam dirinya tiba tiba saja mati. selama ini dia bertahan dan berkerja keras hanya untuk Ana dan putri kecilnya. Husen mengorbankan semua cita citanya demi masa depan mereka bertiga. tapi kenyataan berkata lain. Ana memilih orang lain,
menurut husen ini juga mungkin salah dia, karna dia dulu telah meninggalkan Ana dan tak mengakui anak yang Ana kandung sewaktu itu. jika waktu dapat ku putar ini tak akan terjadi.
tapi semua seolah tak bisa di putar kembali. mungkin ini udah takdir yang telah tuhan berikan pada dirinya. biarlah husen memendam perasaannya ini. entah sampai kapan tapi saat ini dia tak mungkin bisa begitu saja melupakan Ana.
tiba tiba ketukan kamarnya membuyarkan lamunan husen. husen memaksakan dirinya bangun dan membukakan pintunya. tenyata kakaknya mengetuk pintu kamarnya.
__ADS_1
"jam segini masih di kamar? kamu gak kerja hari ini?tanya Liona
" gak kak"
" kamu kenapa dari kemarin ngurung diri aja dalam kamar? kamu ada masalah?
husen diam sejenak. husen hendak merahasiakan masalah ini dengan kakaknya tapi tak bisa. dia harus menceritakan semuanya. karna husen tak tau harus berbagi kisahnya ini dengan siapa.
" kak aku kemarin bertemu Ana?
" dimana? trus gimana kabarnya dia sekarang?
" dia sudah menikah dengan seorang pria dan pria itu kita kenal kak?
" Mas Rey"
" apa" ucap Liona sedikit terkejut
Ana duduk di samping husen dan memeluknya.
" kamu yang sabar ya dek, mungkin ini jalan yang terbaik buat kalian berdua. mungkin ini saatnya kamu menata hidup mu yang baru" ucap Liona menasehati adiknya itu
" entahlah kak, aku belum bisa melupakan Ana. terlebih lagi Anak ku kak.
Liona sangat mengerti perasaan husen saat ini.
__ADS_1
" ya sudah, kamu mandi terus sarapan dulu. nanti kita bicarakan lagi"
Liona pun meninggalkan adiknya itu yang masih duduk disisi ranjangnya.
husen menghela nafas panjang dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang.
tiba tiba ponselnya berbunyi dan Husen menatap layar ponselnya. ternyata itu panggilan dari kantor. Husen enggan mengangkatnya.
husen berjalan menuju meja kerjanya yang tak jauh dari tempat tidurnya. Husen mencari kertas yang hendak dia tulis. husen pun menulis surat pengunduran dirinya dari perusahaan.
husen ingin melanjutkan kuliahnya yang sempat putus karna husen sibuk kerja. semoga kali ini keputusan yang husen ambil tidak salah.
Setelah menulis surat pengunduran dirinya. husen keluar kamar dan mencari kakak iparnya. Husen hendak memberikan surat itu kepadanya. karna perusahaan itu milik kakak iparnya.
kakak iparnya sedang menikmati sarapan pagi itu. tapi makannya terhenti mendengar husen ingin berhenti dari perusahaannya.
" kamu kenapa tiba tiba ingin berhenti kerja? ini semua karna Ana? kakakmu udah cerita tadi.
Husen hanya menunduk di hadapan kakak iparnya itu. dia sedikit malu untuk mengakuinya. pada kenyataannya emang dirinya lagi patah hati melihat Ana bersama orang lain.
*********bersambung*************
bantu like dan komen..
karna komen kalian lah membuat aku semangat buat nulis kembali 🤗
__ADS_1