
Semua sudah selesai mandi dan langsung menuju ruang tengah.
Olif terlihat sibuk membantu mbah darmi dan Angga menata makanan diatas tikar diruang tengah.sedangkan Alin sedang mengurus suatu pekerjaan dirumahnya sendiri.
Aldo dan yang lainnya sudah duduk tenang diatas tikar tersebut.
Mereka akan makan lesehan.
Sesekali Aldo melirik kearah Olifia yang sedang sibuk.Gadis itu sudah berganti pakaian dengan setelan piyama panjang.
"Monggo dimakan,maaf semuanya lauknya seadanya!" ucap Angga saat semua sudah duduk termasuk mbah Darmi dan Olif.
"Gak papa,Ini aja udah kelihatan menggugah selera,apa aja namanya ini Lif?" Tanya Alex.
"Oh ini namanya sayur sambel goreng kentang,ini garang asem ayam,ini sayur lodeh dan ini gudangan sayur.ini ada juga sambel teri sama balado jenggkol kalau mau,hehehe!'ucap Olif sambil menunjuk satu demi satu makanan yang ada didepannya.
"Jengkol.....??" ucap Spontan Bella yang memang tidak menyukainya.
"Hehe kenapa enak kok,cobain aja!" ucap Olif santai membuat semua orang terseyum dan heran.Gadis secantik Olif ternyata doyan jengkol.
Mereka pun makan dengan tenang,Sesekali tatapan Olif dan Aldo bertemu.tapi mereka belum saling bicara sepatah kata pun.
Semua sudah selesai makan dan berbincang diteras didepan sambil menikmati suasana malam desa yang sejuk dan sunyi.
Olif duduk sambil bersandar dibahu Angga,Olif memang sangat dekat dengan angga hingga ia tak sungkan bermanja manja dengan kakak sepupunya itu.
Aldo yang melihat itu merasa cemburu meskipun ia tau apa hubungan Angga dan Olif.
",Jadi Mas Angga udah kenal sama Mas Aldo dan Bang Beny?" tanya Olif yang masih bergelayut manja dibahu Angga yang kekar.
Semua baru tahu kalau Olif sangat manja dengan kakak sepupunya itu.
"Iya Dek,,mereka itu Atasan Mas saat bertugas diJakarta.!" jawab Angga.
"Oh ya Olif sampai Lupa,kenalin Mas angga.
mereka berdua Bella dan Ana sahabat aku,itu Alek sepupu aku,putranya Om Doni,Kalo yang itu Kak Tian,anak pertama papa.!"
Olif saling memperkenalkan mereka.
Angga menyerngitan alisnya melihat kearah Tian.
",Jadi kau Tian saudara tirinya Olifia.?"
"Iya Ga....aku kakak tiri Olif.!" jawab Tian lugas.
Aldo dan Beny hanya diam mendengar percakapan mereka.
"Lif karena kita udah disini,besok jalan jalan yuk kemana gitu.ketempat tempat pariwisata khas kota Solo!" ucap Bella.
"okey...Mas besok enaknya kemana ya?" tanya Olif pada Angga.
Angga berfikir sebentar.
"Kita Karangayar aja daerah dinas mas.disana ada Air terjun Tawangmangu,Bukit sekipan,ada taman bunga Celocia,ada juga hutan Pinus banyak pokoknya.Trus disana udaranya terkenal dingin banget jadi enak kalau bawa pacar hehehe!!ujar Angga dengan kekehannya.
" Asyik tuh kayaknya.....trus mobilnya?"tanya Alex.
"Tenang Paman Hendro ayahnya mas Rangga ini punya jasa Travel jadi tinggal bawa aja mobil Van gedenya!"
"Bagus deh kalo gitu!" ucap Bella.
"Kalian enak punya pasangan.Bella sama Tian,Alex sama Nana,Aldo sama Olif dan kamu pasti bawa pacar kamu kan Ga,Trus aku cuma jadi kambing congek gitu??" ucap Beny yang merasa sebal.
Belum sempat Olif menjawab,Alin muncul dan langsung menyapa semuanya dengan seyumaan manisnya.
"Wah lagi ada tamu tow iki,,Hallo Mas mbak selamat malam!''
Beny tertarik dengan Sosok Alin yang manis dan mungil.
" Wah mbak akhire datang juga.mereka teman dan saudaraku dari jakarta.Dua cewek cantik itu namanya Bella sama Nana sahabatku,itu Alex sepupu aku,Itu Bang Tian abang tiri aku.Kalo kedua pria itu pak polisi mb,temannya mas Angga juga,Mas Aldo sama Bang Beny.!"ucap.Olif mengenalkan.
