Mengejar Cinta Kondektur

Mengejar Cinta Kondektur
27. Kejujuran Aliando


__ADS_3

Ali sedikit gelagapan karena sebuah perkataan Alea. Yang seketika sadar dan mencoba menetralkan nafasnya. "I-ya Ma, Ando memang kenal sama Alea, tapi bukan berarti kita pernah ada masalah akan sebuah hubungan."


Tante Nilam pun sedikit merasa lega karena Ali sudah berkata jujur, dan lagipula sejak kapan Ali berhubungan dengan Alea, melihatnya saja tidak pernah. "Syukurlah kalau begitu, dan sekarang ini perasaan kamu gimana Ando, setelah bertemu dengan Alea?"


Ando bingung harus menjawab apa, karena tidak bisa dipungkiri bahwa hatinya sungguh bahagia. Pada saat bertemu dengan sosok wanita yang pernah ia maki, ia hujat.


Untuk sejenak Tante Nilam ingin memberikan waktu pada Alea dan juga Ali, berharap hubungan yang pernah retak akan terjalin lagi. "Ya sudah kalau begitu Mama mau ke kamar mandi dulu, kalian mengobrol lah."


Alea mengangguk, dan berusaha tersenyum pada Tante Nilam.


Setelah Tante Nilam pergi. Keduanya merasakan hawa yang berbeda karena terasa asing, pada saat keduanya sudah dipertemukan.

__ADS_1


"Al,"


"Lo sengaja bohongin gue buat jadi orang miskin, dan ngebuat gue jadi orang yang—."


"Tidak Al, tidak ada maksud buat gue lakuin semua itu."


Kali ini Alea benar-benar merasa dipermainkan. Nyatanya Ali orang kaya, dan itu membuatnya harus berhenti berharap. "Gak Li, bagi gue lo tetep pembohong dan gue benci lo."


"Apa yang mau dijelasin Li, lo sudah bohingin gue! Sekarang lo juga mau mengelak."


Ali merasa frustasi kenapa Alea harus secepat ini tahu. Akan keadaannya seperti apa? Sebelum dirinya mengatakan lebih dulu, tapi siapa sangka jika berakhir tragis. "Alea, gue mohon denger penjelasan dari gue. Setelah lo tahu, mau lo marah atau pun benci semua terserah."

__ADS_1


Alea yang mendengar akan kesungguhan dari Ali, mencoba mencari sesuatu dari wajahnya, tapi sayang semua itu tidak ada yang menuju ke arah kebohongan. "Apa yang lo pengen jelasin.


Ali merasa sedikit bisa bernafas lega, karena pada akhirnya Alea luluh kepadanya. " Baik, gue akan jelasin dan setelah ini kalau lo mau marah silahkan, gue gak bisa larang karena gue juga sadar karena bukan siapa-siapa lo."


Alea diam, mencoba menghilangkan emosi di hatinya. Mencoba menerima tiap penjelasan dari Ali, tapi untuk menaruh rasa sepertinya. Sudah tidak ada lagi, walau hatinya terluka namun Alea sadar jika dirinya tidak sebanding dengan Ali.


Akhirnya Ali merasa lega setelah mengatakan yang sejujurnya. Tentang dirinya yang berpura-pura menjadi seorang yang miskin, dan bekerja sebagai seorang kondektur. "Jadi seperti itu ceritanya, dan kenapa gue gal pernah ada di jalanan. Itu karena nyokap gue nyuruh pulang, dan sekarang inilah gue yang sekarang.


Sedangkan dari kejauhan, seorang wanita sengaja memberi ruang untuk saling mengungkapkan. Apa yang sebenarnya terjadi, Tante Nilam tahu jika keduanya sedang bermasalah. Jadi, inilah saatnya ia memberikan waktu untuk mereka berbicara.


" Aku harap ini adalah jalan yang benar, karena memang keduanya cocok. Di samping itu terlihat jika Ando atau Alea, tengah memendam perasaan yang sama, hanya saja tidak berani untuk berkata jujur."

__ADS_1


Tante Nilam pernah muda, jadi beliau bisa menebak apa yang sedang dialami oleh pasangan muda mudi itu.


__ADS_2