Mengejarmu Polisi Tampan

Mengejarmu Polisi Tampan
Dua Kakak.


__ADS_3

Pukul 20.00 Malam,DiCafe One Blue Ocean.


Olfia terlihat duduk bersama Wily dikursi bartender sedang mengecek beberapa laporan mingguan. Olif memang lebih sering bekerja diluar ruangannya sambil ikut melayani pelanggan yang datang.Sementara Alek sedang berada diruangan papanya dilantai atas.


"Wih kayaknya bu manager lagi sibuk nich!" ucap Bella yang membuat Olifia dan Wily menoleh.


Kedatangan Bella dengan Nana mengejutkan Olifia karena datang juga bersama Tian,kakak tirinya.


"Kalian kenapa bisa barengan,janjian ya?" tanya Olif spontan.


"maaf Lif,Abang yang mengajak mereka kesini bareng,Kamu sedang sibuk?sepertinya Cafe sedang ramai?''ucap Tian dengan seyum diwajahnya.


Wily mengerutkan keningnya,ia baru tahu kalau Olif punya seorang abang yang tampan dan terlihat dewasa.


"Biasalah bang ini kan malam minggu pasti ramai.Aku tidak terlalu sibuk hanya mengecek laporan saja ayo kita semua duduk ruang privet." Ucap Olif yang sudah bisa bersikap biasa pada Tian,membuat Pria itu senang dan lega bahwa ternyata adik tirinya mau menerimanya sebagai seorang Abang.


"Bukankah Abang juga punya beberapa Cafe n Resto?Tanya Olif sebelum mereka beranjak.


" Iya,Abang sudah mempercayakan nya pada orang yang abang percayai,Jadi tidak perlu setiap hari abang datang kesana."ucap Tian.


Olifia hanya ber oh saja.


"Wah ada tamu spesial rupanya!" ujar Alex yang tiba tiba muncul dari lantai atas.


"Alex.. kau sudah pulang,kenapa tidak mengabariku?''ujar Tian merasa terkejut dengan kemunculan sepupunya itu,karena yang ia tahu Alex berkuliah di Australia.


Keduanya berpelukan ala cwok.


Olifia,Wily,Bella dan Nana hanya melihat interaksi keduanya.


" Oh Ya Bell,Na...gue sampai lupa ngenalin kalian.ini Alex sepupu gue yang baru pulang dari Ausy trus ini Wily dia juga manager disini!"


"Dan Lex,Wil ini sahabat sahabat aku,ini Bella dan ini Nana." ucap Olifia mengenalkan mereka.


Mereka pun bersalaman bergantian.


Nana yang sejak kemunculan Alex sudah merasa tertarik pada pria tampan itu mencoba bersikap biasa.


Mereka pun berjalan bersama keruang privet yang cukup besar dilantai dua,juga tempat untuk karaoke bersama.


Olifia meminta bawahannya untuk membawa beberapa minuman ringan dan camilan keruangan itu.


"Bell loe udah ijin sama abang loe?" tanya Olif yang khawatir jika Bang Beny marah kalau sang adik datang keCafe nya.


"udah kok santai aja!" jawab Bella.


Alek,Tian dan Wily merasa heran.


"Memang kenapa Lif?" tanya Alex penasaran.


"Abangnya Bella kan Polisi jadi ya wajarlah dia gak boleh sering maen kesini!" jawab Olif yang langsung diberi tatapan tajam oleh Bella.


Semua pria yang ada disitu langsung paham dengan ucapan Olif.


''Cafe n Resto mu bagaimana perkembangangannya Tian?'tanya Alex.


"Semua berkembang dengan baik.Lumayan lah buat ngidupin diri sendiri.!" ucap Tian merendah.


"Itu mah udah gak lumayan lagi tapi udah fantastis.Cabangnya aja udah banyak.Ganteng iya,Mapan udah tinggal nyari bini bro....!" ledek Alex.


Tian terseyum simpul.


"Belum ada yang pas Lex!"


Spontan Semua orang yang mendengar percakapan mereka berdua sedari tadi menjadi kaget.seorang Tian yang tampan dan mapan belum nemu cewek yang pas.,Apalagi Bella seakan tidak percaya.tanpa ia sadari muncul semburat merah dipipinya.Tak bisa mengelak ia memang menyukai Tian dan ia merasa senang setelah tahu pria itu masih sendiri.


"Kayak apa sich Cwek tipe kamu?" tanya Alex lagi.


Belum sempat Tian menjawab,Olif sudah menyelanya.


"Sama Bella aja bang,dia cocok sama abang!" ucap Sontan Olif.


"uhuk.uhuk uhuk......" Bella yang sedang minum tersedak kuat mendengar ucapan ngawur Olif.


Dengan sigap Nana menenangkan Bella.


Tatapan tajam penuh arti Bella langsung tertuju pada Olifia.