",Dan ini mbak Alin sepupu aku,adiknya mas Angga....!" ucap olif.
__ADS_1
"Mbak besok ikut kita jalan jalan KeKarangayar ya!"ajak Olif pada Alin.
"Siap Lif,besok mbak libur.!" jawab Alin.
"Bang Beni sama mbak Alin aja ya...!" ucap Spontan Olif.yang membuat beny dan Alin tertegun.kedua nya menjadi sama sama canggung.
Mereka pun berbincang bincang hangat.Para perempuan lebih memilik ngobrol didalam rumah sedangkan para pria diteras.
Aldo pun memberanikan diri mendekati Olif sambil berbisik.
"Bisa kita bicara !"
Olif yang dari tadi mencoba tidak menghiraukan pria tampan itu seketika terkejut.
Olif pun hanya mengangguk dan mengajak Aldo ketaman belakang lalu duduk dikursi kayu panjang sambil menikmati kolam Ikan milik Angga.
"Ada apa Mas?" ucap Olif tanpa menoleh kearah Aldo.
Aldo menghela nafasnya panjang.
"Kamu sudah salah paham sama aku!"
Olif menoleh kearah Aldo.
"Salah paham??
"Saat dikampus memang Dini meluk aku,saat itu dia ngajakin aku balikan tapi aku gak mau dan aku melepas pelukannya.Dan soal foto dibuku itu,aku sendiri sampai lupa kalau masih ada foto itu padahal semuanya sudah aku buang.!" ucap Aldo lugas.
Olif merasa terkejut dengan penjelasan Aldo.
"Kenapa Mas nolak,mas kan masih cinta sama Kak Dini?"
Aldo terseyum simpul kearah Olif.
"Di Hati aku udah ada orang lain.!"
Olif hanya terdiam menatap Aldo.tatapan keduanya beradu cukup lama.
Olif tak berani menanyakan siapa wanita yang sudah mengisi relung hati Aldo.
"Maksud mas apa?"
"Setelah selama dua bulan ini kamu gangguin aku terus,Ngrecokin hidup aku dengan segala sifat agresifmu itu lalu kamu tiba tiba ngilang gitu aja.enak banget kamu ya!mau ngetes aku atau gimana kamu???" ucap Aldo yang terlihat mulai kesal.
"Aku gak ngilang kok mas cuma...."
"Cuma mau ngindarin aku kan??" ucap Aldo memotong ucapan Olif.
Olif terdiam menatap kearah kolam yang indah.
"Jujur Olif merasa cemburu mz dan hati Olif sakit lihat Mas masih deket sama Kak Dini,Tapi Olif sadar dan tau diri,Karena disini Olif yang ngejar ngejar Mas.Olif cuma gak mau ganggu kedekatan kalian.jadi Olif pikir sebaiknya Olif jaga jarak dulu dengan Mas.!"
"Dulu bukanya kamu bilang gak akan berhenti ngejar ngejar aku sampai aku menerima kamu,lalu kenapa setelah aku mulai merasa nyaman dengan kamu,justru kamu menjauh???Ucap Aldo yang membuat Olif menoleh cepat kearahnya.
" Aku akui ada rasa sedih saat kamu jauh dariku,Aku rindu saat saat kamu menggodaku,deket deket sama aku bahkan saat kamu nyium aku gitu aja,aku udah terbiasa dengan itu semua,ngerti gak kamu!"
"Kau mau kan tetap ada bersamaku,,Kita jalani dulu dan buat Mas cinta sama kamu Lif!!" ucap Aldo dengan serius.
Deg........Hati Oliff berdesir kuat.jantungnya tak bisa normal.kedua mata indahnya membulat memandang Aldo dalam.
Ia seakan tak percaya Aldo menerima panggilan Mas dari nya juga memintanya untuk selalu berada disampingnya.
**Ini bukan Mimpi kan?**Gumam Olif dalam hatinya dengan mata yang berkaca kaca.
Dengan cepat Aldo menarik tubuh Olif kedalam pelukannya,meletakkan kepala Olif didada bidangnya.Sungguh Olif rasanya ingin berteriak saking bahagianya.Ia hanya diam dan menikmati kehangatan dan aroma tubuh Aldo.Yang sudah sangat ia rindukan.
"Maaf perasaan Mas sekarang baru sebatas Sayang, nyaman dan tenang saat bersamamu.Mas minta kamu bersabar menunggu Mas sampai Mas benar benar cinta sama kamu.Kamu mau kan selalu ada disisi Mas??"pinta Aldo.
Olit mengangguk pelan,tak terasa air mata sudah jatuh membasahi pipinya.Aldo yang merasa Olif menangis menatapnya intens.
