
Olif sampai didepan rumahnya,Olif yang ingin memarkirkan mobilnya digarasi melihat satu mobil terparkir dekat rumahnya.Ia dengan jelas tau kalau itu mobil papanya.
",Hufff ngapain sich dia kesini?" ucap Olif yang merasa tidak suka dengan kedatangan papanya.
Olif yang sudah memarkirkan mobilnya turun dan masuk kedalam rumah.
Ia berjalan lurus begitu saja tanpa memperdulikan kedua orang tuanya yang sedang duduk diruang tamu.
"Baru pulang kamu ha???" Suara bariton nan tegas itu menghentikan langkah Olifia.
Itu suara Tito Hemawan,papa Olif.
Olif menoleh kearah papanya yang mendekat.
"Harusnya Olif yang tanya kenapa Papa baru kelihatan?Takut sama istri tua papa itu!" jawab Olif dengan beraninya.
"Jangan kurang ajar kamu!Apa karena kamu sudah bekerja diCafe Kamu berani melawan papa?Papa tanya sekali lagi dari mana kamu setelah semalaman gak pulang??" ucap Tito yang sudah emosi.
"Bukan urusan Papa,Olif udah gede!"
"Dasar Kamu......!Tito hampir menampar Olifia tapi Linda menghalanginya.
" Sudah pa ,Olif tuh udah gede,dia tau mana yang baik dan buruk!"
"Bela saja terus anak kurang ajarmu ini!"
"Udah deh pah,Olif capek mau istirahat.Kalau papa kesini cuma mau marah marah aja mending gak usah kesini!" ucap sarkas Olifia lalu berjalan naik tangga.
"Berhenti kamu,Papa belum selesai bicara.Apa ini cara kamu berbicara pada Orang tua.Dasar anak tak tahu diri!" Maki Tito dengan suara kencangnya.
"Sudah pah,,papah tenang ya!" ucap.Mama Olif...!"
Tito menendang kursi didepannya.
"Didik anakmu yang kurang ajar itu.jangan sampai dia bikin malu aku!" ucap Tito lalu pergi meninggalkan rumah itu.
Olif yang mendengar ucapan Papanya itu hanya bisa menangis dibalik pintu kamarnya.
Hubungannya dengan sang Papa memang tidak akur.Sikap angkuh,kasar dan otoriter pria paruh baya itu membuat Olif membencinya.
Apalagi papanya itu lebih sayang pada mama Dian istri pertamanya dari pada mamanya.Papa nya juga tidak suka kalau Olifia bekerja diCafe.Karena Cafe itu milik Om Doni.
Hubungan Tito Himawan dengan sang Adik,Dony tidaklah baik.semenjak Om Doni suksek menjalankan bisnisnya dan membuka banyak cabang Cafe diberbagai tempat,Tito merasa tersaingi dan iri dengan keberhasilan adiknya.Dia yang seorang pejabat tinggi negara selalu disibukkan dengan berbagai pekerjaan dinasnya hingga tak bisa leluasa mengembangkan bisnisnya,untung ada Tian putra kesayangannya yang selalu membantunya.
__ADS_1
Hubungan kakak beradik itu semakin renggang setelah Tito tau kalau ternyata adiknya menyimpan rasa untuk istri keduanya,mamanya Olifia.
Linda mencoba menguatkan hatinya,Dia memang sudah terbiasa menerima perlakuan kasar suaminya.Tapi Linda tak bisa melihat jika Olif juga ikut terluka.
Linda segera menaiki anak tangga menuju kamar putri semata wayangnya.
"Lif.....!" panggil Linda saat masuk kekamar Olit yang tidak dikunci.
Olif yang duduk diranjang menoleh kearah mamanya.
"Maafkan papamu ya nak,sebenarnya dia sangat menyanyangimu tapi caranya saja yang salah!" ucap mama Linda yang sudah memeluk olivia yang sedang menangis.
"Olif benci papa mah....kenapa sich mama masih bertahan sama orang kasar itu.mama tuh berhak bahagia.!"
"Jangan bilang gitu sayang,dia tetap papa kamu.Mama sudah menerima takdir mama Lif...!'ucap Linda dengan mata sayu nya.
" Kita pergi aja Mah dari sini,Olif bisa kok ngidupin kebutuhan kita.!"ucap Olif yang menatap kedua manik mata mamanya.
Linda hanya terseyum dan menggeleng pada putrinya.
