
Ana yang telah lama tak merasakan bibirnya tersentuh oleh pria lain. merasakan ada perasaan aneh. seperti ada aliran listrik menusuk ke dadanya.
ada apa dengan ku mengapa aku memikirkan dokter itu" ucap Ana pelan
Anna tersenyum senyum sendiri..
bisa juga dokter dingin itu berbuat seperti itu aku pikir dia udah tak ada rasa dengan wanita.
Ana dan Rey baru 1 bulan ini kembali ke kota itu,sebuah kota kecil dimana mereka merasakan sakitnya di tinggalkan pasangan yang mereka cintai.
Ana memutuskan untuk tinggal di apartemen miliknya. Rey menyetujuinya karna apartemen milik Ana jaraknya berdekatan dengan Rumah sakit tempat Rey bertugas.
Sore ini Ana bosan dan hendak keluar, tiba tiba Rey datang.
" kamu mau kemana membawa aulia.
" aku bosan mau bawa jalan aulia ke mall?
" mau ngapain biar sini aku yang jagain kalo mau pergi sendiri aja.
" baiklah, ini jaga baik baik aulia. aku akan pergi sebentar ke mall.
" apa seperti itu, lihat pakaian mu. kamu mengundang banyak mata laki laki melihatmu.
" apaan sih.
" kalo kamu tak mengganti pakaian mu itu. aku melarangmu untuk pergi.
" apa urusan mu!
" aku suami mu.
mendengar kata kata itu Anna terpaku seperti di hipnotis. Ana tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
suami...
suami...
suami...
__ADS_1
penggalan kata itu terngiang di telinga nya. tanpa sadar wajah Rey telah berada beberapa senti tepat di depannya. sangat dekat,
Ana terkejut dan menghindar tapi iya malam hendak terjatuh. Rey dengan sigap menangkap istrinya itu. Rey dan Ana saling bertatapan. posisi Rey merangkul pinggang Ana. jantung Ana berdetak dengan kencang,
" kenapa Rey begitu tampan hari ini? ucap Ana dalam hati
" kenapa Ana begitu cantik hari ini.", ucap rey juga dalam hati
cukup lama mereka saling menatap. dan mereka di kejutkan Aulia yang sedang menangis karna mainannya jatuh ke bawah. mereka langsung melepaskan pelukan mereka dan berlari ke arah aulia. aulia yang sedang duduk di kereta baby.
Rey langsung menggendong aulia.
" kenapa sayang," ucap Rey
aulia masih saja menangis.
" sepertinya aulia ingin tidur. sebaiknya kamu tidur kan aulia saja biar aku belikan keperluan kamu." ucap rey
Ana menyetujuinya dan mengambil aulia di gendongan Rey dan masuk ke kamar baby aulia. aulia yang masih asi membuat Ana tak bisa pergi jauh jauh dari baby aulia.
Saat asik menyusui Aulia di kamar tiba tiba datang Rey membuka kamar tanpa mengetuk. Rey melihat pemandangan tak biasa itu pun terkejut dan memalingkan muka. Ana yang malu karna Rey melihatnya sedang memberi asi kepada baby aulia.
" kamu sebaiknya keluar dulu. bentar lagi aulia selesai. ini dia udah tertidur.
Rey pun keluar dan menunggu di ruang tengah sambil menonton televisi. tak lama Ana keluar kamar dengan pakaian yang cukup menggoda hasrat laki laki Rey.
Rey menatap Ana begitu tajam seperti ingin memakan Ana hidup hidup.
" kenapa kamu menatap ku seperti itu. ini daftar belanjaannya.
Rey masih dengan tatapannya ke arah ana.
" ya udah aku kembali ke kemar.
Rey menarik tangan sedikit kuat membuat Ana jatuh tepat di pelukan Rey. pandangan mereka beradu.
Rey tak mau membuang kesempatan itu. langsung mencium bibir Ana dengan lembut. Ana pun menerimanya dan membalas ciuman itu.
ciuman itu mulai memanas hingga membuat Ana dan Rey kehabisan nafas. Ana mencoba melepaskan ciuman Rey. tapi Rey malah memeluk Ana dengan erat. sekarang Ana sudah berada di atas perut Rey.
__ADS_1
Rey menyadari dan takut melakukan hal yang lebih dari itu melepaskan ciumannya. sekarang mereka saling menatap. Rey membelai wajah dan rambut Ana.
Ana langsung memeluk Rey dengan hangat. Ana merasakan jatuh cinta lagi sekian lama ia tak merasakan ini. Rey pun merasakan hal yang sama.
" ehmm.. sepertinya aku tak bisa bernafas kalo kamu terus terusan menindihiku seperti ini"
ana memukul tubuh Rey dan menjauhinya. Rey tersenyum dan mengelus rambut istrinya itu.
" aku mau membelikan pesanan mu ini"
Ana masih cemberut, Rey yang melihatnya seperti itu tersenyum.
" kenapa? kamu tak ingin aku pergi dan melanjutkan ciuman kita tadi.
muka ana memerah karna malu. Ana menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Rey gemes melihat istrinya seperti itu.
" ya udah aku berangkat dulu. jangan bukain pintu kalo bukan aku.
Ana mengangguk. Rey pun beranjak meninggalkan Ana.
Setelah Rey pergi, ana memegangin dadanya yang sedari tadi tak henti berdegub kencang. ana tersenyum mengingat kejadian tadi.
Ana memperhatikan jam dinding yang berada tepat di atas tempat duduknya.
" kemana saja dia jam segini belum balik"
Ana terlihat kesal karna sudah menunggu kepulangan Rey. matanya mengarah ke televisi. dan ia mengganti terus chanel televisi.
entah mengapa hatinya kesal menunggu Rey yang tak kunjung pulang.
Baru kali ini iya sangat mengharapkan Rey pulang. biasanya Ia tak peduli Rey mau pulang jam berapapun.
Ana menunggunya dengan perasaan kesal sampai Ana tak sadar kalo sudah tertidur di sofa.
*********
**bersambung
__ADS_1
bantu like dan vote yah**..