
Waktu sudah senja,Olifia masih tertidur didada Aldo dengan posisi duduk.Aldo pun enggan membangunkan gadis cantik itu.
Hingga kedatangan seseorang dirumah dinasnya membuat Aldo salah tingkah.
Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tanpa mengetuk pintu langsung masuk begitu saja.
"Al......!" ucapannya langsung terhenti saat ia terkejut melihat sang putra duduk dengan seorang gadis yang tertidur dipelukannya.
Kedua mata Aldo membulat sempurna.
"Mama..." ucap Aldo lalu dengan cepat ia menempelkan jari telunjuknya ke mulut,seakan memberi intruksi mamanya untuk tidak berisik.
Wanita paruh baya itu adalah Mama Aldo.
Alya Kinanti,wanita berusia 48 tahun.Dengan wajah cantik dan kulit kuning langsat.Diusianya yang hampir setengah abad,Ia terlihat awet muda dengan lesung pipinya.
Bisnis batiknya berjalan pesat membuatnya sibuk dan jarang bertemu putra semata wayangnya itu.
Alya mengikuti intruksi putranya.Ia langsung duduk didekat Aldo dan perlahan meletakkan makanan yang ia bawa dimeja.
Alya memperhatikan gadis yang tertidur didada putranya.sangat cantik menurutnya.
Ia merasa senang,akhirnya putranya bisa memiliki kekasih lagi.
",Siapa Do?"tanya Mama Alya pelan pada Aldo.
Aldo masih diam.dia bingung harus menjawab apa.ia yakin setelah ini mamanya pasti akan mengintrogasi dirinya.
" Pacar kamu?"tanya Alya lagi.
Tapi Aldo masih diam.
Suasana hening.
Tak lama Olif mulai menggerakkan tubuhnya menggeliat pelan dan masih berada dipelukan Aldo.
"Ufhhhhh Olif ketiduran ya mas!" ucap Olif yang masih memutup matanya dengan suara khas orang baru bangun tidur.
Aldo masih terdiam dan melepas pelukannya.
Olif mulai mengerjabkan kedua mata indahnya.ia belum sadar setiap pergerakannya diamati oleh Alya.
"Capeknya....!ucap olif lagi saat kedua matanya mulai terbuka lebar.
Deg.......kedua bola mata Olif membulat saat tatapannya bertemu dengan tatapan mata Alya.
Spontan Olif menjauhkan badannya dari tubuh Aldo.
"Kamu sudah bangun nak?" tanya Alya dengan seyum manisnya.
"Kamu pasti bingung,saya tante Alya.mamanya Aldo!''
Seketika Olif merasa sangat malu,ingin rasanya ia lari dari tempat tersebut.Tak pernah ia sangka,akan bertemu dengan wanita yang sudah melahirkan pria yang ia cintai itu dengan situasi canggung seperti ini.
Jantungnya berdetak cepat,rasa gugup bercampur takut menjadi satu.ia menunduk tak berani menatap wanita itu.
**mati aku....kenapa mas Aldo gak bangunin aku sich......ihhhhh**gumam Olif dalam hati.
" Ma..af tante,,,Olif ketiduran!"Ucap Olif terbata dan msih menunduk!"
"Gak papa nak.mungkin kamu capek.Kamu pacar Aldo ya??" tanya Alya.
Seketika Olif menatap Alya lalu ia melirik kearah Aldo yang sudah membuang muka.Olif bingung harus jawab apa.
__ADS_1
Dengan polosnya Olif menyentuh perut Aldo dengan sikutnya hingga pria itu melotot kearahnya.
"Mas kenapa gak bangunin aku...Sekarang aku harus jawab apa dong??" ucap Olif lirih dengan wajah masamnya.
"Terserah." jawab Aldo ketus.
Alya terseyum melihah tingkah polos gadis cantik didepannya itu,ia juga hampir tertawa melihat intersksi dua anak muda itu.
"Sudah gak perlu dijawab,Tante sudah tahu jawabannya.Tante senang akhirnya Aldo punya pacar.Usianya kan gak muda lagi udah pantes memiliki pendamping hidup." ujar Alya yang membuat Olif melongo.
"Nama kamu siapa nak?"
"Saya Olivia Melinda Himawan tante!" ucap Olif gugup.
Seketika Alya mengingat seseorang dengan mendengar nama belakang Olifia.
" Usia kamu?"
"20/tahun tante.
Alya terseyum mengetahui pacar putranya itu masih sangat muda.
"Kamu Kuliah atau kerja?tanya Alya penasaran.
" Kuliah tante dan Saya juga kerja.!"
"Ohhh ambil jurusan apa?dan kamu kerja apa?"
"Bisnis manejement tante dan saya kerja di sebuah Cafe menjadi manager oprasional!"
Alya cukup kagum dengan gadis muda ini.
"Woww masih muda sudah jadi manager,hebat dong.Kamu juga ngambil jurusan sesuai bidang kamu,kapan kapan kamu main kebutik tante ya.Kebetulan Tante punya butik batik.Nanti disana kita ngobrol soal bisnis gimana?"
",Iya tante.terima kasih.Apa tante tidak keberatan,saya kan kerja diCafe!" tanya Olif polos lagi.