Sedangkan Tian hanya terseyum simpul melirik kearah Bella yang marah pada adiknya.

__ADS_1


"Hahahaha jangan marah dong Bell,,,!" olif masih bisa tertawa sementara yang lain hanya menggelengkan kepalanya.Sedangkan Bella merasa sangat malu ingin rasanya dia cepat pergi dari tempat tersebut.


Hingga datang Aris bawahan Olif memberitahukan seseatu hal yang penting.


"Maaf menganggu Mb Olif,tuan Alex dan pak Wily,Dibawah ada rombongan Polisi yang akan melakukan penggledahan razia Narkoba diCafe ini.Ketua mereka ingin bertemu dengan Manager Cafe ini!"


Flash back.


Pukul 21.00.


Saat Olifia dan yang lain sedang asyik mengobrol dilantai atas.datang sekelompok polisi yang dipimpin oleh Aldo,disitu juga terlihat juga ada Anton.mereka ingin melakukan Razia narkoba diCafe yang terbilang elit tersebut.Aldo tidak mengetahui kalau Olifia berkerja ditempat itu.


"Selamat malam bapak bapak ada yang bisa saya bantu?" sapa Aris sopan saat melihat para polisi itu masuk keCafe dengan baju intel mereka.


Aldo terlihat lebih menonjol dibanding yang lainnya dengan pancaran Auranya.


"Kami membawa surat perintah,Kami akan melakukan razia narkoba ditempat ini.Bisakah kami bertemu dengan manager tempat ini?" Ucap Aldo penuh wibawa.


"Tentu pak.Manager kami ada tiga orang,dan saat ini mereka ada dilantai atas bersama tamu mereka.sebentar saya akan memanggilkan mereka!" ucap Aris lalu naik kelantai dua.


Flash Back Off.


"Biar aku yang turun kalian disini aja okey!" ucap Olif langsung berdiri menuju lantai dua.


Tian,Alex dan Wily saling pandang.sementara Bella dan Nana merasa cemas.


Olif berjalan pelan turun menuju lantai bawah.Saat berada ditangga langkah nya terhenti saat sepasang mata memandangnya dengan pandangan terkejut.begitu pula Olif.


Aldo tak menyangka Kucing genitnya ternyata manager diCafe elite ini.



Penampilan Olifia yang memakai blezer biru tua terlihat sangat formal dan anggun.serta rambut yang ia gerai menambah pancaran kecantikan dan kewibawaannya sebagai seorang manager.Sangat berbeda saat gadis itu sedang bersamanya.Membuat Aldo untuk sesaat terpana akan sosok Olifia.


Olifia terseyum simpul berjalan dengan anggunnya mendekat kearah Aldo dan Anton yang juga ikut terpana.


"Selamat malam bapak bapak polisi terhormat,Saya Olifia manager diCafe ini.ada perlu apa Bapak sekalian kesini?" ucap Olif dengan bahasa formal pada Aldo dengan seyum ramahnya.


"Selamat Malam nona.Kami membawa surat perintah untuk merazia narkoba Cafe ini.!" ucap Aldo lalu menyerahkan secarik kertas pada Olifia.


Olifia sekilas membaca surat itu,lalu terseyum kearah Aldo.


Aldo segera memberi intruksi pada para bawahannya untuk melakukan penggledahan disetiap sudut Cafe tersebut.


Sementara Aldo hanya mengawasi anak buah nya dan masih berdiri disamping Olifia.


"Silahkan duduk mas Aldo!" ucap Olifia yang tak lagi formal pada Aldo.


Aldo menatap sekilas Olifia yang sedang memandangnya.Ia lalu duduk dikursi samping Olif.


"Jadi ini Cafe kamu?" tanya Aldo dengan wajah datar.


"Olif hanya kerja mas,Cafe ini milik Om nya Olif.mas mau minum?" tawar Olif.


"Tidak perlu ,terima kasih..Penampilan kamu bikin saya kaget,tumben gak pake yang mini atau ketat?" tanya Aldo yang mulai penasaran.


"Kenapa tambah cantik ya mas??ucap Olif dengan penuh percaya diri.


"Ye beda dong penampilan kuliah sama kerja!'imbuh Olif lagi.


" Harusnya sama gitu,kelihatan rapi!"ucap spontan Aldo yang membuat Olif terseyum simpul.


"Mas nasehatin aku?Aku bakalan patuh kalau mas udah jadi imam aku!"


"Apa??" ucap Aldo yang terkejut dengan ucapan kucing genit itu.


"Kok kaget gitu,,Mas nolak Olif secara Olif tuh cantik,Sexi,pinter,mandiri dan jago nyetir mobil.!ucap Olif dengan penuh percaya diri lagi.


Aldo terseyum simpul sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


" Tutup jam berapa Cafe ini?"tanya Aldo.


