
Beberapa hari Olifia selalu datang kekantor Aldo saat jam makan siang sambil membawa makanan.Aldo pun tidak menolak atau mengusir kedatangan Olifia.Namun beberapa anak buah Aldo sudah mengira kalau Aldo dan Olif sedang berpacaran.
DiKampus.
Siang itu terlihat Olif berjalan menuju taman kampus bersama kedua sahabatnya.
"Gimana PDKT loe Lif?" tanya Bella.
"Sampai sekarang masih lancar lancar aja!" ucap Olif santai.
"Gue salut sama loe Lif...loe berani deketin seorang polisi yang pangkatnya udah lumayan tinggi." puji Nana yang sudah mengetahui cerita antara Olif dan Pak polisi itu.
"Haha...gue cuma berusaha aja,kalau dia menjauh ya udah mau diapain!"
"Oh ya Lif,Kemarin bang Beny cerita sama gue.Kalau Kak Aldo tuh terakhir putus dua tahun yang lalu dan ternyata mantan kak Aldo itu senior kita dikampus!" ucap Bella serius.
"Siapa?"
"Loe kenal kok,dia senior kita difakultas hukum sama seperti kak Steve.Kak Dini orangnya.!"
"Apa??cewek kalem itu....aku gak nyangka.!"
"Iya aku juga kaget saat bang Beny cerita.tapi Loe tenang aja Lif mereka udah gak pernah berhubungan kok.!"
"Syukur deh masak iya gue saingan sama Kak Dini yang kalem itu!"
Saat mereka sedang asyik mengobrol ,Olif tiba tiba dikejutkan dengan kehadiran seorang Pria tampan bertubuh tegap dengan kulit putihnya.sangat cool membuat para mahasiswa melirik kearah pria tersebut.
"Lif!" panggil pria yang tak lain adalah Tian,Abang Tiri Oliff.
Tian juga seorang pengusaha Cafe dan Resto yang memiliki beberapa cabang.
Bella dan Nana yang belum pernah ketemu dengan Tian hanya terdiam.mereka hanya tau nama Tian saja.
"Ngapain kamu kesini?"
"Ya nemuin adek ku yang cantik ini dong!'ucap Tian santai..
Bella dan Nana saling pandang.
" Jadi ini Kak Tian,Abang tiri olifia?"tanya Bella dengan penasaran.
Tian terseyum kearah Bella dan Nana yang membuat kedua gadis itu terpana.
*Gila ganteng banget Kak Tian...**gumam Bella dalam hati.
Tian mengulurkan tangannya pada Bela dan Nana bergantian.
"Iya Saya Tian,Kakak Olifia!"
"Saya Bella kak"
__ADS_1
"Saya Nana Kak"
"Udah pergi sana!" ucap sarkas Olifia yang memang membenci saudara tirinya itu
"Kamu masih marah sama abang Lif?"
"Cih....sapa juga yang mau jadi adek kamu!" ucap Olif mengalihkan pandangannya.
"Lif maafin mama abang ya,,,aku tau kamu membenci sikap mama,Tapi abang mohon kamu jangan membenci abang.Kamu tuh saudara satu satunya abang,Abang tuh sayang banget sama kamu!" ucap Tian tanpa ragu.
Tian memang benar benar menyanyangi Olifi,ia sudah menganggap gadis cantik itu seperti adiknya kandung nya sendiri.Karena sikap mamanya yang selalu jahat pada Olifia dan Mamanya membuat hubungan Tian dan Olif menjadi buruk.
"Udah deh mending kamu pulang aja,,jangan. bikin aku marah!"
Tanpa memperdulikan kemarahan yang sudah terlihat dimata Olifia tiba tiba Tian memegang pergelangan tangan Olivia dengan kuat.
"Lepasin gak?" ucap Olifia yang sudah sangat marah dengan sorot mata tajam kearah Tian.
Bella dan Nana hanya diam melihat keduanya.
"Gak,gak akan abang lepasin sebelum kamu denger perkataan abang.Lif abang tuh tulus sayang sama kamu.abang udah ngenggep kamu seperti adek kandung abang sendiri.Bahkan abang rela kok nglawan mama abang buat belain kamu dan tante Linda.Plis jangan bersikap acuh sama abang!" ucap Tian yang sepenuh hati
Olifia hanya diam mendengarkan ucapan Tian sambil memandang kearah lain.
