
Setelah acara makan selesai Aldo berpamitan pada tante Nita,Beny,Bella dan juga Olif untuk segera kembali kerumah dinasnya.
"Aldo pamit pulang dulu ya tante ini
sudah sore!" pamit Aldo yang sudah berdiri.
Olif tiba tiba merasa sedih karena sang pujaan hati mau pulang.
"Iya nak,hati hatinya.terima kasih lho udah maen kesini!"
"iya Tan.terima kasih juga makanannya.Aldo dah lama dirumah dinas gak makan makanan rumahan seperti itu.!"
"iya sama sama."
"Ayo gue antar sampai depan.!" ucap Beny.
Aldo pun mencium tangan tanten Nita.lalu menyalami Bela dan Olif.
Pandangan mereka bertemu lagi untuk sesaat,seakan berat melepas Aldo pergi wajah Olif terlihat sedih.
Hingga perkataan Aldo sebelum pergi membuatnya terseyum.
"Senang bertemu denganmu Olifia...Sampai berjumpa lagi.!" ucap Aldo dengan seyuman tipisnya lalu beranjak keluar rumah diikuti Beny.
Olifia melihat mobil Aldo berlalu dari jendela rumah Bella.
"Cie....yang hatinya lagi seneng "goda Beny yang memang sudah akrab dengan Oliif.
"Kakak tau ya kalau Olif naksir Pak Aldo.?'
" Yataulah....Dia juga cerita kalau kamu kemarin nyium dia dua kali?"
Olif menutup matanya sekilas karena malu.
Sedangkan Beny hanya terkekeh.
"Kak bantu Olif dong deketin Pak Aldo,Dia belum punya istri kan?"
"Kalau dia ternyata udah punya istri gimana Lif?" goda Beny lagi.
"Apa??" ucap Olif terkejut.
"Hehe kakak bercanda.Boro boro Istri,cewek aja dia belum punya.Setelah putus dari pacarnya dua tahun lalu dia masih betah sendiri.Iya Kak Beny bantu PDKT sama dia!"
" Beneran Kak?caranya?"mata Olif berbinar.
"Sini aku kasih no ponselnya!"
"Hehe Olif udah minta tadi!"
"Widihhhh gila lu Lif,gerak cepat lho ya...!" ucap Bella yang ikut nimbrung.
"iya dong...Olifia gitu lho. !"
Beny terlihat berfikir.
"Gini aja besok siang Kakak tunggu dikantor Polres.Kamu datang sambil bawa makan siang trus ajak dia makan bareng dikantor.Nanti biar Kakak kasih jalan kamu ketemu dia.Soalnya kalau dikantor kan gak sembarang orang bisa ketemu dia.Kamu bilang aja nyari Kakak.!"
"Wah ide bagus tuh Lif!" ujar Bella.
"Trus Olif harus bawa makanan apa Kak,Olif gak tau apa makanan favorit pak Aldo.!"
"Kamu bawain nasi padang aja dia suka makanan tradisional kok.!"
"Okey...maksih ya Kak.Kalau gitu Olif pamit dulu mau keCafe.gue pamit ya Bell,sampein sama nyokap Loe juga.!"
"iya Hati hati ya Lif,Jaga kecepatan mobil kamu.!" ujar Beny mengingatkan,karena ia sangat tahu kalau Olif pintar mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.
"Siap Komandan hehehe,,,Bye Bell!"
Olif pun segera bergegas keluar rumah menuju mobilnya.
"Kak,Kira kira Kak Aldo suka gak ya sama Olif?Bella takut kalau sampai Olif kecewa,Bella gak mau Olif sedih hidupnya selama ini udah menderita."
Bella sangat tahu kondisi Olifia,ia sangat tahu sahabatnya itu menderita karena kondisi keluarganya yang kurang harmonis dan punya Ayah yang sangat otoriter dan angkuh.
__ADS_1
"Kalau Kakak liat sich Aldo juga tertarik sama Olif..!"
"Semoga mereka bisa berjodoh"gumam bella.
Keesokan harinya.
Sesuai ide Beny,Setelah selasai dari kampus Olifia segera melajukan mobilnya menuju Kantor Polres dengan membawa tiga bungkus nasi padang.
Hari ini penampilan Olivia terlihat lebih sopan dan tertutup.Dengan memaksi kemeja dipadu blezer dengan celana levis panjang Olifia berjalan memasuki gedung tempat Aldo berkerja.
Semua polisi dan polwan ditempat itu memandang kedatangan Olifia.Mereka kagum dengan kecantikan Olifia.
" Selamat siang.ada yang bisa saya bantu Mbak,Anda ingin bertemu siapa?"sapa Seorang polisi muda yang sedang berjaga.
"Selamat siang juga pak,Saya ingin bertemu dengan Kak Beny.!"
"Ow Pak Beny,disana ruangannya mbak!" ujar polisi itu sambil menuju kesatu arah dengan tangannya.
Olifia segera berjalan menuju ruangan Beny.
Beny ternyata sudah menunggu kedatangan Olifia.
"Masuk Lif...!" Ucap Beny setelah Olif mengetuk pintu yang sudah terbuka itu.
"Dia ada kan kak?" tanya Olif saat sudah masuk keruangan Beny.
"Kamu datangnya pas,ini mau jam makan siang.Ayo langsung kelantai dua,ruangan Aldo ada disana!"