"Jam 2,kenapa?


Belum sempat Aldo menjawab muncul tiga orang pria dari lantai atas mendekati mereka.


Dan Aldo merasa mengenali.salah satu dari pris tersebut


" Apa ada masalah beb?"tanya Alex dengan panggillan kesayangannya pada Olif.

__ADS_1


Kening Aldo mengerut,mengira Alex kekasih olifia.


"Gak ada Lex lagi proses penggledahan!" jawab Olif santai.


Alex menyalamai Aldo diikuti Tian dan Wily.


"Selamat malam pak,Saya Alex putra pemilik Cafe ini.!'ujar Alex pada Aldo.


Aldo hanya mengangguk kearah tiga pria tampan itu.Ia merasa Olif dikelilingi pria pria tampan.


" Lif cafe ini bersihkan ?"tanya Tian pada Olif.


"iya Bang,tapi untuk lebih memastikannya biar bapak bapak polisi ini melakukan tugasnya.!" jawab Olif.


Aldo merasa heran dengan panggilan Olifia pada Pria yang ia cukup tau tersebut.


Aldo mengenal Tian,saat dulu ada penggledahan diCafe milik Tian dan Aldo juga tahu kalau Tian putra seorang pejabat tinggi.


Tapi apa hubungan Olif dan Tian,Aldo masih bingung.


Tak lama Anton mendekat kearah Aldo.


"Lapor Ndan semua sudah selesai digeledah dan semua bersih tidak ada yang mencurigakan!" ucap nya pada Aldo.


Aldo hanya mengangguk dan langsung berdiri.


"Baik,Terima kasih untuk kerja sama anda sekalian dan mohon maaf atas ketidaknyamanan atas kedatangan kami!"


Aldo pun berjalan keluar Cafe diikuti anak buahnya dari belakang.


Olif merasa sedih melihat Aldo berlalu dan itu bisa ditangkap oleh Alex dan Tian.


Olif masih mematung ditempatnya bersama Wily. sementara Alex dan Tian kembali kelantai Atas.Tapi saat berada ditangga mereka melihat Bella dan Nana yang ternyata melihat semua kejadian tadi.


Bella dan Nana merasa sedih saat melihat raut wajah Olif dari kejauhan.


Alex dan Tian merasa heran dengan kedua wanita yang masih memandang Olif dari jauh.


"Kalian kenapa liat Olif sampai segitunya?" tanya Alex.


Spontan Nana menarik tangan Alex dan Bella menarik tangan Tian kembali keruang privet mereka tadi.


"Ada apa sich kok kalian aneh gitu?" tanya Tian saat mereka semua sudah duduk.


Bella dan Nana terdiam sesaat sampai mereka memutuskan untuk memberi tahu soal Olif dan Aldo.


"Kakak Lihat Tadi wajah Olif jadi sedih kan setelah para polisi itu pergi?" ucap Bella.


Tian dan Alex yang merasa begitu langsung mengangguk.


"Kak Tian sebenarnya yang duduk sama Olif tadi itu Aiptu Aldo teman abang aku.Dan Olif menyukainya..!" ucap Bella jujur.


Sontak membuat Tian dan Alex terkejut.


"Apa?" seru mereka berdua bersamaan.


"Oh pantes kemarin Olif bilang udah punya gebetan tapi dia gak mau ngaku sama aku.Ternyata seorang polisi gebetannya dan pangkatnya udah Aiptu...!" ucap Alex seperti tak percaya.


"Apa polisi itu masih sigle?" tanya Tian.


"Masih Kak,dia teman dekat abang aku!" jawab Bella.


"Kira kira polisi itu suka gak sama Olif?" tanya Alex.


"Entahlah...Kak Aldo tipe pria dingin dan pendiam!" ucap Bella.


"Ahh....aku gak mau Olif sakit hati nantinya....yang dia taksir tuh Polisi lho...Ck...!'decak Alex.


"Aku juga gak mau adik aku sakit hati gara gara ngejar tuh polisi.Gimana Lex kalau kita turun tangan?"ucap Tian yang ada ide.


" Eh jangan jangan, Kakak berdua tenang dulu okey...aku yakin Olif bisa kontrol perasaannya kok.Lagian abang aku juga udah bantu Olif buat PDKT sama kak Aldo!"ucap Bella mencoba menghentikan ide gila kedua pria tampan tersebut.


"iya Kak Tian dan Kak Alex ,nanti saja kalau ada hal darurat atau Olif perlu bantuan,kita bakal ngasih tau kalian.!" sambung Nana.


"Okey. Kakak titip Olif sama kalian,kalau ada apa apa hubungi kakak!"


Mereka pun sepakat untuk saling melindungi.


Obrolan mereka pun berlanjut sampai pukul 22.00.karena Bella dan Nana harus pulang.

__ADS_1


__ADS_2