"Abang pengin hubungan kita baik Lif,seperti hubungan kakak beradik lainnnya.Abang mohon...!"
"Kamu mau kan ngasih kesempatan Abang buat jadi kakak kamu?" tanya Tian penuh harap.
Tian segera melepas tangan Olif dari genggamannya.
"Tolong jangan acuh sama abang ya Lif!"
"Tergantung!"
"Maksud kamu?"Tanya Tian.
" Ya kalau kamu bisa nunjukin kalau kamu tuh gak sama kayak mama kamu yang jahat itu..!"
"okey abang akan tunjukin ke kamu,,Abang akan selalu nglindungi kamu dan tante Linda dari mama Abang.!"
Olif sebenarnya merasa kasihan juga pada kakak tirinya itu.sebenarnya Tian tidak salah hanya saja ia terkadang terlalu patuh pada mamanya yang jahat itu.
"Yaudah Olif mau keCafe dulu,,Bye Bell,Bye Na...!" pamit linda pada Bella dan Nana.
Baru beberapa langkah Olif berjalan,perkataan Tian menghentikannya.
"Lif kamu mau kan panggil aku dengan sebutan Abang?"
Olif berfikir sejenak dan menghembuskan nafasnya kasar.Lalu menoleh kearah Tian sambil menganggukkan kepalaya.
"Iya....Bang Tian...!" ucap Olif pelan dengan wajah datarnya lalu bergegas melanjutkan langkahnya menuju parkiran mobil.
__ADS_1
Tian terseyum simpul melihat adik tirinya itu berlalu.
"Yang sabar ya Kak,Olif tuh sebenarnya baik kok dan kelihatannya juga sayang sama Abang,mungkin dia hanya butuh waktu aja!" ujar Bella.
"Mungkin begitu...Oh ya apa kalian sering keCafe Olif?" tanya Tian.
"Jarang Kak,tapi sepertinya nanti malam kita mau kesana nanti kan malam minggu jadi kita bisa kesana!" ucap Nana.
"Kita bareng aja kesana.Kakak juga mau kesana!"
"Okey kalau gitu Kak...!"
"Nanti aku jemput kerumah kalian atau gimana?"
"Gak usah Kak,kita ketemu didepan Cafe aja ya Kak" ucap Abel,karena ia tak mau abangnya Beny berfikiran macam macam dia dijemput seorang pria.
"Yaudah kalau gitu.Sampai jumpa nanti malam ya.!" pamit Tian lalu pergi dari tempat tersebut.
DiCafe One Blue Ocean.
Olif yang baru masuk Cafe dengan wajah cemberut didekati Alex sepupunya.
"Kenapa tuh muka ditekuk?Gak jadi cantik lho!" ucap Alex setelah mereka duduk berdua dimeja bartender yang panjang.
"Tuh si anak kesayangan papi datang nemuin aku!" ucap Olif jutex.
Alex mengerutkan keningnya.
"Tian maksud kamu?"
"Iya siapa lagi!"
"Ngapain dia nemuin kamu?"
"Dia minta aku ngasih kesempatan buat dia untuk jadi abang aku yang baik.Dia juga minta aku panggil dia tuh Abang,Maleskan....!" ucap Olif malas.
"Bagus dong Lif...Dia kan emang abang kamu!"
"Iya Abang Tiri..!"
"Ck.....Tian tuh sebenarnya baik,cuma aku merasa dia dijadiin boneka sama mamanya!"
"Tau ah....!"
"Jangan gitu Lif,kasih dia kesempatan.Aku lihat dari dulu emang dia sayang banget sama kamu.Dia itu hidupnya juga terkekan karena sikap mamanya yang jahat dan ambisius.Kamu sebagai adiknya juga harusnya mensuport dia!" ucap Alex yang memang sudah akrab dari dulu dengan Kakak sepupunya,Tian.
"Aku percaya kamu bisa berfikir dewasa.Kalian itu sama sama korban dari paman Tito.Jadi kuharap kalian bisa saling mendukung!"
Nasehat Alex kali ini benar langsung mengenai hati Olif.Dia mulai merasa kasihan pada Abang tirinya tersebut.
Apa salahnya coba menerima seorang Kakak yang baik meskipun bukan kakak kandung.
__ADS_1