" Kamu kenapa nangis?"
"Olif bahagia banget Mas,karena Mas mau membuka hati mas buat Olif.makasih ya polisi ganteng ku!"
__ADS_1
Cup.....satu ciuman mendarat dipipi kiri Aldo dari Olif.
"Mulai deh Cium cium nya!!" ucap Aldo sambil melirik Olif.
"Biarin....katanya udah terbiasa dicium Olif...hehehe...!"
Aldo terseyum simpul.
"Mama nyariin kamu terus?Saat aku berpamitan mau kesini,mama bilang harus bawa kamu kembali,sepertinya Mamanya Mas sangat menyukaimu!"
"Oh ya.....Duh Olif beruntung banget punya Camer yang baik banget,,,jadi gak sabar nich jadi menantu beneran hehehe.!" ucap Olif dengan kekehannya.
"Emang kamu mau jadi istri polisi?Gaji Polisi tuh gak gede lho,trus tinggal dirumah dinas yang kecil..!ucap Aldo seakan mengetes Olif.
" Bodo amat...Yang penting bareng Mas terus aku udah bahagia,apalagi aku bisa nyari uang sendiri dan Olif malah suka tinggal dirumah dinas,justru terasa hangat dan bisa berbaur dengan ibu ibu bayangkari lainnya!"ucap Olif mantap.
"Kalau Mas nglarang kamu kerja diCafe lagi gimana??tanya Aldo menguji Olif lagi.
Olif terdiam sesaat karena itu pertanyaan yang sulit untuknya.Cafe sudah menjadi bagian hidupnya,Tapi ia juga ingin patuh pada suaminya kelak.jika suaminya melarang bekerja disana lagi.
" Bukannya Istri harus patuh pada suami ya Mas, apalagi kalau suami sudah mencukupi kebutuhan jasmani dan rohani istri."ucap Olif yang masih berada dipelukan Aldo.
Aldo terseyum.
"Mas bercanda kok ,,Jika suatu saat mas benar benar jadi imam kamu,Mas gak akan nglarang kamu bekerja diCafe,asal kamu bisa jaga diri dan mengenakan pakaian yang tidak terbuka." ucap Aldo.
Olif terseyum lebar.Hatinya terasa hangat mendengar ucapan Aldo.
"Kamu kok deket banget sama Angga,Mas gak suka!ucap Aldo tiba tiba.
Olif melepas pelukan Aldo,menatap kedua mata Aldo dalam.
",Mas cemburu???Mas kan tahu dia itu abang sepupu aku.Dari kecil tuh dia selalu manjain aku.dia tuh sayang banget sama aku.Bahkan aku lebih deket sama Mas Angga dari pada sama Alex.yah walaupun Alex juga sayang banget sama aku,dari dulu dia yang selalu nglindungi aku.Dia selalu yang terdepan kalau aku ada apa apa."
"Kamu beruntung banget punya banyak abang yang sayang sama kamu,Angga Alex,Tian.Semua pria yang tampan dan mapan.!"
"Tambah satu lagi....Abang Aldo....hehehe!"ucap Olif.
Aldo terseyum senang.
"Aku memang beruntung punya banyak abang yang sayang sama aku,tapi aku kurang beruntung karena dari kecil gak dapet kasih sayang dari seorang papa.!" ucap Olif yang tiba tiba merasa sedih.
Aldo memeluk Olifia lagi.
"Tenang....udah ada Mas,jangan bersedih lagi...!"
"Dingin?" tanya Aldo.
Olif hanya mengangguk.
Aldo semakin mengeratkan pelukannya.
"Ayo masuk.....udah dingin banget disini!"
"Bentar mas,Olif masih kangen....apa lagi bau aroma tubuh mas ini.bikin Olif ketagihan.!"
",Ck....manja.....!''ucap Aldo yang gemas.
" Biarin....Mas...!"
"Hmmm....!".
''Olif Cinta sama Mas....!..Mas....!"ucap Olif dengan polosnya membuat Aldo terseyum bahagia.
"Apa lagi??" tanya Aldo.
"Cium kening Olif dong!"
Aldo lalu dengan cepat mencium kening Olif dengan lembut dan cukup lama.
Olif benar benar menikmati ciuman sayang itu.
"Udah ya...masuk yuk.Mas gak mau kamu masuk angin,besok kan kita mau jalan jalan!"
__ADS_1
"Okey Mas polisi ku yang ganteng!"
Keduanya pun beranjak dan masuk rumah lalu segera beristirahat karena besok mereka membutuhkan tenaga yang banyak untuk jalan jalan.