
Pov Anton
setelah keluar dari apartemen Ana. Anton masih saja memikirkan Ana.
Ya,.. Ia memikirkan mengapa Ana tidur terpisah dengan suaminya.
Apakah pernikahan ini hanya untuk menutupi kehamilannya waktu itu..
apa Ana sudah menjelaskan kepada husen kalo dia sudah melanjutkan hidupnya dengan pria lain.
Ah.. Anton menghela nafas panjang..
"mengapa aku memikirkan urusan orang lain yang tak ada hubungannya dengan ku.." ucap anton pelan
" apa?" ucap Rio
Rio adalah temen satu profesi dengannya. Rio ini yang menemaninya memperbaiki pintu kamar Ana.
" tidak aku tak berbicara dengan mu"ucap Anton dengan santainya
" kamu kenapa tiba tiba kayak orang stres gitu habis keluar dari apartemen wanita tadi? Tanya rio
" apa kau mengenal wanita itu? apa dia salah satu mantan mu? tanya Rio lagi
" apaan sih lu, ngomong sembarangan aja"
" habis muka lu kenapa kayak orang bingung gitu"
" tak apa, kamu tak perlu tau."ucap anton kepada temennya itu.
" lu balik aja sendiri, aku mau ke tempat temen dulu." ucap anton lagi
" baiklah..
Rio pun meninggalkan anton yang masih berdiri di depan apartemen. Anto menatap ke atas apartemen seolah melihat sesuatu.
Dan menghela nafas panjang lagi..
" apa aku harus memberi tau husen kalo aku telah bertemu dengan Ana?ucapnya dalam hati.
Anton mencari ponselnya yang ia taruh di dalam tasnya. anton mengambil ponselnya dan langsung menghubungi seseorang.
" hallo kamu dimana? bisa ketemu? tanya anton
" masih di kantor? oke kita bertemu di resto kak Liona aja" ucap seseorang di balik telpon tersebut.
" oke..aku on the way" ucap anton sambil memutus panggilan itu.
**********
tiba lah Anton di sebuah Resto cukup besar di salah satu mall. Anton pun memasuki Resto itu dan duduk di salah satu kursi.
Anton tak lupa menyapa mantan teman teman satu kerjaannya itu. memey menghampirinya
" Lu apa kabar? sekarang kerja dimana?ucap memey
memey adalah manager Resto tersebut. dan juga temen satu kerjanya dulu. Anton sudah beberapa bulan lalu berhenti karna dia harus mengurus ibunya yang sakit.
__ADS_1
" aku belum ada kerjaan tetap"ucap anton
" kalo kamu mau kerja disini lagi aku bisa omongin ke ibu Liona"
" gak usah aku masih asik kerja kayak gini. gak terikat oleh pihak mana pun. karna aku masih harus jagain ibuku.
" baiklah kalo kamu berubah pikiran bisa hubungi aja aku"
Anton mengangguk.
" kamu lagi nunggu siapa disini?
" aku lagi nunggu Husen nih?
" apa!! husen mau kesini? ucap memey sedikit terkejut
" lu kenapa? masih berharap husen menyukai mu?" ucap anton sedikit tertawa
Anton tau benar kalo memey memendam perasaan terhadap husen.
tak lama husen datang memasuki Resto, seperti biasa memey menatap seperti ada malaikat yang baru tuhan turunkan ke bumi.
mata memey tak lepas melihat husen. sampai husen menyapanya.
" hai mey?
tangan Anton memukul pundak memey dan membuat memey tersadar.
" hai juga." ucap memey yang masih melihat husen
memey melihat husen tampan sekali dengan setelan jas yang ia gunakan siang ini.
memey berjalan cepat meninggalkan mereka. terlihat jelas muka memey memerah saat menatap husen. Anton melihat temennya seperti itu tertawa.
" apa yang kamu tertawain?" tanya anton
" kamu gak lihat memey salah tingkah saat melihat mu?
husen hanya tersenyum. dari kejauhan memey hanya bisa melihat husen sambil memegang jantungnya yang sedari tadi tak berhenti berdegub kencang.
" kamu tau sendiri kan aku masih mengharap bertemu dengan Ana? entah dimana sekarang?
" apa yang membuat mu masih bertahan dengan Ana?
" aku tak tau, apakah ini cinta atau rasa bersalah ku aja padanya.
" seandainya kamu bertemu dengannya apa yang akan kamu lakukan?
" aku akan meminta maaf dan mempertanggung jawabkan kesalahan yang telah aku buat 1 tahun yang lalu?
" jika dia sudah mempunyai kehidupan baru?
Husen terdiam dan menatap mata Anton.
" apa kamu akan melepaskannya dan memulai hidup baru?
" aku belum yakin, sepertinya akan sulit bagiku menerima itu semua."
__ADS_1
Anton menghela nafas panjang..
" kamu kenapa tiba tiba menemui ku dan sekarang membahas wanita itu?
anton terdiam....
dia tak tau harus berbicara jujur atau merahasiakannya.
karna anton telah berjanji kepada Ana agar tak memberitahu keberadaan Ana saat ini.
tapi dia tak ingin husen seperti ini. Hidup dalam penyesalan yang panjang.
" aku bertemu dengan Ana"
" Apa!!!!!!...
husen berdiri karna dia terkejut mendengar anton berkata seperti itu.
" dimana? katakan dimana?
" duduk dulu,"
husen pun kembali duduk
" cepat katakan kamu bertemu Ana dimana?
" Aku tak bisa katakan, aku bertemu dimana. tapi Ana sudah memiliki kehidupan yang baru bersama suaminya.
" gak pasti kamu bohong kan? agar aku tak menemuinya?
" aku tidak berbohong aku bertemu Ana dengan suaminya.
" anak ku?
" aku tak melihat anak kecil bersamanya?
husen tertunduk dan menangis.
" mengapa ia menggugurkan anak kami?gumamnya dalam hati
" kamu harus kuat. kamu harus lanjutin hidup mu? ucap Anton
husen menggeleng..
" ini salahku, aku menyebabkan dia melakukan ini.. seandainya waktu itu aku menerimanya dan mengakui kalo itu adalah anak ku. dia tak mungkin melakukan semua ini. aku emang bodoh!!! ucap husen kesal dengan dirinya sendiri.
" aku ingin bertemu dengan dirinya sekali saja. berikan alamatnya padaku." pinta husen penuh harap
" maaf aku tak ingin kamu menambah penyesalan mu kemudian hari dengan menghancurkan rumah tangga orang lain. biarkan Ana dengan kehidupannya dan kamu dengan kehidupan mu yang baru.
husen berdiri kembali dan meninggalkan Anton disana. Husen tampak lesu seakan sulit melangkahkan kakinya. Anton menghampiri husen. tapi husen menolak dengan alasan dia butuh waktu sendiri.
**********
**Bersambung
bantu like dan vote**
__ADS_1
***********