Mengejar Cinta Kondektur

Mengejar Cinta Kondektur
26. Setelah lama tidak bertemu.


__ADS_3

Sekarang Ali dan bu Nilam sudah berada di cafe, karena mereka akan mengadakan temu janji pada seseorang perempuan, yang ingin dikenalkan oleh Ali. Lalu dengan harapan jika Ali juga mau menjalani semuanya terlebih dulu.


Tidak berapa lama kemudian sosok perempuan terlihat sedang mencari orang yang sudah mengajaknya janjian. Bu Nilam yang melihat Alea tengah meneliti satu persatu orang-orang yang ada di cafe. Lantas beliau pun langsung memanggilnya. "Alea! Tante di sini," teriaknya dan Lea pun langsung berjalan menghampiri Tante Nilam.


Alea juga belum tahu siapa lelaki yang sedang bersama dengan Tante Nilam, karena wajahnya di tutupi oleh topi. Hingga Alea tak terlalu menghiraukannya.


Tante Nilam pun langsung mempersilahkan Alea untuk duduk, pada saat sudah berada di mejanya. "Lea, sini duduk dekat Tante, dan ini kenalin anak Tante.


Tante Nilam lantas memperkenalkan Ali yang tengah sibuk, dengan ponselnya. Sampai tidak melihat orang yang saat ini ingin ditemui oleh Mamanya sudah datang.


Tante Nilam merasa tidak enak, sampai pada akhirnya ia menegur Ali untuk tidak bermain ponsel. " Al, bisa tidak kamu memasukkan itu ponselnya dulu! Ini perempuan yang ingin Mama kenalin sama kamu." Ucapan Tante Nilam, langsung membuat Ali memasukkan ponselnya di saku, dan segera menatap wanita yang dimaksud oleh Mamanya.

__ADS_1


Sedetik kemudian, tercengang melihat siapa yang datang. Sosok yang selama ini mampu membuatnya tidak pernah lupa dengan namanya. "Itu kan Lea? Jadi selama ini Mama ingin menjodohkan aku dengan dia," batin Ali pada saat dirinya melihat wajah perempuan itu.


"Ma, apa dia yang Mama maksud?" tanya Ali untuk memastikan.


"Iya, dia Alea yang ingin Mama kenalkan sama kamu." Jawab Tante Nilam.


Sedari tadi Lea gelisah dan tidak menyangka jika ini adalah pertemuannya dengan Ali.


"Jadi benar, kalau Ali adalah anak dari Tante Nilam. Lalu Ali sengaja berpura-pura menjadi orang miskin? Tapi apa tujuannya," kata Alea dalam hati, lelaki sempat ia kagumi ternyata adalah seorang pembohong.


Alea dan Ali layaknya seperti orang yak tak saling kenal. Akan tetapi, ekspresi wajahnya tidak bisa dibohongi jika keduanya tengah menyimpan sesuatu, dan yang pasti hanya mereka yang tahu. "Alea, jawab Tante!" Tante Nilam pun menatap wajah Alea dengan tatapan ingin segera meminta jawaban, jika ucapan Tante Nilam adalah benar.

__ADS_1


Saat ini Alea bingung, antara menjawab iya atau tidak. Namun, rasanya sungguh sulit jika ia berkata dan Tante Linda sama sekali tidak percaya.


Alea masih diam, karena perasaannya sedang campur aduk. Antara senang dan kecewa karena Ali sudah berbohong kepadanya.


"Kenapa kalian saling kenal, jawab Mana Ando, Al?" Tante Nilam mengulang kata-katanya lagi, dan ia yakin kalau keduanya sedang ada masalah.


Sedangkan Ali, hanya diam karena yang diketahui oleh Alea kalau dirinya seorang kondektur. Sedangkan tanpa diduga justru sang Mama, telah mempertemukan mereka.


"Apa kalian ada hubungan serius?"


Mendengar akan pertanyaan Tante Linda membuat Ali langsung menyela akan tuduhan tersebut. "Ma, kita tidak ads hubungan, Mama jangan menerka-nerka karena melihat kami seperti ini!"

__ADS_1


Sedangkan Alea yang ingin masalah sedikit rumit. Memilih untuk mengatakan yang sesungguhnya. "Tante, aku dan Ali memang kenal, tapi kita tidak ada hubungan apapun karena kita sudah lama tidak bertemu makanya kita sedikit syok."


"Iya kan, Ali?"


__ADS_2