Alya terseyum simpul mendengar pertanyaan gadis muda itu.
"Tante tidak masalah,asal kamu bisa jaga diri!
Olif mengangguk cepat,Olif merasa bahagia ternyata mama nya Aldo sangat baik dan ramah padanya.
Aldo yang dari tadi hanya mendengarkan percakapan keduanya merasa bingung harus bersikap bagaimana.disisi lain hubungannya belum ada kejelasan disisi lain mamanya sepertinya suka pada kucing centil itu.
" Sekarang kita makan ya...Tante bawa makanan banyak nich!"ajak.Alya yang sudah membuka beberapa kotak makanan.
Dengan sigap Olif mengambil beberapa sendok dan piring.
"Aldo masih kenyang mah!" tolak Aldo.
"Makan sedikit saja,mama udah capek masaknya!" jawab Alya.
Ketiganya pun makan.Olif sudah bisa bersikap biasa didepan tante Alya.
Aldo terlihat tidak berselera makan,hingga membuat Olif gemas.
"Buka mulut kamu Mas!" ucap Olif lugas dengan tatapan lekatnya.
Aldo seakan terbius tatapan Olif,Ia langsung membuka mulutnya.Dengan cepat Olif menyuapi Aldo hingga beberapa suapan dengan sendok yang sama yang dipake Olif untuk makan.
Alya terseyum bahagia melihat keduanya.Ia senang putranya yang dikenal dingin dan pendiam bisa luluh dihadapan gadia kecil nan cantik didepannya.
"Udah...aku udah kenyang!" ucap Aldo lalu meminum segelas air putih.
__ADS_1
Olif melanjutkan makannya dengan Alya.
Setelah selesai Olif dengan sigap membawa piring dan gelas kotor kedapur.Dengan cepat pula ia mencucinya.
Alya melihat gadis itu sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah.
Olifia duduk lagi bersama Aldo dan Alya.
"Kalian udah berapa lama pacaran?"tanya Alya penuh selidik.
Lagi lagi Olif bingung harus menjawab apa.
", Anu tante hemmm anu.....!" ucap bingung Olifia sambil menggaruk garuk pelipisnya yang tidak gatal.
Sementara Aldo malas meladeni pertanyaan mamanya.
"Udah gak perlu gugup gitu.kamu juga gak perlu jawab.Yaudah tante pulang dulu ya!" ujar Alya sambil beranjak dari tempatnya.
"Aldo anterin mama kedepan!" perintah Alya.
Aldo yang merasa aneh dengan sikap mamanya mau tak mau ikut keluar bersama mamanya.
"Udah punya pacar kok gak bilang bilang mama!" ucap Alya yang menyindir Aldo
"Ma,dia itu bukan pacar aku!"sanggah Aldo.
"Bukan pacar kok mesra banget.Tapi kamu suka kan deket dia?Do dia cantik,pinter mandiri dan rajin pula.kurang apa coba?"
Aldo terdiam.
"Awas ya anak orang dijaga,, jangan diapa apain,!..Mama pulang dulu.Kapan kapan kamu ajak dia kerumah,biar papa lihat dia.!"ucap Alya lalu masuk kemobilnya
Mobil Alya pun melaju pergi.
Aldo memukul mukul dahinya.ia tak menyangka akan serumit ini.
Aldo masuk kedalam rumah.Olif yang berdiri didepan pintu hanya terseyum simpul kearahnya.
" Udah malem,Kamu pulang gih!"perintah Aldo.
"Gak mau.Olif tidur disini ya?" ucap Olif yang langsung memeluk Aldo dari belakang.
"Jangan bikin saya tambah marah!" ucap Aldo yang melepas pelukan Olif.
"Jangan jutek gitu dong Mas.Mama Mas aja baik banget sama aku.Maafin Olif ya mas,udah bikin mas pusing!" ucap Olif yang menatap kedua mata Aldo dalam.
"Makanya kamu pulang ya,!gak baik gadis tidur ditempat pria yang bukan muhrimnya!" ucap Aldo pelan.ia sangat jelas tahu Olif paling tidak bisa dikasari atau dibentak.
"Kalau gitu cepet Halalin Olif dong Mas Hehehe...!" ucap Olif spontan dengan kekehannya.
Sementara Aldo dibuat tercekat dengan ucapan Olif barusan dan hanya diam mematung.
"Yaudah Olif pulang dulu ya Mas Aldo ganteng,Mas Aldo sayangku.Cepetan bobo ya...jangan begadang.!.
Cup ......ciuman kilat dibibir Aldo semakin membuat Aldo frustasi.
Olif mengambil tasnya lalu berjalan keluar menuju mobilnya.
Aldo segera menyusul Olif keluar.
" Hati hati kamu, jangan ngebut!'ucap Aldo spontan.
"Kalau gak ngebut gak asyik dong mas,,Bye Mas ku sayang!" ucap Olif lalu masuk kemobilnya.Dengan kemampuan menyetirnya Olif dengan mudah mundur dan memutar mobilnya dari jalan kecil itu.
__ADS_1
**Aku takut melukaimu Lif...karena aku masih bingung dengan perasaanku**gumam Aldo saat melihat mobil Honda Jazz merah berstiker kucing itu melaju semakin jauh.