"Mama,Olif beruntung punya mama sesabar dan sebaik mama.!"
Olif mendekap erat tubuh mamanya.
"Sekarang katakan pada Mama dari mana kamu semalaman gak pulang?" tanya Linda yang mencairkan suasana.
"Hemmm Untung polisi itu baik Lif...Lain kali jangan sampai lupa makan dan bawa obatmu!"
",Iya ma,Tapi mama ngijinin Olif ngejar mas Aldo?"
"Asal kamu bahagia sayang,Mama dukung.Tapi mama harap kamu jangan sampai kelewatan ya,jaga tubuh dan mahkotamu dengan baik!"
"Pasti Mah,,Olif udah dewasa mah.!"
"Satu lagi,Mama harap kamu jangan terlalu berharap ya Lif sama polisi itu,Mama takut kamu akan sangat kecewa jika dia akhirnya menolakmu.Mama percaya kok,Anak mama yang cantik ini banyak yang naksir diluar sana!"
Olif terseyum manja.
"Iya Sich,,,Tapi hati Olif cuma buat Mas Aldo mah...!"
"Hemmm anak mama udah Bucin sama Pak Polisi nich...!"
Keduanya tertawa bersama,menghilangkan kesedihan yang tadi menyelimuti.terus berbincang sampai tak terasa waktu sudah siang.
__ADS_1
Hari ini hari minggu jadi Olif tidak pergi kekampus,ia lebih memilih istirahat dan berangkat keCafe nanti sore.setelah sebelumnya ia melepas baju dari Aldo yang ia kenakan tadi lalu dengan cepat ia mencucinya.
Sore Hari,Olif yang sudah fres tiba Dicafe.
"Lif kamu semalem tidur dimana?Bibi Linda semalem telfon aku nyariin kamu!" tanya Alex langsung setelah melihat kedatangan sepupunya itu.
Olif terseyum lebar.
"Ada deh......mau tau apa mau tau banget??" goda Olif.
"Cih.....jangan bilang kamu sama polisi itu??" sindir Alex.
Olifia mendelik.
"Dari mana kamu tau Lex,kalau....."
"Gebetan kamu AIPTU Aldo??itukan yang kamu maksud,,,Ya taulah....Alex gitu!"
Tanpa sepengetahuan Olifia ternyata setelah Diberi tahu Bella semalam tentang gebetan Olif yang seorang polisi,Alex segera menyuruh orang untuk mencari tahu tentang Aldo dan kesehariannya.Alex cuma tak mau kalau sepupu kesayangannya itu sampai salah menyukai orang.
Olifia mendesah kasar.Lalu wajahnya berubah sendu.
"Kenapa jadi melow gitu mukanya??" ucap Alex dengan santainya.
"Pria kasar itu tadi pagi datang,,,dan seperti biasa dia marah marah dan bahkan hampir nampar aku Lex!!" ucap Olif pelan.
"Paman Tito maksud kamu.!" ucap Alex yang terkejut.
"Siapa lagi coba selain dia!"
"Heran aku sama papamu,kok dia kasar banget ya sama kamu dan bibi..Alasannya apa?"
"Dia tuh gak seneng kalau aku kerja sama Om doni,Tau tuh orang aneh...!"
"Hemmm sabar ya Lif...jangan membencinya dia tetap papa kamu.doain aja biar dia cepet sadar.!"
"Sabar ku tuh udah segunung Lex.....udah ah aku mau keruangannku dulu.Mau hubungi mamas ku Aldo...!" ucap Olifia yang wajahnya berubah ceria saat mengingat Aldo.
"Dasar Bucin......!" ledek Alex yang melihat Olifia sudah naik keatas.
Alex menggelengkan kepalanya sambil terseyum simpul.
"Semoga kau selalu bahagia Lif,,aku sangat menyayangimu melebihi rasa sayang kakak tirimu Tian padamu.Aku akan membantumu mendapatkan hati polisi itu!" gumam Aldo pelan.
__ADS_1
Sementara Dibalik pintu,om Doni yang baru datang sedari tadi mendengar percakapan putranya dengan keponakan tersayangnya.Ia mengepalkan kedua tangannya kuat,Rasa nya ia ingin sekali menonjok muka kakaknya itu.
**Kalau kau sudah tidak sanggup membahagiakan istri dan anakmu lebih baik serahkan padaku Kak Tito!!**sarkas Doni yang kedua matanya sudah memerah karena menahan amarah.