"Oh ya kak,ini satu buat Kakak!" ucap Olif sambil meletakkan satu bungkus nasi padang dimeja Beny.
"Oh,maksih ya."
Beny segera bangkit dari kursinya lalu berjalan keluar menuju lantai dua diikuti Olif dibelakangnya.
Semua mata memandang kearah Beny dan Olif.mereka merasa heran dengan sosok wanita cantik yang bersama rekannya itu.
Tok tok tok.
",Masuk!" ucap Aldo.
Beny masuk lebih dulu
"Ada yang pengen ketemu kamu!"
Aldo menautkan kedua alisnya.
"Siapa?"
"Masuklah!" perintah Beny dengan suara agak keras.
Kedua bola mata Aldo membulat melihat siapa yang masuk keruangannya.
"Kamu!!"
"Selamat Siang Mas Aldo...!"ucap Olif dengan seyum manisnya.
"Gue tinggal dulu ya!" ucap Beny buru buru langsung pergi dari ruangan itu.
Olif langsung duduk disofa yang ada didalam ruangan tersebut.
"Kamu ngapain kesini?" tanya Aldo yang masih jutek.
"Mau ngajakin mas makan siang bareng,nich aku dah bawa nasi padang buat mas!"
"Aku gak laper.kamu pulang aja!" ucap Aldo yang masih dingin.
Olif membuka satu bungkus nasi tersebut tanpa memperdulikan Aldo yang mulai sebal.
"Bener gak laper...nanti perut mas sakit lho gak makan!" Ucap Olif lalu berdiri menghampiri Aldo dan langsung menarik tangannya untuk berdiri menuju sofa panjang itu.
Aldo merasa terkejut karena Olif menarik pergelangan tangannya.
"Kenapa kamu narik tangan saya!"
"Habisnya mas tuh gengsinya kegedean!"
__ADS_1
"Apa?"ucap Aldo yang semakin kesal.
"Udah ah,,Olif juga laper,jadi ayo kita buruan makan !"
Olif menyodorkan makanan kehadapan Aldo setelah mereka duduk bersampingan.
Olifia tanpa canggung mulai makan sementara Aldo masih diam sambil melirik Olifia.
"Kenapa diam,ayo buruan dimakan mas!"
Aldo masih diam.Olif yang merasa gemas mengambil sesendok nasi lalu disodorkan didepan mulut Aldo.
"Hakkk ayo buka mulut mas!"
"Ayolah mas....!"
Dengan sorot mata tajam Aldo terpaksa membuka mulutnya menerima suapan dari Olifia.
"Nah gitu dong,,anak pinter.Mau makan sendiri atau disuapin Olif?" tanya Olif melihat Aldo yang membuang mukanya.
Aldo masih terdiam.
"Oliff suapin aja deh...!" ujar Olif yang merasa semakin gemas dengan sikap Aldo.
Dengan cepat Aldo menyambar sendok yang berada diatas meja,ia lalu makan dengan cepat.
Olif terkekeh melihat Aldo makan.
"Enak kan mas?"
"hem.!" jawab Aldo singkat.
"Nich diminum,pelan pelan mas nanti tersedak!" Olif memberi sebotol air mineral pada Aldo.
Tak lama keduanya selesai makan.
Reflek Olif membersihkan sudut bibir Aldo yang kotor dengan tisu dan Aldo membiarkan tangan Olif menyentuh wajahnya.
"Nah gini baru bersih dan terlihat ganteng!" ucap Olif setelah selesai membersihkan ujung bibir Aldo.
"Kamu kok berani banget datang kesini?Gak malu sama saya?" tanya Aldo langsung.
Olif terseyum kearah Aldo.membuat hati pria tampan itu berdesir.
"Kenapa mas,Olif gak boleh kesini ya?Kenapa Olif harus malu,Olif cuma pngen makan bareng mas Aldo"
"Kamu gak takut saya membenci kamu,Karena sikap agresif kamu ini?"
"Gak.....Olif cuma mau jadi diri sendiri,gak usah jaim atau munafik.ya beginilah Olif mas..Terserah mas suka atau gak,Olif gak perduli.!"
"Kalau ternyata aku udah punya kekasih gimana?"
"Ya gak papa,emang kenapa?Olif kan gak macem". ucap Olif santai.
Aldo hanya menggelengkan kepalanya.
" Mas gak usah bohongin Olif,,Yang jelas Bisa bersama mas gini Olif udah seneng kok.!"
"Maksud kamu?"
"iya mas belum punya kekasih kan?" Kalau suatu saat nanti mas suka sama cewek lain,Olif baru mundur!"
Aldo memandang kedua manik mata Olif dalam.
"Gak usah liat Olif gitu Mas,nanti mas naksir lho sama Olif hehehe!"
"Ck......kamu tuh nyebelin banget ya.!"
"kalau gitu Olif pergi dulu ya mas,Olif mau keCafe.Jaga kesehatan mas ya!"
Cup......Olifia mencium pipi Aldo sekilas.
Pris itu mematung mendapat serangan dari olifia.ia tak menyangka gadis itu menciumnya lagi.
"Bye Mas Aldo yang ganteng!"pamit Olif lansung beranjak dari tempat itu.
__ADS_1
Sementara Aldo hanya terdiam melihat Olif berlalu pergi.
" Dasar Kucing Centil....agresif banget ya dia....tapi kenapa aku gak bisa marah sama dia ya!"ujar Aldo sambil menggeleng gelengkan kepalanya.